Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Sabtu 29 Agustus 2026

Bacaan Liturgi : PW. Wafat St. Yohanes Pembaptis, Martir, Sabtu, 29 Agustus 2026

  • Bacaan Pertama : Kitab Yeremia 1:17-19

  • Mazmur Tanggapan : R. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mazmur 71:1-2.3-4a.5-6ab.15ab.17

  • Bait Pengantar Injil : Alleluya. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Alleluya.

  • Bacaan Injil : Markus 6:17-29

Berani Menyuarakan Kebenaran

Dalam Injil Markus 6:17-29, kita mendengar kisah tragis tentang kematian Yohanes Pembaptis. Yohanes dipenjarakan dan akhirnya dibunuh karena keberaniannya menegur Raja Herodes: β€œTidak halal engkau mengambil istri saudaramu!” Yohanes tidak takut menyuarakan kebenaran, meskipun ia tahu bahwa sikapnya dapat membahayakan dirinya.

Yohanes Pembaptis mengajarkan kepada kita bahwa kesetiaan kepada kebenaran terkadang menuntut keberanian dan pengorbanan. Ia tidak memilih jalan yang mudah demi menyelamatkan dirinya. Ia lebih memilih tetap setia kepada Allah daripada berkompromi dengan kesalahan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun sering menghadapi godaan untuk diam ketika melihat ketidakadilan, kebohongan, atau sesuatu yang tidak benar. Kadang kita takut ditolak, kehilangan teman, jabatan, atau kenyamanan. St. Yohanes Pembaptis mengingatkan kita: iman bukan hanya tentang berdoa dan berbicara tentang Tuhan, tetapi juga keberanian untuk hidup benar ketika kebenaran itu memiliki harga.

Namun, keberanian Yohanes bukanlah keberanian untuk menghakimi. Ia adalah keberanian seorang yang hatinya tertuju kepada Allah. Semoga kita pun memiliki hati yang teguh: berani mengatakan yang benar dengan kasih, berani menolak yang salah, dan tetap setia kepada Kristus dalam keadaan apa pun.

St. Yohanes Pembaptis, doakanlah kami, agar kami berani menjadi saksi kebenaran dan tetap setia kepada Tuhan sampai akhir hidup kami.

Doa :

Tuhan Yesus, melalui teladan St. Yohanes Pembaptis, ajarilah kami untuk mencintai dan memperjuangkan kebenaran. Berilah kami keberanian untuk tetap setia kepada-Mu meskipun menghadapi kesulitan dan penolakan. Jauhkan kami dari sikap takut dan kompromi terhadap dosa. Semoga hidup kami menjadi kesaksian tentang iman, kasih, dan kebenaran-Mu. Amin.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.