LAYANAN SAKRAMEN

Pernikahan

Mulai Pelaksanaan Bulan Februari 2021, Biaya Program Membangun Rumah Tangga (MRT) digratiskan. Peserta diberi kesempatan untuk memberikan sumbangan melalui Rekening BCA dengan nomor Account 287 333 1313 atas nama PGDP Maria Kusuma Karmel, dengan keterangan Sumbangan MRT. Terimakasih

SYARAT & KETENTUAN

Perkawinan katolik menurut KHK1983 kan.1055 §1 adalah perjanjian (foedus) antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk membentuk kebersamaan hidup. Latar belakang definisi ini adalah dokumen Konsili Vatikan II, Gaudium et Spes §48). GS dan KHK tidak lagi mengartikan perkawinan sebagai kontrak.

Perkawinan mempunyai tiga tujuan yaitu: kesejahteraan suami-isteri, kelahiran anak, dan pendidikan anak. Tujuan utama ini bukan lagi pada prokreasi atau kelahiran anak. Hal ini berpengaruh pada kemungkinan usaha pembatasan kelahiran anak (KB).

Perkawinan Katolik itu pada dasarnya berciri satu untuk selamanya dan tak terceraikan. Kita menyebutnya sifat Monogam dan Indissolubile. Monogam berarti satu laki-laki dengan satu perempuan, sedang indissolubile berarti, setelah terjadi perkawinan antara orang-orang yang dibaptis (ratum)secara sah dan disempurnakan dengan persetubuhan, maka perkawinan menjadi tak terceraikan, kecuali oleh kematian. Ini dapat kita temukan dalam Hukum Gereja tahun 1983 (kan. 1141).

Yang dimaksud dengan perkawinan Katolik adalah perkawinan yang mengikuti tatacara Gereja Katolik. Perkawinan semacam ini pada umumnya diadakan antara mereka yang dibaptis dalam Gereja Katolik (keduanya Katolik), tetapi dapat terjadi perkawinan itu terjadi antara mereka yang salah satunya dibaptis di Gereja lain non-Katolik.

Perkawinan antara orang-orang yang dibaptis disebut ratum (kan. 1061) sedangkan perkawinan antara orang yang salah satunya tidak Katolik disebut perkawinan non ratum. Perkawinan ratum, setelah disempurnakan dengan persetubuhan (consummatum) menjadi perkawinan yang ratum et consummatum yang tidak dapat diputuskan atau dibatalkan oleh kuasa manapun, kecuali kematian (kan. 1141). Perkawinan yang ratum et non consummatum dapat diputuskan oleh Tahta suci oleh permintaan salah satu pasangan (kan. 1142).

Setiap perkawinan orang Katolik, meski hanya satu yang Katolik, diatur oleh ketiga hukum ini, yaitu 1 hukum ilahi, 2 hukum kanonik, dan 3hukum sipil sejauh menyangkut akibat-akibat sipil. Hukum ilahi adalah hukum yang dipahami atau ditangkap atas dasar pewahyuan, atas dasar akal sehat manusia sebagai berasal dari Allah sendiri.

Syarat Penerimaan Sakramen

  1. Menghubungi Romo Moderator wilayah yang bersangkutan untuk membicarakan persiapan pernikahan yang akan dilakukan, seperti: Penyelidikan Kanonik, Jadwal Tanggal Pernikahan dan hal-hal lain.
  2. Mengikuti Syarat Administratif Pernikahan.
  3. Masa Adven: Pernikahan di masa ini hanya diperbolehkan di masa Adven I dan harus bersifat sederhana, terutama untuk dekorasi disesuaikan dengan liturgi di masa tersebut.
  4. Masa Prapaskah: Karena pentingnya pertobatan dalam masa Prapaskah bagi seluruh umat, maka pernikahan dianjurkan, tidak diadakan pada saat itu.
  5. Berkonsultasi dengan Pastor Peneguh mengenai Tata upacara pernikahan dan teks upacara harus diserahkan kepada Pastor Peneguh untuk dikoreksi, sebelum diperbanyak.
  6. Berkonsultasi dengan Pastor Peneguh mengenai Lagu yang dipergunakan, supaya memperhatikan kaidah lagu liturgis, bukan lagu-lagu pop rohani.
  7. Persiapan Rohani, yaitu pengakuan dosa sebelum berlangsungnya upacara pernikahan, sangat dianjurkan bagi calon pengantin yang beragama Katolik.
  8. Pengambilan foto dan video mohon tidak menganggu acara Ekaristi yang sedang berlangsung.
  9. Apabila mempelai/panitia menyediakan konsumsi bagi para undangan, tidak diperkenankan menempatkan dan membagikannya di dalam gedung Gereja.
  10. Konsumsi dapat ditempatkan di luar gedung Gereja.
  11. Kompleks Gereja adalah kawasan tidak merokok. Keluarga hendaknya menyampaikan kepada para undangan.
  12. Tidak diperkenankan selebrasi di luar ruangan (Pelepasan Balon dan Pelepasan Burung Merpati).
  13. Tidak diperkenankan mengirim papan karangan bunga ke gereja.
  14. Untuk Dekorasi Gereja, Pasangan Pengantin dapat menghubungi Ketua ORNATA, Apabila mengalami kesulitan dengan biaya dekorasi gereja, dapat membicarakannya dengan Pastor Paroki.
  15. Untuk Misdinar, Dapat menghubungi Ketua Misdinar Paroki MKK.
  16. Untuk Koor/vocal group, Dapat Menghubungi Seksi Liturgi Gereja. Atau mencari sendiri dari dalam atau luar Paroki MKK.

