Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Senin 13 April 2026

Bacaan Liturgis – Senin Pekan II Paskah, Senin, 13 April 2026

  • Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 4:23-31

  • Mazmur Tanggapan: Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Mu, ya Tuhan

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mazmur 2:1-3.4-7a.7b-9

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Alleluya. Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Alleluya

  • Bacaan Injil: Yohanes 3:1-8

Pertobatan Yang Kedua-Berjalan Menuju Sang Terang

Saudari dan saudara terkasih, Injil hari ini berkisah tentang Nikodemus, seorang Farisi dan pemimpin agama Yahudi datang kepada Yesus hendak mencari makna hidup yang lebih mendalam. Dia pribadi yang rendah hati, simpatik dan memiliki hati yang tulus mengakui keterbatasan diri meskipun seorang pemuka agama. Kerendahan hatinya untuk selalu ingin memperbaharui diri mendorong dia untuk lebih memperdalam imannya dengan mendekat kepada Yesus dan mendengarkan pengajaran-Nya. Nikodemus datang dari kegelapan. Merupakan sebuah simbol bahwa Nikodemus belum menemukan pencerahan dalam hidupnya meskipun dia seorang pemuka agama. Dia dari kegelapan menuju kepada Kristus, berarti menuju kepada Sang Terang.

Nikodemus mau mendengarkan pengajaran Yesus dengan sepenuh hati dan mengakui Yesus sebagai Rabi atau guru yang datang dari Allah Bapa. Ada kata-kata Yesus yang sangat menarik perhatian dari Nikodemus yaitu soal kelahiran baru. Dengan pengajaran Yesus, dia sampai kepada pemahaman iman yang sejati bahwa untuk mengalami pertobatan yang sejati dan menikmati persatuan dengan Tuhan, setiap manusia harus dilahirkan kembali dalam Roh. Kita harus dilahirkan kembali dengan rahmat baptisan, dengan demikian kita menerima kekuatan Roh Kudus dan hidup di dalam Roh itu. Kristus yang bangkit telah menebus kita dengan kebangkitan itu, mendamaikan kita dengan Allah Bapa. Ketika menerima Roh Allah ini maka dengan sendirinya kita menjadi manusia baru dan hidup di dalam terang Kristus. Maka sebagai orang Kristiani sejati kita juga harus menjadi pembawa terang, damai, suka cita serta pengharapan bagi dunia ini. Maka mari belajar rendah hati seperti Nikodemus, mendekat kepada Tuhan, dan membiarkan diri kita dibentuk dan dipenuhi oleh ajaran dan cinta Kristus. Itulah pertobatan sejati dan awal mula peneguhan bagi kita untuk jadi sumber terang bagi sesama dan dunia ini.

@RP. Tinto Hasugian O. Carm

VIDEO HIGHLIGHT

Video Ucapan Selamat Paskah Dari Romo Romo Paroki Meruya