Go Kitab Suci Lingkungan

Go-Kil

EDISI TERBARU

Keteguhan Para Murid Yesus Dalam Penderitaan

Keteguhan Para Murid Yesus Dalam Penderitaan

Salam sejahtera bagi segenap saudaraku yang terkasih di lingkungan-lingkungan se-Keuskupan Agung Jakarta, Injil renungan kita ini mengisahkan tentang Yesus yang berbicara secara khusus kepada murid-murid-Nya tentang hal-hal yang akan mereka hadapi. Ucapan Yesus menjadi nyata, penderitaan murid-murid-Nya (Gereja Perdana) berupa penganiayaan terhadap para murid Yesus terjadi sebelum keruntuhan Bait Allah pada tahun 70. Hubungan persaudaraan pun tidak dapat mencegah penganiayaan karena justru keluarga dekat dan para sahabat mereka juga menyerahkan para pengikut Yesus untuk dianiaya dan dipenjarakan oleh para penguasa. Namun Yesus berjanji bila para pengikut-Nya tetap bertahan, mereka akan memperoleh hidup.

Pemulihan Kehidupan Yang Utuh

Ketika sebuah Gereja mengadakan acara doa penyembuhan dengan mengundang seorang p astor yang mempunyai karunia penyembuhan, maka aula Gereja tersebut tidak mampu menampung umat yang membludak. Tapi ketika beberapa minggu kemudian, Pastor yang sama datang la gi ke aula Gereja tersebut untuk memberikan pengajaran, kini hanya terisi kurang dari setengahnya saja. Kita sadari hal seperti itu sudah lazim terjadi, bahkan sejak zaman Yesus pun demikian.

Berpeganglah Selalu Pada Jani Allah Yang Setia

Bacaan hari ini mengingatkan kita untuk selalu terikat pada janji setia Allah bagi orang-orang yang percaya hanya kepada-Nya. Walau situasi di area Jakarta khususnya dan Indonesia secara umum yang masih dilanda virus Covid disertai efek yang berkepanjangan dan efek perang Rusia-Ukraina yang mengakibatkan gejala krisis ekonomi akibat kenaikan harga bahan bakar, sembako, suku bunga pinjaman dan inflasi, saat ini kita diingatkan bahwa Allah yang kita sembah adalah Mahakuasa, Ajaib dan selalu hadir di kehidupan kita dengan penuh belas kasih-Nya, IA melindungi dan menjaga kehidupan setiap anak-Nya sejak dahulu sampai akhir jaman nanti.

Menjadi Seperti Orang Samaria

Pengalaman Hidup selama lebih dari dua tahun belakangan ini, khususnya melewati masa Pandemi, tentu masih menyisakan trauma dan catatan getir bagi sebagian kita. Mungkin ada saudara, kerabat bahkan keluarga inti kita telah menjadi korban Penyakit Covid. Beberapa mungkin terimbas dampak negative, seperti : pemotongan gaji, tunjangan tertentu ditiadakan, akibat dari produksi menurun, penjualan menurun dan harus Work From Home/ WFH bahkan tidak sedikit yang kehilangan pekerjaan. Bagaimana kita berjuang untuk menghilangkan trauma, memulihkan kesehatan dan kondisi perekonomian keluarga sekaligus bisa menolong orang lain yang menderita ?

Menanti Roh Kebenaran

Berulang kali Yesus dalam amanat perpisahan-Nya, menjelaskan tentang akhir tugasnya di dunia dan akan pergi menghadap Allah Bapa di Surga. Kepergian-Nya ke surga untuk mempersiapkan tempat bagi kita jika kelak Dia menjemput kita kembali. Karena kita tidak mampu mengerti akan maksud Yesus itu, Ia mengutus Roh Kudus yang akan memberikan bimbingan supaya kita mengerti akan kebenaran iman yang selama ini kita pegang. Bagaimana kita dapat mengerti akan maksud Yesus itu?

Dipanggil Untuk Hidup Kekal

Allah Bapa yang telah memberikan kita kepada Yesus adalah lebih besar dari siapa pun. Termasuk dari masalah, penderitaan dan kesesakan kita. Tidaklah ada alasan bagi kita merasa khawatir akan apa pun. Memiliki Allah adalah segala-sagalanya. Allah melimpahkan kepada kita kehidupan kekal. Bagaimana kehidupan kekal itu mulai bisa kita rasakan dan alami sekarang ini? Marilah kita renungkan, dan mendengarkan Firman Allah yang diambil dari Injil Yohanes 10:27-30.

Yesus Dimuliakan Di Atas Gunung

Dikisahkan Yesus membawa tiga orang murid-Nya ke atas gunung untuk berdoa. Dan di atas gunung itulah terjadi proses transfigurasi Kristus yaitu wajah Yesus berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau. Hal ini menggambarkan cahaya dan kemuliaan surgawi. Dalam perikop ini, kita diajak untuk melihat kemuliaan surgawi yang diterima Oleh Yesus. Di dalam peristiwa penyaliban dan wafat-Nya, Yesus akan menerima kemuliaan surgawi dan inilah yang akan menguatkan para murid dalam mengikuti Yesus.

