Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Senin 13 Juli 2026

Bacaan Liturgis – Senin, 13 Juli 2026 (Hari Biasa Pekan XV)

  • Bacaan Pertama: Kitab Yesaya 1:10-17

  • Mazmur Tanggapan: Siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Alleluya. Sabda Allah itu hidup dan kuat, sanggup membedakan pikiran dan maksud hati kita. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Matius 10:34–11:1

Mencintai Yesus Di Atas Segala-Galanya

Saudari dan saudara yang terkasih, hari ini perkataan Yesus dalam Injil mengajak kita semua untuk lebih serius memikirkan niat kita yang tulus, suci dan militan dalam mengikut Dia. Yesus berkata, “Barang siapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagiku. Dan barang siapa mengasihi putranya atau putrinya lebih daripa-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Yesus tidak bermaksud agar kita sungguh-sungguh membenci keluaarga kita dan tidak memberi empati kepada mereka. Sama sekali tidak. Yesus tidak anti kepada keluarga. Yesus hendak menekankan urgensi keberpihakan kita kepada Kerajaan Allah serta menjaga jarak dengan hiduo keduniawian kita yang terlalu asik dengan kepentingan diri kita sendiri.

Yesus juga dengan tegas mengatakan, “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” Mengikuti Yesus selalu identik dengan mau memanggul salib kita sendiri sebagaimana Kristus memanggul salib-Nya dengan kerelaan yang mendalam. Menerima dan memanggul salib bagi kita sebagai seorang kristiani adalah kemampuan dan kesiap sediaan menema tantangan, penderitaan dan percobaan kerika kita memilih untuk membela Kristus dan hidup demi Kristus. Kemampuan menerima salib adalah indikasi ukuran kedewasaan iman seseorang.

Dalam Injil hari ini juga Kristus menegaskan bahwa keberpihakan kepada orang kecil dan menderita adalah juga kunci ketulusan dan kebaikan sebagai seorang pengikut Kristus. Memberi perhatian dan cinta yang tulus kepada mereka yang menderita adalah sebuah sikap yang tulus yang juga adalah ungkapan cinta kepada Yesus secara konkrit. Sebaba Kristus berkata, “Apapun yang engkau lakukan kepada saudara-Ku yang paling hina, engkau perlakukan juga terhadap-Ku”. Semoga kita mampu mencintaai Kristus di atas segala-galanya.

@RP Tinto Hasugian O. Carm

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.