Bacaan Liturgis - Peringatan Wajib Santa Agnes, Perawan dan Martir, Hari Keempat Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani, Sabtu, 21 Januari 2023
Bacaan Pertama: Ibrani 9:2-3.11-14
Mazmur Tanggapan: Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangsakala.
Ayat Mazmur Tanggapan: Mazmur 47:2-3.6-7.8-9
Bait Pengantar Injil: Bukalah hati kami, ya Allah, agar dapat memperhatikan sabda Anak-Mu. Alleluya
Bacaan Injil: Markus 3:20-21
Renungan Singkat - Persembahan Yang Hidup
Hari ini, kita merayakan teladan Santa Agnes, perawan dan martir yang sangat muda (291-304 M). Ia berasal dari keturunan bangsawan yang saleh di Italia; memiliki paras yang mengagumkan, sehingga banyak pria menginginkannya sebagai istri. Salah satunya ialah pemuda bernama Procopius, putra dari Symphronius, gubernur Roma. Ia mengirim hadiah natal kepada Santa Agnes sebagai bentuk perhatian. Santa Agnes menyikapinya dengan tegas bahwa ia telah berjanji menjadi mempelai yang Ialhi. Cintanya dipersembahkan hanya kepada Yesus. Karena merasa dipaksa oleh Procopius, Santa Agnes marah lalu berkata Enyahlah daripadaku, hai mangsa kematian! Aku sudah bertunangan dengan seorang lainnya, seorang mempelai yang jauh lebih baik. Ia adalah Raja Surga, yang kepada-Nya aku telah mengonsekrasikan segala keberadaanku. Dia diintimidasi oleh Sang gubernur akan dibawa ke tempat terburuk dan akan dilecehkan karena telah menolak keinginan anaknya. Hal itu tidak menyurutkan imannya. Ia terus berdoa. Lalu ia dibakar hidup-hidup, tetapi sungguh mengagumkan, ia tidak terbakar. Tuhan melindunginya. Akhirnya, para algojo berusaha membunuhnya dengan melancarkan pukulan keji. Melihat itu, Santa Agnes berkata, Bergegaslah untuk menghancurkan badanku, yang dapat menyenangkan orang lain sehingga menghina Mempelai ilahiku. Janganlah takut untuk memberikanku kematian yang akan menjadi bagi diriku permulaan dari kehidupan kekal. Setelah menolehkan matanya ke Surga, dan memohon Yesus menerima jiwanya, ia meninggal dalam damai.
Mari kita meneladani semangat kemartiran Santa Agnes. Cintanya kepada Yesus sungguh mengagumkan. Ia menampatkan Yesus sebagai prioritas dalam hidup. Cinta memang sungguh dahsyat, apalagi cinta akan Yesus akan memampukan kita mengalahkan segala godaan. Yesus sebagai Imam Besar telah menebus kita dengan kurban diri-Nya yang mengagumkan. Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. (Ibr.9:13-14).
Kita harus selalu mawas diri, sebab banyak godaan yang dapat menarik dan membelenggu kita dalam dosa. Godaan selalu dikemas dengan menarik dan memikat mata manusia, menyenangkan telinga lalu akhirnya melumpuhkan hati. Kita harus berjuang terus supaya hidup kita sehari-hari boleh menjadi persembahan yang hidup bagi Yesus. Hal itu terjadi bila telinga kita selalu akrab dengan Sabda-Nya yang suci dan hati selalu peka mendengarkan bisikan Roh-Nya. Semakin hari kita sejatinya semakin percaya pada Yesus dan penyelenggaraan-Nya. Salah satu mentalitas yang harus kita lawan zaman ini ialah mentalitas takut berkurban. Manusia cenderung memilih cara instan, tidak mau berkurban demi nilai yang lebih tinggi. Kita dipanggil untuk militant dalam iman; menjunjung tinggi iman dan perbuatan baik meskipun kita harus berkurban. Jangan mudah mengorbankan iman dan perbuatan baik demi kesenangan semata. Mari kita terus bergegas dan berdiri teguh dalam iman akan Yesus. Kita menyadari kelemahan sebagai ciptaan Tuhan. Kalau kita jatuh dalam dosa, mari kita bangkit lagi dan melanjutkan perjuangan rohani. Tepat sekali nasihat Santo Paulus, Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Flp.4:8). Tuhan memberkati. [RP Manaek Sinaga, O.Carm]