Khotbah di Tempat Datar

Materi pertemuan lingkungan bulan Februari 2022, diambil dari bacaan Injil pekan biasa II tentang ucapan bahagia dan peringatan, kata-kata Yesus sangat revolusioner, apa yang dikatakan Yesus tidak serupa dengan hukum-hukum yang ditetapkan oleh seorang filsuf, karena setiap kata ada tantangan dan dua nada tawaran yang disampaikan kepada kita yakni: Terberkati atau terkutuk, berbahagia atau celaka, pilihan tergantung pribadi masing-masing.

Pembaptisan Tuhan

Selamat Natal 2021 dan Selamat Tahun Baru 2022 untuk semua umat Keuskupan Agung Jakarta. Semoga di tahun yang baru ini pandemi Covid-19 dapat berakhir dan kehidupan menggereja dapat kembali normal seperti sedia kala. Bacaan dari Injil Lukas kali ini merupakan bacaan Injil pada Pesta Pembaptisan Tuhan yang menutup masa Liturgi Natal dan memasuki masa Liturgi Biasa. Setelah peristiwa pembaptisan ini, Yesus siap tampil di depan publik dengan ajaran-ajaran dan karya-karya-Nya.

Wejangan Eskatologis

Ketika orang masuk pada kesadaran akan akhir hidupnya, dia akan bertanya sampai kapan dunia ini akan berputar, bagaimana akhir dari dunia ini, apa yang akan terjadi pada diriku dan sebagainya. Akan hal-hal seperti ini memancing orang akan dugaan-dugaan yang akan terjadi, bahkan untuk kelompok keagamaan tertentu (sekte) mereka berani mematok (meramal) waktu tertentu (tanggal, hari, bulan dan tahun) akan datangnya kiamat, namun kenyataannya waktu itu berlalu, tidak ada kejadian seperti yang diramalkannya.

Mengikut Yesus Keputusanku

Bahan pertemuan lingkungan kita pada bulan Oktober ini, bertepatan dengan bulan Rosario dimana kita semua akan lebih banyak berdoa, berdevosi dan merenungkan Sabda Tuhan terutama peristiwa-peristiwa dalam Doa Rosario yang melibatkan Bunda Maria dalam pergumulan hidupnya yang selalu taat mengikuti Sabda-Nya. Dalam pertemuan kali ini kita akan membahas salah satu perikop dalam kitab suci tentang Orang Kaya yang dikatakan sukar masuk Kerajaan Allah. Padalah orang ini sudah bertemu Yesus dan minta petunjuk untuk hal ini, tetapi kemudian pergi dengan sedih dan kecewa.

Roti dan Manna Hidup

Salam kasih dalam Kristus Yesus bagi saudara/i di Keuskupan Agung Jakarta, bacaan Go-KiL bulan Agustus 2021 ini mengajak kita untuk menikmati Kristus Yesus, Sang Roti & Manna Hidup. Tahun ini kita diajak melakukan aktifitas konsolidasi ke dalam sesuai dengan agenda tahun 2021 dari Keuskupan Agung Jakarta. Layaknya kita menikmati roti yang biasa kita beli di toko-toko, kali ini kita diajak untuk menikmati Roti Hidup yang telah turun dari Surga bagi orang-orang pilihan-Nya.

Hidup Bijaksana Sebagai Murid Yesus

Saudari dan saudaraku yang dikasihi Tuhan. Kebijaksanaan adalah salah satu keutamaan hidup kristiani. Berbagai olah rasa, dan olah rohani ditempuh untuk menimba kebijaksanaan. Begitu pentingkah kebijaksanaan dalam hidup sebagai anak Allah? Dan bagaimana kebijaksanaan ini bisa kita dapat? Bacaan dari Injil Markus 6:7-13 akan menuntun kita bagaimana hidup bijaksana.

Benih

Berbicara mengenai Kerajaan Allah. Yesus kerap kali menggunakan perumpamaan. Ungkapan Kerajaan Allah sering kali dipakai dalam Injil Markus, sedangkan dalam Injil Matius menggunakan ungkapan Kerajaan Surga. Dalam perikop kali ini kita akan melihat bagaimana Yesus menggambarkan Kerajaan Allah dengan memberikan 2 perumpamaan. Kerajaan Allah yang dimaksud disini bukan kerajaan yang ada didunia, namun sebuah gambaran yang ingin menunjukkan kebesaran dan kemuliaan Allah, yang dinyatakan dengan kedatangan-Nya kepada manusia. Manusia diajak tetap berharap dan percaya akan Kerajaan Allah.

Saling Mengasihi

Dalam masa pandemi yang masih berlangsung saat ini, kita diingatkan bahwa Yesus telah memberikan perintah untuk saling mengasihi. Kita diajak untuk tidak saling menjauh atau tidak meninggalkan sesama, yang mungkin memerlukan uluran tangan kita. Yesus justru meminta kita untuk selalu saling mengasihi, meskipun harus berjaga jarak fisik demi kesehatan bersama. Tuhan menekankan makna ketulusan persahabatan, agar dalam situasi sulit seperti saat ini kita tetap mampu mengasihi sesama.

