Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Minggu 13 September 2026

Bacaan Liturgis – Hari Minggu Biasa XXIV, 13 September 2026

  • Bacaan Pertama: Kitab Putra Sirakh 27:30-28:9

  • Mazmur Tanggapan: Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-2.3-4.9-10.11-12

  • Bacaan Kedua: Roma 14:7-9

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan, yaitu supaya kamu saling mengasihi sama seperti Aku telah mengasihi kamu. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Matius 18:21-35

Jika Kita Tidak Mengampuni Sesama Saudara

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hari ini kita memasuki hari Minggu Biasa XXIV, minggu ketiga dalam Bulan Kitab Suci Nasional. Bersama Gereja, umat Allah yang satu, kudus, katolik dan apostolik, hari ini kita membaca dan merenungkan Injil Matius bab 18:21-35.

Injil hari ini menghadirkan sosok seorang yang egois. Ia tidak mau bermurah hati. Ia sudah mengalami belas kasih berupa penghapusan dari hutangnya yang banyak. Namun, terhadap sesama yang berhutang sedikit kepadanya, ia tidak mau berbelas kasih. “Hamba, yang oleh tuannya dibebaskan dari hutangnya, dan kemudian tidak mau mengampuni sesama hamba, dimasukkan dalam penjara. Karena ia tidak mau bersikap murah hati terhadap kawannya, ia kehilangan pengampunan, yang ia terima dari kemurahan tuannya,” kata Santo Siprianus, dalam sebuah uraiannya tentang Injil Mat 18:21-35.

Itulah sebabnya Santo Siprianus (210-258) juga mengingatkan kita, “Kita tidak akan menerima yang kita mohon bagi kesalahan kita, apabila kita tidak berbuat demikian juga terhadap mereka yang bersalah kepada kita.” Betapa sering kita berbuat tidak adil, ketika Allah sudah mengampuni dosa kita, kita tidak berbelas kasih dan mengampuni kesalahan sesama. Kita masih hidup dengan penuh perhitungan. Kita masih lekat dengan pengalaman masa lalu, yakni kesalahan sesama yang terus diingat-ingat. Kita tidak mau hidup dalam kelepasan yang mendatangkan damai di hati, yang diperoleh dengan cara mengampuni.

Saudara-saudari, setiap kita tentunya ingin hidup bahagia sesuai dengan panggilan kita. Oleh karena itu, mari kita jadikan Kristus sebagai cermin tanpa noda. Kristus adalah cermin hidup kita. Ia hadir sebagai pengampun bagi siapa pun yang berdosa dan bertobat. Maka, kita pun perlu mengikuti jejak-Nya, menjadi pengampun bagi sesama.

Dengan mengikuti jejak Kristus, pengampun bagi siapa pun yang berdosa, kita akan menjadi pengampun bagi sesama. Sebaliknya, dengan mengikuti jejak setan atau iblis, atau menjadi anak-anak iblis, mereka “tidak mengasihi saudaranya” (1Yoh 3:10). Atau menurut sang bijak dalam bacaan pertama, mereka “mendendami sesama manusia” (Sir 28:7). Sang bijak mengingatkan bahwa “dendam kesumat dan amarah sangatlah mengerikan, dan orang berdosalah yang dikuasainya” (Sir 27:10). Mengerikan, karena “siapa saja yang membalas dendam akan dibalas oleh Tuhan. Tuhan dengan saksama memperhitungkan segala dosanya” (Sir 28:1). Sungguh mengerikan bagi sang pembalas dendam, yang bukan pengampun.

Oleh karena itu, sabda Yesus hari ini perlu kita camkan, “Demikian pula Bapa-Ku di surga akan berbuat terhadapmu, apabila kamu tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu” (Mat 18:35). Bapa di surga tidak mengampuni dosa kita, jika kita tidak mengampuni sesama saudara dengan segenap hati. Itu berarti, dosa kita tidak diampuni seukur dengan pengampunan yang tidak kita berikan terhadap sesama saudara yang bersalah terhadap kita. Mengerikan bukan? Sungguh mengerikan!

Mari kita mohon pengampunan dari Allah Bapa Yang Maha Rahim agar kita bisa mengampuni sesame saudara. Sebab, kita tidak bisa memberi pengampunan, jika kita tidak memiliki pengalaman diampuni oleh Bapa surgawi. Tuhan memberkati! [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.