Bacaan Liturgis – Jumat Pekan Paskah III, Jumat, 24 April 2026
Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 9:1-20
Mazmur Tanggapan: Pergilah ke seluruh dunia, dan beritakanlah Injil.
Ayat Mazmur Tanggapan: Mazmur 117:1.2
Ayat Bait Pengantar Injil: Alleluya. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, sabda Tuhan. Alleluya
Bacaan Injil: Yohanes 6:52-59
Menerima Kristus Dan Hidup Secitra Dengan-Nya
Mengenal siapa Yesus seutuhnya dan memahami dengan jelas misi utama-Nya hadir ke dunia ini dengan peristiwa ‘Immanuel’ (inkarnasi Allah menjadi manusia) tidaklah mudah. Itu bisa terjadi karena memang sudut pandang, latar belakang dan kodrat kita dengan kodrat-Nya tidaklah sama. Perkataan-perkataan Yesus seperti dalam Injil yang kita dengarkan hari ini tidak bisa kita pahami secara harafiah. Karena kalau kita pahami secara harafiah justru membuat kita salah memahami dan cenderung sesat. “Makan daging-Ku dan minum darah-Ku” yang diungkapkan oleh Yesus harus dipahami dalam konteks Ekaristi. ‘Daging dan darah’ adalah ungkapan cara orang-orang Ibrani untuk menggambarkan manusia seutuhnya dengan segala sifat-sifat kemanusiaannya. Maksud sesungguhnya yang harus kita pahami dengan ungkapan Yesus ini adalah kita sebagai orang-orang kristiani harus mempersatukan diri dengan Yesus sepenuhnya agar dapat memperoleh hidup yang kekal.
Yesus mengidentifikasi diri-Nya sebagai Anak Manusia mau menunjukkan kepada kita bahwa Dia yang adalah Allah dengan peristiwa inkarnasi mau menderita sebagai manusia yang terdiri dari daging dan darah untuk mati di salib. Sebagai orang kristiani kita harus berusaha mengidentifikasi hidup kita dengan hidup Kristus sendiri. Seperti Kristus rela menderita sengsara dan wafat di salib, kita juga dengan kekuatan iman kita harus berani memanggul salib kita, menyangkal diri dan siap sedia menderita demi mempertahankan iman kita. Setiap kita merayakan Ekaristi, dengan menyambut Tubuh dan Darah-Nya, kita selalu disadarkan bahwa kita telah menyatu dengan Kristus. Hanya dengan demikian maka kita hari demi hari kita menjadi alter Kristus yang membawa kebaikan dan cinta kasih Kristus di manapun kita tinggal, hidup dan beraktifitas. Semoga kita mencintai dan menghidupi nilai-nilai rohani dari Perjamuan Ekaristi sebab itulah jaminan yang dijanjikan Allah bagi kita untuk berpartisipasi pada Perjamuan Abadi kelak di surga.
@RP. Tinto Hasugian O. Carm