Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Selasa 24 Februari 2026

Bacaan Liturgi : Pekan I Prapaskah, Selasa, 24 Februari 2026

  • Bacaan Pertama : Yesaya 55:10-11

  • Mazmur Tanggapan : R. Tuhan melepaskan orang benar dari segala kesesakannya.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mazmur 34:4-5.6-7.16-17.18-19

  • Bait Pengantar Injil : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal. Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Terpujilah.

  • Bacaan Injil : Matius 6:7-15

Doa yang berkenan di hadapan Allah

Dalam bacaan Injil hari ini Yesus mengajarkan tentang doa yang benar. Ia menegur mereka yang berdoa dengan kata-kata yang bertele-tele, seolah-olah dengan banyaknya kata dapat membuat doa lebih berkuasa. Yesus justru mengajarkan doa Bapa Kami, sebuah doa yang sederhana, tetapi sangat mendalam maknanya.

Dari perikop ini kita bisa merenungkan tiga hal penting. Pertama, doa adalah komunikasi hati dengan Allah. Yesus mengingatkan bahwa doa bukanlah sekedar ucapan kata-kata, tetapi komunikasi yang tulus dengan Allah. Allah tidak tergerak oleh panjang doa, tetapi ketulusan hati kita. Maka setiap kali berdoa, hendaknya kita melakukan dengan hati yang penuh iman dan kepercayaan bahwa Bapa di surga sudah mengetahui apa yang kita butuhkan.

Kedua, Doa Bapa Kami sebagai pedoman doa yang sempurna. Dalam Doa Bapa Kami, Yesus mengajarkan doa yang mencakup segala aspek kehidupan : mengutamakan kemuliaan dan kehendak Allah (“Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu”), memohon kebutuhan jasmani (“Berikanlah kami rezeki pad hari ini”), memohon pengampunan dan kekuatan untuk mengampuni (“Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni”). Doa ini mengajarkan keseimbangan antara kebutuhan rohani dan jasmani, serta mengarahkan hati kita untuk hidup dalam kehendak Allah.

Ketiga, mengampuni agar diampuni. Yesus menutup ajaran-Nya dengan peringatan yang serius : jika kita tidak mengampuni orang lain, Bapa di Surga juga tidak akan mengampuni kita. Ini mengingatkan bahwa pengampunan adalah kunci penting dalam hidup doa kita. Kita tidak bisa datang kepada Allah dan meminta pengampunan sementara kita sendiri masih menyimpan dendam atau kebencian terhadap sesama.

Sabda Tuhan yang kita dengarkan hari ini mengajak kita untuk berdoa dengan hati yang tulus, mengikuti teladan Doa Bapa Kami, dan hidup dalam semangat pengampunan. Yesus menghendaki agar doa-doa kita bukan hanya menjadi kata-kata, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan kasih dan pengampunan kepada sesama. Amin.

Marilah berdoa :

Allah Bapa yang Mahabaik, kami mengucap syukur kepada-Mu karena Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus telah mengajarkan suatu doa yang baik, Doa Bapa Kami. Semoga kami mampu menjadikan Doa Bapa Kami sebagai pedoman dalam hidup kami, sehingga setiap doa yang kami panjatkan, tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi juga menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Harmoni Seluruh Ciptaan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm