Selamat Ulang Tahun

RP Agustinus Ari Pawarto, O.Carm

19 Juni

Kunjungan Bunda Maria Ke Wilayah

Tahun 2024

Info Lebih Lanjut

Jadwal Petugas Tata Tertib

Paroki Meruya

Info Lebih Lanjut

Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Rabu 19 Juni 2024

Bacaan Liturgis – Pekan Biasa XI, Rabu, 19 Juni 2024

  • Bacaan Pertama: 2 Raja-Raja 2:1.6-14

  • Mazmur Tanggapan: Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai kalian semua yang berharap kepada Tuhan.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 31:20.21.24

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Matius 6:1-6.16-18

Renungan Singkat : Memberi Sedekah

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, memberi sedekah, jika dilakukan dengan benar, akan menjadi berkah dan mendatangkan upah. Itulah sebabnya, hal memberi sedekah sangat dijunjung tinggi dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, oleh para nabi dan orang-orang Yahudi pada umumnya.

Dalam kitab Ulangan terdapat firman yang menarik untuk direnungkan, bunyinya demikian, “Jika sekiranya ada di antaramu seorang miskin, salah seorang saudaramu di dalam salah satu tempatmu, di negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, maka janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu, tetapi engkau harus membuka tangan lebar-lebar baginya dan memberi pinjaman kepadanya dengan limpahnya, cukup untuk keperluannya, seberapa ia perlukan” (Ul 15:7-8).

Musa menyebut seorang miskin sebagai salah seorang saudara. Seorang miskin, siapa pun dia, adalah seorang saudara, yang hidup di tempat yang Tuhan Allah berikan, negeri Israel. Karena ia adalah seorang saudara yang memiliki martabat yang sama di hadapan Allah sehingga harus dikasihi, diberi perhatian dan dilayani, maka Musa berkata, “Janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu, tetapi engkau harus membuka tangan lebar-lebar baginya” (ay. 7-8).

Musa menegaskan lagi, “Orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu” (ay. 11).

Mengenai memberi sedekah, Malaikat Rafael menasihati Tobit dan anaknya Tobia demikian, “Lebih baiklah doa benar dan sedekah jujur daripada kekayaan yang lalim. Memang sedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa. Orang yang melakukan sedekah akan menjadi puas dengan umurnya” (Tob 12:8-9). Rafael menunjukkan upah dari sedekah yakni dilepaskan dari maut dan dihapus dari setiap dosa.

Benar, jika sedekah dilakukan sebagai ungkapan kasih terhadap sesama saudara, maka tindakan memberi sedekah akan menghapus setiap dosa. Itulah sebabnya Rasul Petrus berkata, “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa” (1Ptr 4:8).

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, penderma yang memberi sedekah dengan tulus, penuh kasih, tanpa pamrih, tentu tidak pernah mengharapkan upah atau imbalan. Namun, Bapa yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepada si pemberi sedekah (lih. Mat 6:4). Oleh karena itu, pemberian sedekah perlu dilakukan dengan tangan kanan tanpa tangan kiri tahu apa yang diperbuat oleh tangan kanan (ay. 3).

Apa maksudnya memberi dengan cara demikian itu? Dalam memberi sedekah kepada orang miskin atau berkekurangan atau kepada orang yang saat itu sedang membutuhkan pertolongan, mesti dilakukan bukan untuk mencari kepuasan diri atau kebanggaan diri atau kemuliaan diri, tetapi dengan motivasi karena benar-benar ingin menolongnya. Maka, berilah sedekah dengan bersahaja, tanpa mengharapkan apa-apa, juga tanpa mengharapkan upah atau imbalan. Alasannya, karena mendapatkan upah itu urusan Bapa yang di surga yang melihat yang tersembunyi.

Para saudara yang dikasihi Tuhan, mari kita semakin menghormati martabat hidup setiap orang, terutama saudara-saudari kita yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Caranya, antara lain dengan memberi sedekah, sehingga orang lain juga mengalami berkah yang melimpah dari Allah.

[RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Alleluia!" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm