Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Mingguan

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (setiap Sabtu Pertama setiap bulan)

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Sabtu 22 Agustus 2026

Bacaan Liturgi : PW Santa Perawan Maria Ratu, Sabtu, 22 Agustus 2026

  • Bacaan Pertama : Nubuat Yehezkiel 43:1-7a

  • Mazmur Tanggapan : R. Kemuliaan Tuhan tinggal di bumi kita.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mazmur 85:9ab-10.11-12.13-14

  • Bait Pengantar Injil : Alleluya. Bapamu hanya satu, ialah yang ada di Surga. Pemimpinmu hanya satu, yaitu Kristus. Alleluya.

  • Bacaan Injil : Matius 23:1-12

Maria, Ratu yang Rendah Hati dan Melayani

Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan para murid agar tidak mencari kehormatan dan kedudukan. β€œBarangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” Bagi Yesus, kebesaran seseorang bukan terletak pada gelar, jabatan, atau penghormatan yang diterimanya, melainkan pada kerendahan hati dan kesediaannya melayani.

Pada hari ini Gereja memperingati Santa Perawan Maria, Ratu. Gelar β€œRatu” bagi Maria tidak berarti bahwa Maria hidup dalam kemewahan atau mencari kekuasaan. Justru Maria adalah Ratu karena ia adalah Hamba Tuhan yang rendah hati. Dalam Magnificat, Maria berkata, β€œSesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan.” Ia menerima kehendak Allah dan memberikan seluruh hidupnya untuk melayani karya keselamatan-Nya.

Maria menunjukkan kepada kita bahwa menjadi besar di hadapan Allah berarti berani merendahkan diri, mendengarkan Tuhan, dan menghadirkan kasih-Nya kepada sesama. Maria tidak banyak berbicara tentang dirinya sendiri. Ia lebih banyak menghadirkan Yesus dalam hidupnya.

Kita pun dipanggil untuk belajar dari Maria. Di dalam keluarga, komunitas, lingkungan maupun pelayanan Gereja, janganlah kita mencari pujian atau penghargaan. Marilah kita bertanya: β€œApakah melalui hidup dan pelayanan saya, orang lain semakin mengenal dan mencintai Kristus?”

Semoga Santa Perawan Maria, Ratu, mengajar kita untuk menjadi pribadi yang rendah hati, tulus dalam melayani, dan setia melakukan kehendak Allah. Sebab pada akhirnya, yang terbesar bukanlah orang yang paling dihormati, melainkan orang yang paling mampu mengasihi dan melayani.

Doa :

Santa Maria, Ratu dan Hamba Tuhan, ajarlah kami untuk selalu rendah hati dan tulus dalam melayani.Jauhkan kami dari keinginan mencari pujian, penghormatan, dan kedudukan.
Bimbinglah kami agar dalam setiap pelayanan, kami semakin menyerupai Yesus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Doakanlah kami agar selalu setia melakukan kehendak Allah dan membawa kasih Kristus kepada sesama. Amin.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.