Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Rabu 01 April 2026

Bacaan Liturgis – Pekan Suci, Rabu, 01 April 2026

  • Bacaan Pertama: Yesaya 50:4-9a

  • Mazmur Tanggapan: Demi kasih setia-Mu yang besar, ya Tuhan, jawablah aku pada waktu Engkau berkenan.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm. 69:8-10.21-22.31.33-34

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Salam, ya Raja kami, hanya Engkaulah yang mengasihani kesesatan-kesesatan kami.

  • Bacaan Injil: atius 26:14-25

Sikap Tamak Membuat Manusia Semakin Jauh Dari Yang Ilahi

Hari ini dalam Injil dikisahkan bagi kita awal peristiwa penangkapan Yesus untuk disalibkan dengan sikap rakus dan tamaknya Yudas Iskariot yang tega menyerahkan Yesus kepada imam-imam kepala dan diganti dengan tigapuluh uang perak. Sungguh sangat menyedihkan, Kristus yang selama ini memberikan pengajaran iman yang mendalam, membuka mata hati dan jiwa para pendengar-Nya untuk mengenal Allah yang sesungguhnya, serta membuat banyak keajaiban untuk menolong hidup manusia dari ketiadaan harapan, hanya ‘dihargai murah’ oleh Yudas. Kerakusan dan ketamakan sering kali membuat manusia menjadi berpikiran pendek dan tidak berpikir secara jernih. Sikap rakus dan tamak serta diperparah dengan mentalitas ambisius seperti yang dihidupi oleh Yudas membuat kita manusia akan sulit menerima dan mengakui kebaikan dan ketulusan seseorang yang telah banyak kita terima. Orang yang tamak dan ambisius akan jatuh kepada sikap sombong yang akan sulit melihat sisi baik dari orang lain.

Kita bisa melihat sikap Yesus yang tetap tenang, mampu mengendalikan diri dan tidak menolak Yudas untuk ikut Perjamuan Malam terakhir bersama dengan Yesus. Yesus menerima setiap orang, bahkan orang yang telah menghianati-Nya sekalipun. Kristus tetap menunjukkan sikap KeAllahan-Nya yang mengampuni dan mempersilahkan setiap orang menggunakan kehendak bebasnya dalam hidup ini. Duduk makan bersama dalam perjamuan makan semestinya adalah peristiwa penuh persaudaraan, penerimaan dan saling memahami satu sama lain. Akan tetapi sikap tamak, ambisius dan ketidakmampuan bersyukur yang ada pada diri Yudas Iskariot membuatnya jadi gelap mata dan miskin hati nurani yang murni. Semoga kita tidak mudah jatuh dalam sikap tamak dan rakus, serta mampu menerima kehadiran Kristus dalam hidup kita sebagai kehadiran yang melegakan, mencerahkan dan membawa kita kepada iman yang sejati.

                                             

                                                                                                                                                                                                             @Rm. Tinto Hasugian O. Carm

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Pertobatan untuk merawat bumi, Rumah kita bersama" Oleh RP Agustinus Ari Pawarto, O.Carm