Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Jumat 24 Juli 2026

Bacaan Liturgis – Jumat, 24 Juli 2026 (Hari Biasa Pekan XVI)

  • Bacaan Pertama: Kitab Yeremia 3:14-17

  • Mazmur Tanggapan: Tuhan akan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Yer 31:10.11-12ab.13

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Alleluya. Berbahagialah orang yang mendengarkan firman Tuhan dan memeliharanya dengan tekun, sehingga menghasilkan buah dalam ketekunan. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Matius 13:18-23.

Menjadi Pribadi Yang Berbuah Kebaikan

Hari ini Yesus berbicara perumpamaan tentang seorang penabur yang keluar untuk menabur benih. Penabur yang dimaksud oleh Yesus dalam perumpamaan ini adalah pribadi yang menaburkan Firman dan tawaran keselamatan kepada manusia didunia ini. Maka sebenarnya Yesus sendirilah sebagai penabur yang mewartakan Firman-Nya. Firman Yesus ini adalah Firman yang menuntun semua manusia mampu sampai kepada pengenalan akan dirinya, akan sesamanya dan Tuhannya dengan secara jelas dan pasti. Benih Sabda Allah yang Dia taburkan mestinya harus bertumbuh dan berkembang dengan subur dalam hati manusia agar Sabda Allah itu menjadi kekuatan yang mampu menghidupi umat beriman untuk mewujudkan Kerajaan Allah di muka bumi ini. Maka orang-orang beriman sudah semestinya menjadikan hati, budi dan pikirannya bagaikan tanah yang subur tempat benih Sabda Allah dapat bertumbuh subur dan berbuah banyak. Akan tetapi kita dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Di tengah-tengah hidup bersama, tidak semua hati manusia dengan mudah menerima dengan tanah terbuk Sabda Allah yang menyelamatkan ini.

Manusia dengan segala keterbatasan dan terjerat dalam luka-kuka batinnya yang belum teratasi, maka ada kalanya hati manusia itu dalam menerima Sabda Allah seperti benih yang jatuh di pinggir jalan. Orang yang seperti ini memiliki pribadi yang tidak teguh, mudah goyah. Dia hanya mau ikut Yesus sebatas permukaan, tetapi tidak mau terlibat ikut Yesus secara sungguh-sungguh dan militan. Benih Sabda Allah yang jatuh pada tanah yang berbatu-batu adalah sebuah gambaran dan simbol bahwa Sabda Allah itu diterima oleh manusia-manusia yang kurang serius memperdalam imannya. Sabda Allah itu diterima dan dipakai sejauh itu menguntungkan dia. Orang yang seperti ini tidak menghayati iman dengan secara serius. Hidupnya mendangkal dan miskin refleksi. Benih Sabda yang jatuh di antara semak berduri adalah sebuah gambaran bahwa Sabda Allah itu diterima oleh pribadi-pribadi yang masih melekat dengan urusan-urusan duniawi serta diperhamba oleh uang, jabatan dan kemelekatan-kemelekatan yang menjerumuskannya semakin jauh dari Tuhan.

Keselamatan yang datang dari Tuhan demi kebahagiaan kita manusia ciptaan-Nya ditawarkan kepada kita semua tanpa terkecuali. Maka agar keselamatan-Nya berbuah, mari kita jadikan diri kita bagaikan tanah yang subur dari bertumbuhnya Sabda Allah yang menyelamatkan itu. @RP Tinto Hasugian O. Carm

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.