Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Senin 19 Oktober 2026

Bacaan Liturgis – Hari Biasa Pekan XXIX, Senin, 19 Oktober 2026

  • Bacaan Pertama: Efesus 2:1-10

  • Mazmur Tanggapan: Tuhanlah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2.3.4.5

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Lukas 12:13-21

Kemelekatan Duniawi Yang Menjerat

Apa yang kita anggap paling berharga di dunia ini akan mempengarungi setip oriesntasi dan sudut pandang kita dalam memaknai hidup ini. Ketika kita menaruh fokus perhatian dan orientasi utama kita pada uang dan harta, maka seluruh hati, kekuatan dan pikiran akan melulu ke usaha-usaha untuk mencari uang dan menumpuk harta sebanyak-banyaknya sebagai tujuan hidup. Ketika kita menempatkan kedudukan dan jabatan sebagai prioritas hidup kita agar merasa bahwa hidup menjadi nyaman dan terlindungi, maka kita akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan jabatan dan kekuasaan itu. Dimana keinginan dan ambisi kita tertuju, maka seluruh orientasi dan usaha-usaha kita akan kita arahkan menuju kepada tujuan ambisi dan keinginan tersebut.

Kekayaan dan barang-barang duniawi sering kita anggap sebagai jalan utama bagi kita untuk mendapatkan kenyamanan dan kenikmatan. Itu yang membuat kita akhirnya menjadi β€˜candu’ dan terlena kepada zona nyaman itu. Akhirnya kita fokus terus untuk mengkondisikan situasi ini dan tidak mau memikirkan apapun selalu mempertahankan situasi itu. kita sebenarnya menipu diri dan hidup dalam kepalsuan dengan sikap hidup demikian.

Ada ungkapan yang mengatakan, akar dari segala penderitaan manusia di dunia ini adalah ketika kita terlalu melekat pada hal-hal duniawi. Ketika hidup kita terlalu terlena dengan kenikmatan duniawi dengan segala kemewahan yang terus datang menggoda kita, maka tentu hati kita tidak akan pernah terarah menuju kepada Tuhan. Maka mestinya kita tidak boleh terlena kepada yang insani dan duniawi kalau kita hendak serius mencari yang ilahi dan Kerajaan Allah di dunia ini. Dalam Injil hari ini Yesus menegur kita bahwa adalah sesuatu kebodohan dan sangat tidak bijaksana kalau seluruh waktu tenaga dan pikiran hanya kita kerahkan untuk kenikmatan-kenikmatan yang mudah berlalu dan tidak abadi. Maka mencari perkara yang ilahi agar keilahian lah yang menguasai hidup kita.

@RP Tinto Hasugian O. Carm

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.