Go Kitab Suci Lingkungan

Go-KiL

PENGENALAN & SEJARAH GO-KIL

Sekilas Pengenalan Go-KiL

Setiap umat Katolik tentu telah mengetahui bahwa Iman Katolik mempunyai 3 dasar iman, yaitu: KITAB SUCI – TRADISI SUCI – MAGISTERIUM. Tradisi Suci dan Magisterium yang ditentukan menjadi dasar iman oleh Gereja adalah tradisi dan ajaran yang tidak bertentangan dengan apa yang tertulis dalam KITAB SUCI, dari hal ini kita dapat menyimpulkan KITAB SUCI merupakan dasar pokok dari Iman Katolik.

Karena merupakan dasar pokok Iman Katolik, sudah selayaknya umat Katolik mampu mengenal KITAB SUCI dengan baik.

Terdapat pelbagai cara untuk mengenal KITAB SUCI, antara lain lewat kursus-kursus KITAB SUCI, seminar-seminar KITAB SUCI dan tentu saja dengan membaca KITAB SUCI di rumah. Setiap umat tentu mampu membaca KITAB SUCI dengan mudah, kesulitan umat adalah dalam hal memaknai ajaran yang ada di KITAB SUCI untuk kemudian menerapkan sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Untuk itulah Komisi Kerasulan Kitab Suci (K3S) KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA (KAJ) membuat program pertemuan pendalaman KITAB SUCI di lingkungan, dengan harapan, setiap lingkungan dalam lingkup KAJ mengadakan pertemuan pendalaman KITAB SUCI di lingkungan setidaknya satu kali sebulan pada setiap pekan kedua dalam bulan. Untuk memudahkan mengingatnya, program tersebut dinamakan Go-KiL singkatan dari Go Kitab Suci Lingkungan.

Bahan untuk pertemuan tersebut disediakan oleh K3S KAJ setiap bulannya dan dapat diakses melalui halaman ini.

Dalam pertemuan lingkungan diharapkan umat bersama Fasilitator pendalaman KITAB SUCI dapat berdiskusi dan saling berbagi dalam menemukan makna/pesan dari kitab suci untuk dapat diterapkan sebagai tuntunan kehidupan umat.

Bahan Go-KiL setiap bulan dibuat oleh Team K3S KAJ. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Proses dan teknis lainnya bisa menghubungi kami melalui klik disini.

EDISI TERBARU

Roti dan Manna Hidup

Roti dan Manna Hidup

Salam kasih dalam Kristus Yesus bagi saudara/i di Keuskupan Agung Jakarta, bacaan Go-KiL bulan Agustus 2021 ini mengajak kita untuk menikmati Kristus Yesus, Sang Roti & Manna Hidup. Tahun ini kita diajak melakukan aktifitas konsolidasi ke dalam sesuai dengan agenda tahun 2021 dari Keuskupan Agung Jakarta. Layaknya kita menikmati roti yang biasa kita beli di toko-toko, kali ini kita diajak untuk menikmati Roti Hidup yang telah turun dari Surga bagi orang-orang pilihan-Nya.

Hidup Bijaksana Sebagai Murid Yesus

Saudari dan saudaraku yang dikasihi Tuhan. Kebijaksanaan adalah salah satu keutamaan hidup kristiani. Berbagai olah rasa, dan olah rohani ditempuh untuk menimba kebijaksanaan. Begitu pentingkah kebijaksanaan dalam hidup sebagai anak Allah? Dan bagaimana kebijaksanaan ini bisa kita dapat? Bacaan dari Injil Markus 6:7-13 akan menuntun kita bagaimana hidup bijaksana.

Benih

Berbicara mengenai Kerajaan Allah. Yesus kerap kali menggunakan perumpamaan. Ungkapan Kerajaan Allah sering kali dipakai dalam Injil Markus, sedangkan dalam Injil Matius menggunakan ungkapan Kerajaan Surga. Dalam perikop kali ini kita akan melihat bagaimana Yesus menggambarkan Kerajaan Allah dengan memberikan 2 perumpamaan. Kerajaan Allah yang dimaksud disini bukan kerajaan yang ada didunia, namun sebuah gambaran yang ingin menunjukkan kebesaran dan kemuliaan Allah, yang dinyatakan dengan kedatangan-Nya kepada manusia. Manusia diajak tetap berharap dan percaya akan Kerajaan Allah.

Saling Mengasihi

Dalam masa pandemi yang masih berlangsung saat ini, kita diingatkan bahwa Yesus telah memberikan perintah untuk saling mengasihi. Kita diajak untuk tidak saling menjauh atau tidak meninggalkan sesama, yang mungkin memerlukan uluran tangan kita. Yesus justru meminta kita untuk selalu saling mengasihi, meskipun harus berjaga jarak fisik demi kesehatan bersama. Tuhan menekankan makna ketulusan persahabatan, agar dalam situasi sulit seperti saat ini kita tetap mampu mengasihi sesama.

Kerahiman Ilahi

Selamat Paskah 2021 untuk seluruh umat Keuskupan Agung Jakarta. Masih lekat dalam ingatan kita bagaimana Perayaan Paskah tahun lalu harus berlangsung secara sangat sederhana, dampak dari kegagapan di permulaan masa pandemi Covid-19. Untuk tahun ini walau masih dalam masa pandemi, kita sudah lebih siap dalam menyikapinya. Bacaan dari Injil Yohanes kali ini merupakan bacaan Injil pada Minggu Paskah II yang ditetapkan oleh St.Yohanes Paulus II sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Kerahiman Ilahi ini berasal dari sebuah devosi yang diperkenalkan oleh St. Faustina Kowalska seorang biarawati dari Polandia.

Yesus Menyembuhkan Seorang yang Sakit Kusta

Tidak ada seorangpun yang hidupnya luput dari masalah. Masalah akan senantiasa hadir didalam kehidupan manusia, baik itu dalam keadaan normal maupun dalam keadaan khusus seperti keadaan pandemik Covid 19 sekarang ini. Setiap orang beriman hidup dalam pelbagai tantangan dengan segala resikonya. Dikisahkan dalam Injil Markus, Yesus tampil sebagai Anak Manusia yang bukan hanya mengalami sengsara, namun juga tampil sebagai Anak Allah yang hidup dan berkuasa, dikisahkan pula jemaat Kristiani yang hidup dalam penganiayaan pada masa itu. Bacaan yang diambil dari Injil Markus ini, mengajak umat untuk merenungkan setiap karya Allah didalam kehidupan beriman.

Y dan Y

Dalam pertemuan kali ini, kita akan berkenalan lebih jauh dengan pribadi yang istimewa yaitu Yohanes Pembaptis. Ayahnya adalah seorang Imam bernama Zakharia dari rombongan Abia yang bertugas di bait Allah dan ibunya dari keturunan Harun bernama Elisabet. Elisabet merupakan saudara sepupu Ibu Yesus bernama Maria, keduanya mengandung pada waktu yang hampir bersamaan, Elisabet mengandung lebih dulu 6 bulan daripada Maria, dan menurut Injil Lukas 1: 41, Yohanes Pembaptis dan Yesus telah saling bertemu, ketika Maria masuk kerumah Zakharia dan memberi salam, dikisahkan anak dalam kandungan Elisabet melonjak menyambut kedatangan Anak dalam kandungan Maria.