Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Jumat 13 Maret 2026

Bacaan Liturgis – Hari Jumat, Pekan III Prapaskah, 13 Maret 2026

  • Bacaan Pertama: Nubuat Hosea 14:2-10

  • Mazmur Tanggapan: Akulah Tuhan, Allahmu, dengarkanlah suara-Ku.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 81:6c-8a.8bc-9.10-11ab.14.17

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Terpujilah. Bertobatlah, sabda Tuhan, sebab Kerajaan Surga sudah dekat. Terpujilah.

  • Bacaan Injil: Markus 12:28b-34

Maksud Allah Mengasihi Kita Lebih Dahulu

Saudari dan saudara yang dikasihi Tuhan, seorang kudus terkenal asal Kota Avila, Spanyol bernama Santa Teresa dari Yesus (1515-1582) pernah berkata, “Tidak seorang pun dapat memberikan apa yang tidak dimilikinya. Dia harus memilikinya dulu.”

Sama halnya saya tidak bisa memberikan sebuah buku karya Santa Teresa dari Yesus berjudul “Jalan Kesempurnaan” kalau saya tidak lebih dahulu memiliki buku tersebut dan kemudian saya memberikannya kepada seseorang yang ingin membaca karya orang kudus asal Spanyol tersebut. Hanya kalau saya memilikinya, misalnya dengan membeli buku tersebut, maka saya bisa memberikannya kepada orang lain.

Dalam hal kasih, sama saja. Seseorang tidak dapat mengasihi orang lain kalau ia tidak lebih dahulu memiliki dan mengalami kasih. Dari mana ia menerima kasih? Pertama-tama ia menerima kasih dari Allah yang adalah kasih (1Yoh 4:8.16).

Sebab itu, Rasul Yohanes dalam suratnya yang pertama menulis, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” (1Yoh 4:19). Rasul Yohanes mengingatkan kita bahwa kita telah lebih dahulu menerima dan mengalami kasih dari Allah. Sejak kapan? Sejak kita diciptakan. Seperti dikatakan oleh Santo Thomas Aquino, seorang filsuf, teolog dan Pujangga Gereja yang hidup tahun 1225-1274, “Makhluk ciptaan keluar dari tangan Allah yang dibuka dengan kunci cinta.” Itulah sebabnya, setiap manusia sejak awal hidupnya sudah menerima dan mengalami kasih Allah.

Dari pengalaman itulah, maka yang diminta Allah seperti dikatakan dalam Injil hari ini, bukanlah sesuatu yang di luar kemampuan manusia. Allah sudah lebih dahulu mengasihinya, maka manusia diminta untuk kembali mengasihi-Nya dengan kasih yang sama. Demikianlah halnya dalam hal mengasihi sesama.

Yesus berkata, “Perintah yang paling utama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita itu Tuhan Yang Esa. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatanmu” (Mrk 12:29-30).

Rasul Yohanes mengatakan, “Jikalau seorang berkata, ‘Aku mengasihi Allah,’ dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (1Yoh 4:20-21).

Kata-kata Rasul Yohanes menegaskan apa yang dikatakan dalam Injil hari ini bahwa perintah pertama mesti ada gandengannya dengan perintah yang kedua, “Ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih utama daripada kedua perintah ini” (Mrk 12:31).

Para saudara dan saudari, “Mengasihi Allah dan manusia merupakan satu paket yang mesti dilakukan oleh manusia. Allah yang telah menciptakan manusia dengan kekuatan cinta-Nya dan telah mencurahkan kasih-Nya di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita (lih. Rom 5:5) telah memampukan manusia untuk mengasihi Allah dan sesama manusia seperti diri sendiri.

“Jadi,” kata Santo Agustinus, “Allah (lebih dahulu) mengasihi kita, agar kita saling mengasihi, Dengan mengasihi kita, Ia mengikat kita bersama supaya saling mengasihi, dan menghimpun semua anggota dalam ikatan mesra ini.” Selain saling mengasihi antarsesama manusia dan mengasihi alam ciptaan yang ada di bumi, rumah kita bersama, kita juga mesti mengasihi Allah yang adalah kasih. Semoga Masa Prapaskah ini memurnikan kasih kita kepada Allah dan sesama manusia. Tuhan memberkati! [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Pembaruan Dalam Diri" Oleh RP Yohanes Tinto Tiopano Hasugian, O.Carm