Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Senin 05 Oktober 2026

Bacaan Liturgis – Pekan Biasa XXVII, Rabu, 05 Oktober 2022

  • Bacaan Pertama: Galatia 2:1-2.7-14
  • Mazmur Tanggapan: Pergilah ke seluruh dunia dan wartakanlah Injil.
  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mazmur 117:1.2
  • Ayat Bait Pengantar Injil: Kalian akan menerima roh pengangkatan menjadi anak; dalam roh itu kita akan berseru, β€œAbba, ya Bapa.” Alleluya.
  • Bacaan Injil: Lukas 11:1-4

Renungan Singkat - Berdoa

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, berdoa adalah ungkapan hati atau dalam istilah Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus dan Wajah Kudus, luapan hati, yang disertai dengan kasih yang tertuju kepada Siapa ia berdoa.

Dalam Injil Lukas kita mendapati banyak teks yang menyebutkan tentang aktivitas Yesus yang berdoa kepada Bapa-Nya. Pertama, ketika Yesus berumur 12 tahun, Ia pergi ke Yerusalem bersama orang tua-Nya, Maria dan Yusuf (Luk 2:41-52). Selama berada di Bait Allah Yerusalem, pasti Yesus menggunakan waktu untuk berdoa. β€œAku harus berada di rumah Bapa-Ku” (ay. 49), kata Yesus kepada orang tua-Nya, sehingga bisa diandaikan bahwa Ia pasti berdoa kepada Bapa-Nya di rumah itu.

Kedua, setelah menyembuhkan seorang yang penuh kusta, Yesus mengundurkan Diri ke tempat yang sunyi dan berdoa (Luk 5:16). Mencari dan memilih tempat yang sunyi, jauh dari keramaian dan gangguan, adalah tempat yang ideal untuk sendiri bersama Bapa-Nya.

Ketiga, sebelum memilih dan memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya sebanyak dua belas rasul, dengan tujuan untuk menyertai-Nya dan untuk mewartakan Injil (bdk. Mrk 3:13-15), Yesus pergi ke sebuah bukit untuk berdoa. Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah, Bapa-Nya (Luk 6:12). Kok lama sekali? Itulah kalau Yesus berdoa. Ia meluangkan waktu seleluasa mungkin untuk berdoa kepada Bapa-Nya. Peristiwa penting Ia persiapkan dengan banyak berdoa.

Keempat, suatu kali Yesus berdoa seorang Diri. Tempatnya di mana, penginjil Lukas tidak menyebutkan (Luk 9:18). Ketika Ia sedang berdoa, murid-murid-Nya datang kepada-Nya. Kedatangan mereka membuat Yesus β€œterpaksa” menghentikan doa-Nya kepada Bapa-Nya. Kedatangan mereka digunakan oleh Yesus untuk berdialog. Yesus berinisiatif untuk bertanya tentang Diri-Nya menurut pandangan orang banyak dan juga menurut mereka sendiri, yang kemudian dijawab oleh Petrus. β€œMesias dari Allah,” jawab Petrus, singkat, tepat, padat, begitu mendengar pertanyaan Sang Guru, Menurut kamu, siapakah Aku ini? (ay. 20).

Kelima, setelah ketujuh puluh murid kembali dari medan pelayanan, bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berdoa, Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu… (Luk 10:21).

Keenam, dalam Injil hari ini dikatakan bahwa suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Di mana, tidak dikatakan oleh penginjil. Ketika Ia berhenti berdoa, entah karena Yesus memang sudah mengakhiri doa-Nya atau karena para murid-Nya datang sehingga Yesus β€œterpaksa” menghentikan doa-Nya, kemudian mereka minta kepada Yesus, Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya (Luk 11:1). Apakah selama mengikut Yesus mereka tidak diajar berdoa? Persoalannya bukan di situ. Tetapi, cara berdoa murid-murid Yohanes itu yang menggerakkan mereka untuk berdoa seperti mereka, doa yang diajarkan oleh Yohanes Pembaptis. Atas permintaan para murid-Nya itu, Yesus kemudian mengajarkan apa yang disebut β€œDoa Tuhan” (bdk. Mat 6:9-13). Tradisi liturgi Gereja mempertahankan versi Matius yang lebih lengkap dengan tujuh permohonan, bukan versi Injil Lukas yang singkat dengan lima permohonan (11:2-4).

Ketujuh, sebelum Petrus menyangkal Yesus, Yesus telah lebih dahulu mendoakannya supaya imannya jangan gugur untuk selamanya (Luk 22:32). Yesus tahu apa yang akan terjadi pada Petrus, murid-Nya, maka Dia mendoakannya. Sebab ia adalah ketua dari kedua belas murid-Nya. Maka, ia harus kuat imannya, sehingga bisa meneguhkan yang lain.

Kedelapan, di Taman Getsemani Yesus minta kepada para murid yang mengikuti-Nya, Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan (Luk 22:40). Setelah itu, Ia sendiri menjauhkan Diri dari mereka lalu berlutut dan berdoa (ay. 42). Perhatikan saudara, ini di taman, tetapi Yesus berdoa kepada Bapa-Nya dengan cara berlutut. Taman itu bagaikan Bait Allah, tempat Dia biasa berdoa dan mengajar. Yesus tahu apa yang bakal terjadi, maka Ia diliputi ketakutan yang hebat sehingga makin bersungguh-sungguh Ia berdoa (ay. 44).

Kesembilan, saat Yesus berada di atas salib pun Ia masih berdoa. Kali ini Ia berdoa syafaat, untuk mereka yang menyalibkan-Nya (Luk 23:33). Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat, kata Yesus dalam doa-Nya (ay. 34).

Kesepuluh, sebelum menyerahkan nyawa-Nya, Yesus berdoa dengan suara nyaring, Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Luk 23:46). Sebuah ending kehidupan yang indah dan menakjubkan.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, dari pemaparan penginjil Lukas tentang Yesus yang berdoa bisa disimpulkan bahwa Yesus adalah Seorang Pendoa sejati. β€œIa adalah Guru doa kita” (Katekismus Gereja Katolik, No. 2765). Maka, doa yang Yesus ajarkan, khususnya doa utama, yakni doa Tuhan atau doa Bapa Kami yang merupakan doa β€œyang paling sempurna” (Santo Tomas Akuinas) harus menjadi doa harian kita. Cara Yesus berdoa juga mesti menginspirasi kita dalam berdoa. [RP. A. Ari Pawarta, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.