Kerahiman Ilahi

Selamat Paskah 2021 untuk seluruh umat Keuskupan Agung Jakarta. Masih lekat dalam ingatan kita bagaimana Perayaan Paskah tahun lalu harus berlangsung secara sangat sederhana, dampak dari kegagapan di permulaan masa pandemi Covid-19. Untuk tahun ini walau masih dalam masa pandemi, kita sudah lebih siap dalam menyikapinya. Bacaan dari Injil Yohanes kali ini merupakan bacaan Injil pada Minggu Paskah II yang ditetapkan oleh St.Yohanes Paulus II sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Kerahiman Ilahi ini berasal dari sebuah devosi yang diperkenalkan oleh St. Faustina Kowalska seorang biarawati dari Polandia.

Yesus Menyembuhkan Seorang yang Sakit Kusta

Tidak ada seorangpun yang hidupnya luput dari masalah. Masalah akan senantiasa hadir didalam kehidupan manusia, baik itu dalam keadaan normal maupun dalam keadaan khusus seperti keadaan pandemik Covid 19 sekarang ini. Setiap orang beriman hidup dalam pelbagai tantangan dengan segala resikonya. Dikisahkan dalam Injil Markus, Yesus tampil sebagai Anak Manusia yang bukan hanya mengalami sengsara, namun juga tampil sebagai Anak Allah yang hidup dan berkuasa, dikisahkan pula jemaat Kristiani yang hidup dalam penganiayaan pada masa itu. Bacaan yang diambil dari Injil Markus ini, mengajak umat untuk merenungkan setiap karya Allah didalam kehidupan beriman.

Y dan Y

Dalam pertemuan kali ini, kita akan berkenalan lebih jauh dengan pribadi yang istimewa yaitu Yohanes Pembaptis. Ayahnya adalah seorang Imam bernama Zakharia dari rombongan Abia yang bertugas di bait Allah dan ibunya dari keturunan Harun bernama Elisabet. Elisabet merupakan saudara sepupu Ibu Yesus bernama Maria, keduanya mengandung pada waktu yang hampir bersamaan, Elisabet mengandung lebih dulu 6 bulan daripada Maria, dan menurut Injil Lukas 1: 41, Yohanes Pembaptis dan Yesus telah saling bertemu, ketika Maria masuk kerumah Zakharia dan memberi salam, dikisahkan anak dalam kandungan Elisabet melonjak menyambut kedatangan Anak dalam kandungan Maria.

Bahan Go-KiL setiap bulan dibuat oleh Team K3S KAJ. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Proses dan teknis lainnya bisa menghubungi kami melalui klik disini.

PENGENALAN & SEJARAH GO-KIL

Sekilas Pengenalan Go-KiL

Setiap umat Katolik tentu telah mengetahui bahwa Iman Katolik mempunyai 3 dasar iman, yaitu: KITAB SUCI – TRADISI SUCI – MAGISTERIUM. Tradisi Suci dan Magisterium yang ditentukan menjadi dasar iman oleh Gereja adalah tradisi dan ajaran yang tidak bertentangan dengan apa yang tertulis dalam KITAB SUCI, dari hal ini kita dapat menyimpulkan KITAB SUCI merupakan dasar pokok dari Iman Katolik.

Karena merupakan dasar pokok Iman Katolik, sudah selayaknya umat Katolik mampu mengenal KITAB SUCI dengan baik.

Terdapat pelbagai cara untuk mengenal KITAB SUCI, antara lain lewat kursus-kursus KITAB SUCI, seminar-seminar KITAB SUCI dan tentu saja dengan membaca KITAB SUCI di rumah. Setiap umat tentu mampu membaca KITAB SUCI dengan mudah, kesulitan umat adalah dalam hal memaknai ajaran yang ada di KITAB SUCI untuk kemudian menerapkan sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Untuk itulah Komisi Kerasulan Kitab Suci (K3S) KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA (KAJ) membuat program pertemuan pendalaman KITAB SUCI di lingkungan, dengan harapan, setiap lingkungan dalam lingkup KAJ mengadakan pertemuan pendalaman KITAB SUCI di lingkungan setidaknya satu kali sebulan pada setiap pekan kedua dalam bulan. Untuk memudahkan mengingatnya, program tersebut dinamakan Go-KiL singkatan dari Go Kitab Suci Lingkungan.

Bahan untuk pertemuan tersebut disediakan oleh K3S KAJ setiap bulannya dan dapat diakses melalui halaman ini.

Dalam pertemuan lingkungan diharapkan umat bersama Fasilitator pendalaman KITAB SUCI dapat berdiskusi dan saling berbagi dalam menemukan makna/pesan dari kitab suci untuk dapat diterapkan sebagai tuntunan kehidupan umat.