Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Minggu 08 Maret 2026

Bacaan Liturgis – Hari Minggu Prapaskah III, 08 Maret 2026

  • · Bacaan Pertama: Kitab Keluaran 17:3-7

  • · Mazmur Tanggapan: Pada hari inilah, kalau kamu mendengarkan suara Tuhan, janganlah bertegar hati.

  • · Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2.6-7.8-9

  • · Bacaan Kedua: Roma 5:1-2.5-8

  • · Ayat Bait Pengantar Injil: Terpujilah.Tuhan, Engkaulah Juruselamat dunia. Berilah aku air kehidupan, supaya aku tidak haus lagi. Terpujilah.

  • · Bacaan Injil: Yohanes 4:5-42 (Singkat: 4:5-15; 19b-26.40-42).

Menjadi Pemengaruh

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, kata “influencer” (Inggris) artinya orang yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi opini, perilaku atau keputusan banyak orang. Konon siapa pun bisa menjadi influencer atau pemengaruh jika ia memiliki audiens yang banyak.

Akan tetapi, menurut hemat saya, menjadi seorang “influencer” atau pemengaruh tidak harus berhadapan dengan banyak orang. Sedikit orang atau bahkan hanya seorang saja bisa dipengaruhi oleh seorang pemengaruh.

Yesus adalah contohnya. Ia adalah seorang pemengaruh sejati. Seperti dikisahkan dalam Injil hari ini (Yoh 4:5-42), perjumpaan antara Yesus dan seorang perempuan Samaria semula biasa-biasa saja. Walau orang Yahudi tidak bergaul dengan orang asing atau orang yang dianggap kafir, seperti orang Samaria, namun Yesus mau melakukannya. Ia menyapa seorang perempuan Samaria yang datang ke sumur Yakub hendak menimba air, “Berilah Aku minum” (Yoh 4:7).

Pembuka dialong ini direspons oleh perempuan itu dengan berkata, “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Yoh 4:9). Jawab Yesus, “Jika engkau tahu tentang karunia Allah dan siapa Dia yang berkata kepadamu, ‘Berilah Aku minum’ niscaya engkau telah meminta kepada-Nya, dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup” (ay. 10).

Dialog terus berlanjut. Sampai akhirnya perempuan itu benar-benar kena pengaruh, dan berkata kepada Yesus, “Tuhan, berilah aku air itu, supaya aku tidak haus, dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air” (ay. 15). Perjumpaan dengan Yesus dan dialog dengan-Nya telah mengubah pola pikir perempuan Samaria tersebut. Ia semakin mengenal Yesus sebagai seorang Yahudi, kedua, sebagai seorang nabi.

Bahkan perkataan Yesus yang tertuju kepada orang lain juga memengaruhi pikiran dan hati banyak orang. “Karena perkataan Yesus, lebih banyak lagi orang yang percaya, dan mereka berkata kepada perempuan itu, “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang engkau katakana, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu bahwa Dia benar-benar Juruselamat dunia” (ay. 41-42).

Para saudara yang dikasihi Tuhan, mari kita belajar dari Yesus agar kita pun menjadi pemengaruh bagi orang lain, yakni membuat orang lain semakin mengenal dan mencintai Yesus, Tuhan dan Juruselamat dunia. Selain itu, agar orang lain bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik, lebih setia, lebih berani bersaksi tentang Yesus dan sebagainya. Tuhan memberkati. [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Pembaruan Dalam Diri" Oleh RP Yohanes Tinto Tiopano Hasugian, O.Carm