Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Rabu 04 Februari 2026

Bacaan Liturgi : Pekan Biasa IV, Rabu, 4 Februari 2026

  • Bacaan Pertama : 2 Samuel 24:2.9-17

  • Mazmur Tanggapan : R. Ya Tuhan, ampunilah semua dosa dan kesalahanku

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mzm 32:1-2.5-7

  • Bait Pengantar Injil : Alleluya. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.

  • Bacaan Injil : Markus 6:1-6

Penolakan

Pengalaman ditolak (tidak diterima) oleh orang lain merupakan pengalaman yang menyakitkan dan tidak mengenakkan. Apalagi kalau yang menolak itu orang yang dekat dengan kita, keluarga, sanak-saudara, sahabat, komunitas dan orang-orang yang kita layani selama ini. Pengalaman ditolak itu membuat kita menjadi marah, jengkel, tidak mau lagi melayani mereka.

Penolakan yang sama juga dialami oleh Yesus ketika pulang ke kampung halamannya di Nazaret. Ketika Dia mengajar di rumah ibadat, jemaat takjub akan pengajarannya yang bagus dan berwibawa. Tetapi setelah mereka menyadari bahwa Dia berasal dari keluarga yang sederhana, ayahnya hanya tukang kayu, sanak-saudaranya orang sederhana yang tidak terpelajar, mereka kecewa dan menolak Yesus. Tetapi satu hal yang menarik, kendati Yesus ditolak di tempat asalnya, Dia tidak marah atau jengkel terhadap mereka. Dia mau bersabar menghadapi semuanya itu karena Dia menyadari hal itu merupakan konsekuensi dari tugas perutusan Bapa kepada-Nya. Dia juga tidak patah semangat, tetapi mau tetap melayani umat dengan penuh cinta dan pengabdian meskipun Dia tidak dapat mengadakan mukjizat karena mukjizat membutuhkan iman, sementara mereka tidak percaya kepada-Nya.

Seperti Yesus kita pun diharapkan tetap mau bersabar dalam menghadapi penolakan dari orang lain. Tidak menanggapinya dengan emosi, tetapi dengan kepala dingin. Sadar bahwa penolakan yang kita alami merupakan konsekuensi dari perutusan kita sebagai murid Yesus. Dan mau tetap melayani orang lain (umat) dengan penuh cinta dan pengabdian, kendati mungkin pelayanan kita tidak mendapat tanggapan positif dari mereka. Tetapi percayalah berkat kesabaran dan ketekunan, serta kesetiaan kita dalam melayani umat, orang akan pelan-pelan menyadari bahwa pelayanan yang kita lakukan semata-mata demi kemuliaan nama Tuhan dan kesejahteraan sesama. Bukan demi popularitas dan kepentingan kita pribadi.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm