Hari Senin - Sabtu
Hari Jumat Pertama Setiap Bulan
Hari Sabtu
Hari Minggu
Ditiadakan
Bacaan Liturgis – Hari Minggu Prapaskah II, 01 Maret 2026
Bacaan Pertama: Kejadian 12:1-4a
Mazmur Tanggapan: Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.
Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 33:3-4.18-19.20.22
Bacaan Kedua: 2Tim 1:8b-10
Ayat Bait Pengantar Injil: Dari dalam awan yang terang terdengarlah suara Bapa, “Inilah Anak yang kukasihi; dengarkanlah Dia! Terpujilah.
Bacaan Injil: Matius 17:1-9
Iman Datang dan Mendapat Peneguhan dari Mendengarkan
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hari ini kita memasuki pekan kedua Masa Prapaskah. Dalam semangat Laudato Si’, hari ini kita diajak untuk menikmati keindahan alam sebuah gunung yang tinggi, yang dalam Injil tidak disebutkan Namanya namun menurut tafsiran tradisional gunung itu disebut Gunung Tabor.
Jika saat ini Anda ada di tanah datar, seperti di Jakarta, Anda cukup membayangkannya saja. Jika Anda sedang berada di luar Jakarta atau di daerah pegunungan, nikmati hari ini sebagai hari untuk mengagumi keindahan alam. Sebab, kata Paus Fransiskus, “Seluruh alam semesta materiil adalah bahasa cinta Allah, kasih sayang-Nya yang tak terbatas bagi kita. Tanah, air, gunung, semuanya ibarat belaian Allah” [Ensiklik Laudato Si’, No. 84].
Selain itu, para saudara, “Dari pemandangan paling luas sampai ke bentuk kehidupan terkecil, alam adalah sumber ketakjuban dan kekaguman yang terus-menerus, itu sekaligus wahyu ilahi yang terus-menerus,” kata para uskup yang tergabung dalam Konferensi Waligereja Katolik Kanada (Ibid., Laudato Si’, No. 85).
Dari antara alam yang sedemikian luas, gunung juga merupakan salah satu sumber alam yang memberikan rasa takjub bagi manusia. Paus Fransiskus mengingatkan bahwa kemampuan untuk takjub dan kagum bisa memimpin kepada kedalaman hidup (Ibid., No. 225). Kemampuan seperti dimaksud oleh Paus Fransiskus bisa dilatih dengan cara membiasakan diri berkontak dengan alam, mengarahkan pandangan ke alam sekitar, memberikan hati, perhatian dan kepedulian sehingga makin lama makin terasah kepekaan batin kita. Dari situlah ketakjuban dan kekaguman itu muncul dan kita dibawa kepada kedalaman hidup.
Saudara-saudari, khususnya para pemerhati dan pencinta lingkungan hidup, ketakjuban dan kekaguman selain bersumber dari alam – seperti gunung – juga berasal dari sumber lain. Bagaimana hal ini bisa dimengerti? Perjalanan ekologis yang dilakukan oleh Yesus bersama ketiga murid-Nya, Petrus, Yakobus dan Yohanes membantu kita.
Yesus adalah Seorang yang begitu mencintai alam. Terbukti bahwa pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi ke tempat yang sunyi serta berdoa di sana (lih. Mrk 1:35). Yesus juga pergi ke gunung untuk berdoa di tengah alam, puncak gunung. Ia pernah pergi ke gunung seorang diri untuk menyepi, menyendiri dan berdoa (lih. Mat 14:23; Mrk 6:46; Yoh 6:15). Seperti dikisahkan dalam Injil hari ini (Mat 17:1-9), Yesus pergi ke sebuah gunung yang tinggi bersama-sama dengan ketiga murid-Nya. Tujuan kepergian Yesus ke gunung itu tidak dikatakan, namun menurut Injil Lukas, tujuan mereka adalah untuk berdoa kepada Bapa-Nya (Luk 9:28).
Ketika mereka sendirian saja, wajah Yesus berubah, bercahaya seperti matahari (Mat 17:2b). Perubahan wajah ini bisa mewakili seluruh pribadi-Nya, pribadi yang penuh sukacita, damai dan bahagia. Disebutkan bahwa pakaian Yesus menjadi putih berkilau seperti cahaya. Warna putih berkilau juga menjadi simbol dari pakaian para malaikat surgawi, seperti dilihat oleh perempuan-perempuan ketika mereka pergi ke kubur Yesus dan tidak menjumpai mayat Yesus di sana kecuali dua orang yang berdiri di dalam makam Yesus memakai pakaian yang berkilau-kilauan (Luk 24:4). Itulah sebabnya, mereka yang telah bangkit dari antara orang mati hidup seperti malaikat di surga (lih. Mrk 12:25) yang mengenakan pakaian surgawi yaitu pakaian putih (bdk. Why 3:4-5).
Dalam perubahan rupa, biasa disebut transfigurasi, hadir Musa dan Elia yang sedang berbicara dengan Yesus. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan bersama Yesus, yang juga menampakkan kemuliaan-Nya. Suasana seperti ini tidak dilihat oleh ketiga murid Yesus karena mereka sedang tertidur. Namun, beruntung bahwa sebelum peristiwa kemuliaan tersebut berlalu, ketiga murid tersebut terbangun. Dan, ketika Musa dan Elia hendak meninggalkan Yesus, Petrus yang baru saja terbangun berkata kepada Yesus, “Tuhan, alangkah baiknya kita berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah aku dirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia” (Mat 17:4).
