Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Rabu 18 Februari 2026

Bacaan Liturgi : Hari Rabu Abu, Pantang dan Puasa, Rabu, 18 Februari 2026

  • Bacaan Pertama : Yoel 2:12-18

  • Mazmur Tanggapan : R. Kasihanilah kami, ya Allah, karena kami orang berdosa.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mazmur 51:3-4.5-6a.12-13.14.17

  • Bacaan Kedua : 2 Korintus 5:20-6:2

  • Bait Pengantar Injil : Terpujilah. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara Tuhan, janganlah bertegar hati. Terpujilah.

  • Bacaan Injil : Matius 6:1-6.16-18

Melakukan Perbuatan Baik dengan Tulus

Orang seringkali menilai bahwa suatu perbuatan baik (kebajikan) hanya bermakna bilaperbuatannya mendapat pengakuan dari orang lain, dilihat, diakui dan dipuji oleh orang lain. Penilaian inilah yang membuat orang kemudian hanya melakukan suatu kebaikan, kalau apa yang dilakukannya itu dilihat, diakui dan dipuji orang. Bila perbuatan baiknya tidak dilihat dan dipuji orang, dia tidak mau melakukan baik.

Yesus dalam bacaan Injil hari ini mengecam mentalitas orang yang hanya melakukan perbuatan baik kalau dilihat dan dipuji orang. Alasannya karena hal itu dilakukan semata untuk menyombongkan diri, artinya melakukan hal itu bukan untuk sesamanya yang menderita atau untuk kemuliaan Allah, tetapi untuk kepentingan atau popularitas dirinya sendiri. Orang semacam ini menurut Yesus tidak akan mendapat upah (pahala) dari Bapa di Sorga karena dia sudah mendapatkan upahnya dari orang lain, berupa pujian dan penghargaan. Karena itu Yesus mengajak para murid-Nya untuk melakukan perbuatan baik secara tersembunyi, artinya melakukan perbuatan baik secara tulus, tanpa menuntut balasan atau pujian. Melakukannya semata-mata demi cinta kepada Allah dan sesama. Hanya dengan demikian perbuatan baik kita akan berkenan di hati Bapa dan Bapa akan membalas segala perbuatan baiknya.

Godaan untuk melakukan perbuatan baik supaya dipuji orang begitu besar dewasa ini. Orang hanya mau menyumbang untuk Gereja atau karya social, kalau apa yang diperbuatnya itu diketahui oleh umat atau masyarakat, baik lewat televisi, sosiial media maupun surat kabar. Seorang imam melakukan banyak terobosan di parokinya bukan semata-mata untuk kesejahteraan rohani umatnya, tetapi lebih supaya dirinya mendapat pujian atau penghargaan dari umatnya. Seorang suami hanya akan setia pada pasangannya bila pasangannya melihat dia atau bersama-sama dia, bila tidak, ia tidak setia kepada pasangannya (selingkuh dengan perempuan lain). Anak-anak pun juga bersikap sama. Mereka hanya kelihatan manis, rajin belajar, tidak nakal kalau ada orang tuanya, tetapi bila tidak ada orang tuanya, mereka tidak mau belajar dan berbuat hal-hal yang tidak baik.

Yesus dalam bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk mau melakukan perbuatan baik dengan tulus ikhlas. Mau melakukan perbuatan baik, meskipun tidak dilihat, dipuji dan mendapat sesuatu dari orang lain. Karena yang terpenting bagi Allah bukan yang dilihat oleh manusia, tetapi yang dilihat oleh Allah. Itulah yang terpenting. Itulah yang diperhitungkan Allah sebagai kebajikan yang pantas mendapat balasannya.

Marilah berdoa :

Allah Bapa yang Mahabaik, kami mengucap syukur kepada-Mu karena kami telah Kau perkenankan memasuki masa Prapaskah, masa pertobatan. Bantu kami agar di masa Prapaskah ini kami sungguh-sungguh mampu untuk melakukan puasa dan perbuatan baik kami dengan tulus. Bukan semata-mata untuk mendapatkan pujian atau penghargaan, tetapi benar-benar merupakan wujud pertobatan kami dan kasih kami kepada Allah dan sesama. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm