Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Senin 30 Maret 2026

Bacaan Liturgis – Pekan Suci, Senin, 30 Maret 2026

  • Bacaan Pertama: Yesaya 42:1-7

  • Mazmur Tanggapan: Tuhan adalah terang dan keselamatanku.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1 2.3.13-14

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Terpujilah. Salam, ya Raja kami. Hanya Engkaulah yang mengasihani kesesatan-kesesatan kami. Terpujilah.

  • Bacaan Injil: Yohanes 12:1-11

Minyak Narwastu Murni yang Mahal Harganya

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Pekan Suci sudah dimulai sejak kemarin dengan perayaan Minggu Palma. Artinya, saat ini kita sedang berada dalam Pekan Suci. Kongregasi Ibadat Ilahi menegaskan, “Hari-hari Pekan Suci, dari Senin sampai dengan Kamis, diutamakan di atas semua Hari Raya. Baptis dan Krisma tak boleh diberikan pada hari-hari ini” (No. 27). Dengan tidak adanya gangguan perayaan-perayaan sakramental, maka perhatian Gereja akan terpusat para hari-hari tersebut, dengan bacaan-bacaan liturgis yang sudah diatur sedemikian rupa untuk mengantar pada Trihari Suci Paskah.

Pada hari ini, kita akan merenungkan tentang minyak, tepatnya tentang minyak narwastu. Minyak narwastu adalah jenis minyak wangi hasil penyulingan yang tergolong mahal harganya karena kualitasnya. Ketika ada perjamuan yang diadakan untuk Yesus di Betania, enam hari sebelum Paskah, Maria saudari Marta dan Lazarus, mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya. Kati adalah ukuran berat yang digunakan pada zaman Yesus yang mana satu kati nilainya sekitar 327,5 gram.

Jadi, kalau setengah kati berarti sekitar 164 gram. Jumlahnya memang tidak banyak tetapi karena murni, tanpa campuran apa pun, maka harganya menjadi mahal. Menurut Yudas Iskariot, minyak narwastu murni tersebut jika dijual bisa mencapai 300 dinar, hampir sebesar gaji satu tahun untuk seorang pekerja pada zaman itu.

Minyak yang mahal harganya itulah yang digunakan Maria untuk meminyaki kaki Yesus dan kemudian menyekanya dengan rambutnya (Yoh 12:3). Tindakan Maria ini mengingatkan kita bahwa dia tidak pernah jauh dari kaki Yesus. Pertama, ketika Yesus datang di rumahnya, ia duduk di dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan perkataan-Nya (Luk 10:39).

Kedua, ketika diadakan perjamuan untuk Yesus, dia meminyaki kaki-Nya dengan minyak narwastu murni. Dua tindakan Maria ini menunjukkan bahwa di hadapan Yesus dia adalah seorang murid dan Yesus adalah seorang Guru. Sebagai ungkapan rasa hormatnya kepada Sang Guru, ia meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu murni.

Melalui pengurapan, Maria menyatakan rasa hormat dan cinta yang murni kepada Yesus, Sang Guru, tidak ada kepalsuan di dalamnya (bdk. Yoh 1:47). Selain itu, tindakan Maria memiliki makna simbolis bagi Yesus, yakni sebagai lambang dari penguburan-Nya yang tidak lama lagi akan tiba saatnya, yakni segera setelah penyaliban-Nya.

“Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku,” kata Yesus kepada Yudas Iskariot yang menegur tindakan Maria (Yoh 12:7). Tindakan Maria merupakan sebuah antisipasi atau persiapan untuk penguburan Yesus. Dalam hal ini Maria tahu memberikan yang terbaik bagi Yesus (bdk. Luk 10:42).

Melalui penyekaan kaki Yesus dengan rambutnya, yakni dengan rambutnya yang terurai panjang, Maria mempertaruhkan “kehormatan”-nya. Sebab bagi kaum perempuan, rambut panjang adalah kehormatannya (lih. 1Kor 11:15a). Makna penyekaan itu ialah, untuk mengungkapkan rasa hormat yang mendalam, cinta yang termurni dan pengorbanannya yang terbesar kepada Yesus, Sang Guru.

Bagi Maria yang mengasihi Yesus dengan cinta yang murni, mengurapi kaki-Nya dengan minyak narwastu murni yang mahal harganya bukanlah sebuah pemborosan. Tindakan Maria tersebut adalah sebuah kesaksian cinta yang murni akan Yesus tanpa kata-kata.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus, melalui ziarah iman selama Masa Prapaskah ini, mari kita semakin mengasihi Yesus, semakin peduli akan hari penguburan-Nya dan semakin bersaksi tentang Yesus. Kita bisa melakukannya dengan kata-kata. Namun, kita bisa juga melakukannya dalam tindakan nyata tanpa kata-kata seperti dilakukan oleh Maria yang mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal harganya. [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Pertobatan untuk merawat bumi, Rumah kita bersama" Oleh RP Agustinus Ari Pawarto, O.Carm