Ketakjuban Petrus dan rasa bahagia yang menyertainya, yang dirasakan “di tempat ini”, di atas gunung yang kudus (bdk. 2Ptr 1:17-18) bersumber dari Pribadi Yesus yang menampakkan kemuliaan-Nya, yang juga dihadiri oleh Musa dan Elia yang menampakkan diri dalam kemuliaan. Kemuliaan Yesus menjadi sumber kebahagiaan, bukan saja bagi Petrus tetapi juga bagi siapa pun, yang setelah mengenakan pakaian surgawi, hidup seperti para malaikat dan para kudus di surga, akan menikmati kebahagiaan abadi karena dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Yesus dalam kemuliaan-Nya (bdk. 1Tes 4:14).
Hal yang menarik, saudara-saudari, bahwa sementara Petrus belum selesai berbicara, “tiba-tiba turunlah awan yang terang menaungi mereka. Dari dalam awan itu terdengar pesan ilahi, pesan surgawi yang berkata, “Inilah Putra-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia! (ay. 5).
Awan menjadi tanda kehadiran Allah. Tentang awan ini, Katekismus Gereja Katolik menjelaskannya sebagai lambang dari kehadiran Roh Kudus dan Putra Allah, “Di atas gunung transfigurasi, Ia (Roh Kudus) datang dalam awan ‘yang menaungi’ Yesus, Musa, Elia, Petrus, Yohanes dan Yakobus, dan ‘satu suara kedengaran dari dalam awan: Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia!’ (Luk 9:34-35). ‘Awan’ yang sama itu akhirnya menyembunyikan Yesus pada hari kenaikan-Nya ke surga dari pandangan para murid (Kis 1:9); pada hari kedatangan-Nya awan itu akan menyatakan Dia sebagai Putra Allah dalam segala kemuliaan-Nya (bdk. Luk 21:27)” [No. 697].
Saudara-saudari, satu suara dari surga tersebut terdengar dari dalam awan. Ada dua pesan yang ditujukan kepada Petrus, Yakobus dan Yohanes. Pertama, bahwa Yesus yang menjadi Guru bagi para murid-Nya adalah Anak Allah. Kedua, Yesus sebagai Anak Allah inilah yang hendaknya didengarkan oleh murid-murid-Nya, dulu dan sekarang. Maka, tugas kita sebagai murid-murid Yesus adalah mendengarkan Dia (bdk. Pesan Prapaskah 2026 dari Paus Leo XIV). Dengan terus-menerus mendengarkan Dia, terutama pada Masa Prapaskah ini, iman kita akan terus bertumbuh dan diteguhkan. Sebab, iman datang dan mendapat peneguhan dari mendengarkan (bdk Rom 10:17). [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]
Syallom, Bapak/Ibu dan teman-teman terkasih dalam Kristus. 🙏
Panitia Paskah 2026 Paroki MKK mengundang seluruh umat untuk mengikuti Jalan Salib yang dilanjutkan dengan Misa sebagai persiapan menyambut Paskah. Mari kita ambil waktu untuk hening, berdoa, dan berjalan bersama Tuhan dalam suasana penuh iman.
Syallom, sobat KKMK! 💫
Masa Prapaskah bukan cuma soal pantang & puasa… tapi juga soal jalan bareng sama Tuhan 💜
"Kamu Muda, Berani Pikul Salib, Berani Rawat Bumi"
Yuk, ambil waktu sejenak buat ikut Jalan Salib Ekologis bersama.
Syallom, dalam Tahun Yubileum Khusus St. Fransiskus Assisi, mari kita mendoakan Novena Pertobatan Ekologis bersama.
Paroki Meruya - Gereja Maria Kusuma Karmel telah menerapkan Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan (PPADR). Silakan klik link berikut untuk informasi lebih lanjut
https://mkk.or.id/timsus-detail.php?s=ppadr .
Syallom, Minggu Prapaskah III adalah Minggu Laetare — Minggu Sukacita.
Di tengah tobat, Kristus memberi kita air hidup yang memuaskan dahaga jiwa.
PDPKK MKK mengundang Bapak/Ibu, Saudara-saudari terkasih dalam Perayaan Ekaristi penuh sukacita dan syukur.
Syallom, ARDAS KAJ 2026: "Keutuhan Alam Ciptaan" mengajak keluarga Katolik membangun pertobatan ekologis nyata melalui pemilahan sampah dari rumah.
Maka TSBP1 (SKK & Sie Kes) dan Subsie LH mengundang KorWil & Ketua Lingkungan menghadiri Sosialisasi & Edukasi -- "Pemilahan Sampah dalam Keluarga".
Syalom Keluarga MKK terkasih!
Mari mensyukuri berkat Ulang Tahun Perkawinan bersama keluarga tercinta dalam ✨ Misa Syukur Ulang Tahun Perkawinan ✨ periode Januari - Februari.
Syallom,
Berikut dilampirkan jadwal Prapaskah dan Pekan Suci beserta jadwal Sakramen Tobat 2026.
Syalom Bapak/Ibu/Saudara/i umat MKK terkasih,
Seksi Kesehatan Paroki Meruya mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam DONOR DARAH.