Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Jumat 22 Mei 2026

Bacaan Liturgi : Pekan Paskah VII, Jumat, 22 Mei 2026

  • Bacaan Pertama : Kisah Para Rasul 25:13-21

  • Mazmur Tanggapan : R. Tuhan sudah menegakkan tahta-Nya di Surga.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mazmur 103:1-2.11-12.19-20ab

  • Bait Pengantar Injil : Alleluya. Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu; Ia akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Alleluya.

  • Bacaan Injil : Yohanes 21:15-19

Kasih itu Kurban

Kalau seorang pemuda mengungkapkan kasihnya kepada seorang pemudi, tidak cukup kalau ia mengatakan, โ€œAku mengasihimu, aku sayang padamuโ€ dan sebagainya. Tetapi ia juga harus mengungkapkan kasihnya itu dengan memberi perhatian atau sesuatu kepada pemudi itu, misalnya dengan memberi setangkai bunga, perhiasan, gaun, atau sering mengunjungi dan mengontaknya. Dia juga perlu bersikap dan berpenampilan seperti apa yang dikehendaki oleh pemudi yang dikasihinya.

Demikian juga halnya dengan Yesus yang bangkit dan menampakkan diri kepada Simon Petrus dan murid yang lain. Dia tidak puas kalau Simon Petrus hanya mengungkapkan kasih kepada-Nya hanya lewat kata-kata, tetapi juga perlu diungkapkan dalam perbuatan yang nyata, yaitu menggembalakan kawanan domba Yesus. Memelihara, merawat, melindungi, dan membimbing umat yang dipercayakan kepadanya ke jalan yang benar.

Lalu mengapa Yesus menanyakan kesediaan Simon Petrus untuk mengasihi-Nya sampai tiga kali? Yesus sengaja melakukan hal itu karena Yesus ingin menguji sejauh mana kasih Simon Petrus kepada-Nya. Sejauh mana kesungguhannya dalam mengasihi Dia. Sekaligus juga untuk mengingatkan Simon Petrus akan penyangkalan yang pernah dilakukannya sampai tiga kali. Sebagaimana dia pernah menyangkal Yesus sampai tiga kali, maka dia harus menebus penyangkalannya itu dengan mengungkapkan kasihnya kepada Yesus sampai tiga kali pula.

Seperti Simon Petrus kita pun begitu mudah mengatakan kepada Yesus, โ€œAku mengasihi-Mu Yesus, I love You, Jesus.โ€ Tetapi sering kasih kita kepada Yesus hanya di bibir saja dan tidak kita ungkapkan dalam perbuatan yang nyata. Kalau pun kita sudah mencoba untuk mengungkapkan kasih kita kepada Yesus dalam perbuatan yang nyata, seringkali kita tidak setia dengan perbuatan dan niat-niat baik kita. Bila ada kesulitan, tantangan dan kekecewaan seringkali kita meninggalkan perbuatan dan niat-niat baik kita. Padahal kasih itu bukan perasaan, tetapi suatu komitmen. Kasih itu juga bukan hanya menikmati atau memanfaatkan apa yang ada pada pribadi lain, tetapi kasih itu menuntut suatu pengurbanan.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.