Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Rabu 11 Februari 2026

Bacaan Liturgi : Pekan Biasa V, Hari Orang Sakit Sedunia, Rabu, 11 Februari 2026

  • Bacaan Pertama : 1 Raja-raja 10:1-9

  • Mazmur Tanggapan : R. Mulut orang benar menuturkan hikmat

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mzm 37:5-6.30-31.39-40

  • Bait Pengantar Injil : Alleluya. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran. Alleluya.

  • Bacaan Injil : Markus 7:14-23

Kemurnian Hati

Orang sering mempermasalahkan soal halal dan haramnya makanan. Mana makanan yang boleh dimakan dan mana yang tidak boleh dimakan karena haram. Yesus dalam bacaan Injil hari ini mengatakan bahwa semua makanan halal karena yang masuk dalam perut seseorang itu tidak masuk ke dalam hati, tetapi langsung dibuang ke jamban. Sebaliknya yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskan. Sebab dari dalam hati timbul segala pikiran jahat, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal yang jahat yang keluar dari hati itulah yang menajiskan orang.

Karena itulah kita perlu menjaga kemurnian, kebersihan atau kesucian hati. Mengapa? Karena hati yang bersih itu menuntun orang pada kebenaran. Pada sikap, perilaku dan perkataan yang benar. Hati yang bersih itu membawa kedamaian dan kebahagiaan.

Lalu bagaimana caranya supaya kita memiliki hati yang bersih (murni)? Pertama, kita perlu menyadari kesalahan (introspeksi). Kita perlu memeriksa hati kita. Sejauh mana kita sudah melakukan kehendak Tuhan dan sejauh mana kita sudah melakukan yang jahat di mata Tuhan. Kedua, menyesali segala kesalahan dan dosa. Bahwa apa yang kita lakukan itu sesuatu yang jahat di mata Tuhan dan merugikan atau menyakiti orang lain. Ketiga, mohon ampun di hadapan Tuhan. Tuhan Maha Pengampun karena itu kita perlu mohon ampun di hadapan Tuhan secara rutin, agar Tuhan mengampuni dan membersihkan kita dari segala dosa. Keempat berjanji tidak mengulagi dosa lagi. Kelima, senantiasa menjalin relasi yang mesra dengan Tuhan, Sang Sumber Kesucian dan Kebenaran, supaya kita senantiasa diberi kekuatan iman, dijauhkan dari segala yang jahat, dibimbing ke jalan yang benar dan diarahkan pada kesucian.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm