Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Senin 21 September 2026

Bacaan Liturgis โ€“ Pesta Santo Matius, Senin, 21 September 2026

  • Bacaan Pertama: Efesus 4:1-7.11-13

  • Mazmur Tanggapan: Di seluruh dunia bergemalah suara mereka.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-3.4-5

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu paduan suara para rasul bersyukur, ya Tuhan. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Matius 9:9-13

Jalan yang Suci dan Baik

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hari ini Gereja merayakan Pesta Santo Matius. Dia adalah salah seorang rasul Yesus dan juga salah seorang penulis Injil Sinoptik. Nama Matius (Ibrani: Mattai) artinya anugerah Allah atau emet yang berarti kebenaran atau kesetiaan.

Dalam kisah panggilan mengikut Yesus, nama Matius hanya disebut dalam Injil Matius (8:18-22). Dalam Injil Markus dan Lukas, nama Matius diganti dengan nama Lewi untuk orang yang sama. Namun, dalam kisah tentang pemanggilan kedua belas rasul, nama Matius disebut dalam ketiga Injil Sinoptik, yakni dalam Injil Matius (Mat 10:1-4), Injil Markus (Mrk 3:13-19) dan Injil Lukas (Luk 6:12-16).

Sebagai seorang pemungut cukai, sebagaimana disebutkan dalam Injil hari ini bahwa ketika Yesus datang hendak memanggil Matius, yang sedang duduk di rumah cukai atau di kantor cukai (Mat 9:9), dia mempunyai kemampuan untuk tulis-menulis. Tentu saja, dia bukan hanya pandai menulis angka-angka berkaitan dengan jumlah cukai yang diterima dari para pembayar cukai setiap harinya, tetapi juga berkaitan dengan hal lain, yakni dalam hal menulis Kabar Baik yang Yesus wartakan. Maka, kelak setelah Yesus naik ke surga, dia menulis Injil, yang disebut Injil Matius.

Dalam daftar dua belas rasul atau โ€œkelompok dua belas rasulโ€, Matius berada pada urutan ketujuh dalam Injil Markus (3:18) dan Injil Lukas (6:15). Sedangkan dalam Injil Matius sendiri, dia menempati urutan ke delapan (Mat 10:3). Akan tetapi, dalam Kisah Para Rasul, Lukas sebagai penulis Kisah Para Rasul menempatkan nama Matius juga pada urutan kedelapan (Kis 1:13), bukan pada urutan ketujuh seperti dalam Injil Lukas (Luk 6:15).

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, sebagai seorang pemungut cukai, ia dimasukkan dalam kelompok orang-orang berdosa, kelompok orang-orang yang seharusnya dijauhkan atau dipinggirkan dalam kehidupan publik (lih. ay. 11). Namun, tidaklah demikian dengan cara pandang Yesus. Sebagai Pribadi, utusan Allah, yang membawa misi ke dunia yakni menyelamatkan mereka dari segala dosa mereka (bdk. Mat 1:21), maka Yesus justru dapat mendekati Matius dan memanggilnya.

Dalam panggilan Yesus terhadap Matius, pemungut cukai, Santo Beda Venerabilis, seorang biarawan dan Pujangga Gereja yang hidup tahun 673-735, mengatakan bahwa Yesus tidak melihat Matius dengan mata jasmani, tetapi lebih dengan mata belas kasih dan melihatnya sebagai seorang pribadi yang layak menjadi murid-Nya. Itulah sebabnya Dia berkata, โ€œIkutlah Aku!โ€ Kata โ€œikutโ€ berarti โ€œmengikuti jejakโ€; maksudnya, tidak dengan mengikuti jejak kaki, melainkan dengan mengubah hidup. Sebab, kata Santo Beda Venerabilis, barangsiapa berkata bahwa ia mengikuti Kistus, maka hal itu berarti dia harus berjalan mengikuti jalan Kristus.

Matius segera berdiri, lalu mengikuti Yesus. Peristiwa saat itu sepertinya tidak ada persoalan sama sekali bagi Matius untuk segera meninggalkan kantor cukainya, pekerjaannya yang menjanjikan dan kemudian mengikuti Yesus. Namun, hal itu terjadi, pasti karena saat itu dia menerima rahmat Tuhan secara khusus dimana Tuhan menerangi akal budinya. Sehingga dia mengerti, bahwa Yesus, yang memanggilnya untuk meninggalkan kepentingan duniawi, dapat memberikan harta yang tak akan binasa di surga.

Umat kekasih Tuhan, dengan latar belakang yang berbeda, kita pun telah dipanggil untuk mengikuti Yesus. Kita adalah murid-murid Yesus yang dipanggil untuk mengikuti jalan Yesus. Kita mengikuti jalan Yesus yang tidak lain adalah jalan belas kasih, karena Dia datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa (Luk 9:13). Kita semua dipanggil juga dengan latar belakang sebagai orang berdosa, supaya dengan mengenal dan mengikuti Yesus kita menjadi murid-murid-Nya yang menempuh jalan belas kasih, jalan kesucian, jalan kerendahan hati, jalan kelemahlembutan dan jalan kesabaran.

Rasul Paulus sendiri dalam suratnya kepada jemaat di Efesus (bacaan pertama), memberi nasihat kepada para pengikut Yesus. Tujuannya, supaya sebagai orang-orang yang terpanggil, kita hidup sepadan dengan panggilan itu, yakni selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar (Ef 4:2a). Ada satu jalan lagi yang harus dilewati, yakni jalan kasih (ay. 2b).

Para saudara yang dikasihi Tuhan, mari kita hidup mengikuti jalan Yesus, yang meliputi jalan kasih, jalan belas kasih, jalan kesucian, jalan kerendahan hati, jalan kelemahlembutan dan jalan kesabaran. Semua jalan tersebut mengarah ke tujuan yang satu dan sama: Kerajaan Surga. Sebab itu, mari kita menempuh jalan itu, jalan yang suci dan baik. [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.