Catatan

  • Calon Pengantin mempersiapkan Stipendium untuk Pastor Peneguh.
  • Mengurus Surat Baptis yang diperbaharui dengan cara: Membawa Surat Baptis (fotocopy dan asli) ke Sekretariat Paroki tempat dibaptis.
  • Diharapkan untuk para undangan peran serta aktif dalam upacara.
  • Upacara Pernikahan hanya akan dikenakan biaya Gedung Gereja atau Kapel dan Ornata (Dekorasi Gedung Gereja).
  • Biaya Pendaftaran Program MRT (termasuk 2(dua) buah buku MRT): (a) MRT Online (saat pandemi) Rp. 250.000 per Pasang, (b) MRT Reguler (sesudah pandemi) Rp. 450.000 per Pasang, dapat ditransfer melalui rekening BCA: 489 0301 644 a/n Rosalina Handoyo Limena / Dicky Dharma Putra, dengan Berita : Nama kedua calon pasangan MRT serta Bukti Transfer dapat diemail ke: [email protected] atau WA: 0813 8892 1540 (Ibu Fang/ Rosalina)

Ketentuan Selama Misa Tatanan Baru

  1. Tamu yang hadir maksimal 20 Orang.
  2. Pembatasan usia, umat yang boleh ikut dalam Ibadat pemberkatan atau Sakramen Perkawinan dalam Ekaristi berusia 18 sampai dengan 59 tahun, kecuali untuk orang tua mempelai yang berusia di atas 59 tahun.
  3. Untuk dekorasi pernikahan bertema sederhana dan dapat menghubungi petugas ORNATA.
  4. Mengisi daftar tamu yang dapat diambil di Sekretariat Paroki.
  5. Tidak diperkenankan untuk menggunakan WO (Wedding Organizer).
  6. Tidak ada koor/vocal group
  7. Tidak ada fotografer luar, cukup dari anggota keluarga saja
  8. Jika dari paroki luar harap melampirkan surat keterangan yang menerangkan alasan kenapa tidak dapat melangsungkan pernikahan di paroki sendiri.
  9. Pastor yang menerimakan sakramen pernikahan harus dari Paroki Meruya tidak diperkenankan membawa pastor dari luar Paroki Meruya.
  10. Tidak diperkenankan selebrasi di luar ruangan ( Pelepasan Balon dan Pelepasan Burung Merpati).
  11. Hari Minggu tidak diperkenankan untuk ada pemberkatan pernikahan.
  12. Proses Catatan Sipil tidak boleh dilakukan di Gereja.

PROSEDUR PENERIMAAN SAKRAMEN

01

Konsultasi Awal Pernikahan

Calon Pengantin menghubungi Romo Moderator Wilayah untuk konsultasi persiapan pernikahan, Penyelidikan kanonik

02

Formulir Pendaftaran

Unduh formulir diatas atau dapatkan melalui Sekretariat Paroki, lalu isi dan lengkapi formulir SURAT PENGANTAR CALON PESERTA PROGRAM MEMBANGUN RUMAH TANGGA (MRT)', ditanda tangan dari Ketua Lingkungan beserta kelengkapan dokumen adminsitratif Kursus Persiapan Pernikahan MRT.

03

Pendaftaran MRT

Melakukan Pendaftaran dan Transfer Pembayaran Biaya Program MRT ke Rekening BCA, nomor: 489-0301-644 atas nama: Rosalina Handoyo Limena / Dicky Dharma Putra. Dengan Berita: Nama Kedua Calon pasangan MRT. Bukti Transfer dikirimkan ke email [email protected] atau WA ke 0813-8892-1540 (Ibu Fang/Rosalina)

04

Program MRT

Mengikuti Program MRT yang telah ditentukan dan menyerahkan Formulir Pendaftaran serta Kelengkapan yang dibutuhkan.

05

Penyelidikan Kanonik

Unduh formulir diatas atau dapatkan melalui Sekretariat Paroki, lalu isi dan lengkapi formulir Persiapan Pernikahan, Identitas Calon Pengantin dan Surat Pernyataan ditanda tangan dari Ketua Lingkungan beserta kelengkapan dokumen adminsitratif Penyelidikan Kanonik dan Pernikahan lainnya.

06

Penentuan Jadwal Final

Menghubungi Sekretariat Paroki untuk menyesuaikan tanggal Penyelidikan Kanonik dan tanggal upacara dengan penggunaan Gedung gereja. Serta mengurus biaya administrasi paling lambat 1(satu) bulan sebelum tanggal Pemberkatan Pernikahan.

07

Penyelidikan Kanonik

Melakukan Penyelidikan Kanonik, sesuai dengan jadwal yang disepakati antara Calon Pengantin dengan Romo.

08

Persiapan Akhir

Memastikan seluruh check list kebutuhan Pernikahan sudah terpenuhi, dan menghubungi bagian-bagian Terkait.

09

Penerimaan Sakramen Pernikahan

Pada Waktu yang telah ditentukan, Menerima Sakramen Pernikahan.

JADWAL & AGENDA