Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Jumat 09 Januari 2026

Bacaan Liturgis – Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan, Jumat, 09 Januari 2026

  • Bacaan Pertama: 1 Yohanes 5:5-13

  • Mazmur Tanggapan: Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem!

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 147:12-13.14-15.19-20

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Lukas 5:12-16

Renungan Singkat :

Di mana ada Kristus, di situ ada Kelegaan dan Suka Cita

Orang yang menderita penyakit kusta, pada jaman dahulu kala di tanah Israel, di jaman Yesus hidup, sungguh mengalami penderitan yang sangat berat baik secara fisik terlebih beban secara mental dan batin. Seorang yang menderita kusta dalam pandangan Yahudi kuno adalah seorang yang dianggap kena tulah atau kutukan Tuhan. Penyakit itu sungguh penyakit yang menjijikan bagi nereka dan sifatnya menular. Karena sifatnya menular dan menjijikkan bagi masyarakat umum maka penderita kusta tidak boleh tinggal dan hidup bersama di tengah-tengah masyarakat secara normal, seperti masyarat umum lainnya. Maka hidup mereka harus diasingkan di tempat khusus, terisolasi yang jauh dari perkampungan. Ketika mereka berjalan hendak ke pasar umum dan berjumpa dengan banyak orang di pasar, kaki mereka harus disertai lonceng agar setiap mereka melangkah terdengar bunyi lonceng tesebut sehingga orang lain yang ada di situ bisa menghindar.

Kita bisa membayangkan betapa menderita hidup mereka yang kena penyakit itu baik secara fisik, batin dan mental. Karakter mereka sungguh-sungguh dimatikan. Mereka masih hidup tetapi jiwa mereka serasa sudah mati dan tidak berharga. Dalam situasi sulit dan menderita seperti itu, Yesus datang kepada seorang kusta, mendekat dan menyembuhkan penyakitnya. Seketika itu juga dia jadi sembuh. Maka betapa dibayangkan betapa sukacitanya orang kusta yang telah disembuhkan itu. Dia sekarang menemukan pengharapan, semangat dan hidup baru. Dia bagaikan terlahir kembali dengan diberi kesempatan hidup yang wajar dan normal. Kristus sungguh menjadi jawaban atas persoalan hidupnya. Melalui Injil ini kita disadarkan dan diingatkan bahwa Yesus adalah jawaban atas semua permasalahan hidup kita. Hanya kepada-Nya kita berharap dan jangan pernah mengandalkan siapapun dan apapun selain Kristus Tuhan kita. Keragu-raguan dan ketidaksetiaan kita dalam beriman membuat kita kadang-kadang berpaling dari Allah dan ‘menduakan’ Allah. Mari sekarang menyadari sepenuhnya, dimana ada Kristus di situ pengharapan, dan suka cita kita terpenuhi.

[RP Yohanes Tinto Tiopano Hasugian, O.Carm]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm