Bacaan Liturgis – Sabtu Vigili, Sabtu, 04 April 2026
Bacaan Pertama: Kejadian 1: 1.26-31
Mazmur Tanggapan: Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan, dan jadi baru seluruh muka bumi
Ayat Mazmur Tanggapan: Mazmur 104:1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c
Bacaan Kedua : Keluaran 14:15 - 15:1
Bacaam Ketiga : Yesaya 55 : 1 – 11
Mazmur Tanggapan: Kamu akan menimba air dengan kegirangan, dari mata air keselamatan
Ayat Mazmur Tanggapan: Yesaya. 12:2-3.4bcd.5-6
Bacaan Epistola : Roma 6 : 3 – 11
Ayat Bait Pengantar Injil: Ayat – ayat mazmur diganti lagu PUJILAH TUHAN SANG RAJA
Bacaan Injil: Matius 28 : 1 – 10
Kebangkitan Yesus Memberi Kepastian Hidup Dan Menghalau Ketakutan
Kebangkitan Yesus mendatangkan suka cita bagi para murid-Nya. Maka mereka dengan semangat besar berlari-lari menyebarkan berita besar ini kepada semua orang. Mereka menyaksikan peristiwa besar dan agung yang selama ini tidak ada dalam pemikiran dan prediksi mereka. Kebangkitan Yesus menjadi jawaban atas segala kecemasan dan kekaburan pemahaman manusia akan dasar, akhir dan tujuan hidup ini. Sebelum Kristus bangkit manusia memahami keterbatasan akan arti dan makna hidup serta kemana tujuan akhir dari hidup manusia. Ketidakpastian hidup dan situasi gelap penuh misteri keadaan hidup setelah kematian yang selama ini mendera manusia terjawab sudah secara pasti dan meyakinkan dengan kebangkitan Kristus. KebangkitanNya mengusir rasa takut dan cemas kita. KebangkitanNya memberi kita kepastian hidup dan semakin optimis akan tujuan akhir hidup kita yaitu kebahagiaan yang sejati.
Kristus yang bangkit selalu menyapa orang-orang yang dijumpainya dengan sapaan pembuka yag selalu sama. “Damai bagimu!!!” (salam bagimu). Yesus mau menekankan dan meyakinkan para muridNya bahwa kehadiranNya selalu menjadi pembawa damai, harapan dan suka cita bagi siapapun. Kristus adalah wajah Allah Bapa yang sesungguhnya. Maka melalui kebangkitan Yesus ini, ditampakkan bahwa Allah itu bukan pribadi yang pendendam. Meskipun dihianati, tidak menjadi sakit hati dan pendendam. Allah itu selalu memberikan damai dan suka cita. Allah memberi optimis hidup kepada manusia dengan menjanjikan suka cita abadi dan kebahagiaan kekal setelah kematian kita di dunia ini. Iman kekristenan kita mengajarkan kita untuk berdamai dengan kematian serta menerima kematian sebagai pintu masuk kepada tujuan sejati hidup yang kita dambakan. Karena kematian semakin mendekatkan manusia kepada kebangkitan dan kehidupan abadi. Maka mari kita rayakan paskah kebangkitan Kristus dengan suka cita, sebab inilah inti iman kita yang paling besar yang paling membuat hidup kita menjadi penuh arti.
@RP. Tinto Hasugian O. Carm