Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Minggu 15 Februari 2026

Bacaan Liturgi : Hari Minggu Biasa VI, Minggu, 15 Februari 2026

  • Bacaan Pertama : Sirakh 15:15-20

  • Mazmur Tanggapan : R. Berbahagialah orang yang hidup menurut Taurat Tuhan.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mazm 119:1-2.4-5.17-18.33-34

  • Bacaan Kedua : 1 Korintus 2:6-10

  • Bait Pengantar Injil : Alleluya. Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan Langi dan bumi, karena semuanya Engkau nyatakan kepada orang sederhana. Alleluya.

  • Bacaan Injil : Matius 5:17-37

Hati-hati dalam Berkata

Kata-kata mempunyai peranan yang penting dalam hidup manusia. Dengan kata-kata seseorang dapat menghibur, meneguhkan dan memberi semangat kepada sesama yang menderita, putus asa dan yang bersedih. Dengan kata-kata pula seseorang dapat memuji dan memuliakan Tuhan dalam doa dan nyanyian. Tetapi dengan kata-kata pula seseorang dapat memfitnah dan menyakiti sesamanya, sehingga sesamanya menderita, tertekan, tidak dapat berkembang, sakit hati, bahkan ada yang meninggal karena tidak tahan menerima fitnahan, tuduhan dan perkataan yang menyakitkan. Kalau itu yang terjadi, maka memang kata-kata yang menyakitkan akan menjerumuskan kita ke dalam dosa. Ke dalam neraka yang bernyala-nyala.

Karena itu Yesus menasihati kita agar kita mau berdamai (minta maaf) dengan sesama kita, bila kita merasa telah menyakiti atau memfitnahnya, agar sesama kita tidak sakit hati dan mau memaafkan kita. Hanya dengan demikian segala kurban dan persembahan kita kepada Tuhan dapat berkenan di hadapan Tuhan.

Agar kata-kata kita tidak sampai menyakiti hati orang lain, maka kita perlu berhati-hati dalam berkata. Tidak asal berkata. Tetapi benar-benar dipikirkan apa konsekuensi dari kata-kata yang keluar dari mulut kita.

Itu tidak berarti bahwa lalu kita tidak boleh menegur atau menasihati sesama kita yang bersalah. Kita dapat menegur, tetapi hendaknya itu dilakukan dengan bijaksana dan penuh kasih. Jangan di hadapan banyak orang, tetapi cukup empat mata agar orang itu tidak dipermalukan karena perbuatannya. Jangan mengeluarkan kata-kata yang pedas dan menyakitkan, tetapi tunjukkanlah kesalahannya supaya dia benar-benar tahu dan sadar akan kesalahannya. Kalau dia menyesal, ampunilah kesalahannya dan berilah kesempatan untuk memperbaiki diri. Hanya dengan demikian orang itu akan dapat berkembang dengan baik dan dapat memperbaiki kesalahannya.

Marilah kita mohon rahmat kebijaksanaan dari Tuhan, agar kita mampu berkata-kata dengan bijak dan penuh kasih, sehingga setiap orang yang mendengar perkataan kita, merasa dihibur, diteguhkan dan didorong untuk berubah dan memperbaiki sifatnya yang kurang baik.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm