Bacaan Liturgis – Senin Pekan Paskah IV, Senin, 27 April 2026
Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 11:1-18
Mazmur Tanggapan: Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup!
Ayat Mazmur Tanggapan: Mazmur 42:2-3;43:3.4
Ayat Bait Pengantar Injil: Alleluya. Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan, Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku. Alleluya
Bacaan Injil: Yohanes 10:11-18
Keselamatan Yang Ditawarkan Kristus Diperuntukkan Bagi Semua Orang
Hari ini Yesus kembali menandaskan siapa diri-Nya dan bagaimana kecintaan-Nya tercurah bagi kita manusia. Yesus mengidentifikasi diri-Nya bagikan seorang Gembala yang baik dan sejati. Yesus berkata, “Akulah Gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawa-Nya bagi domba-dombanya…Akulah Gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku dan sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku”. Dengan ungkapan ini nampak secara jelas bahwa Yesus menunjukkan sikap-Nya yang sangat tegas bahwa Dia rela mati demi kebahagiaan dan keselamatan kita sebagai domba-domba-Nya. Berkali-kali dalam Injil ini Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Gembala yang baik. Dia penuh komitmen memberikan cinta, pengabdian dan pengorbanan-Nya pada kita umat-Nya. Yesus sungguh-sungguh menjunjukkan sifat-sifat-Nya yang mulia dan seorang yang emiliki kepemimpinan yang sejati.
Yesus menandaskan lagi yang tidak kalah pentingnya dengan berkata, “Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga; mereka akan mendengar suara-Ku, dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala...” Ungkapan ini menunjukkan bahwa Kristus menawarkan keselamatan kepada semua manusia tanpa membedakan agama, kelas-kelas dan kelompok fanatis manusia yang kerapkali bersifat sektarian. Kristus sebagai gembala menunjukkan sifat-sifat kelemah-lembutan-Nya, pengertian, kasih sayang dan pengampunan. Ungakapan Yesus dalam perikop ini yang mengatakan, “Tidak seorangpun mengambilnya daripada-Ku, melainkan Aku memberikan-Nya dan berkuasa mengambilnya kembali”. Teks ini hendak mengungkapkan otonomi Kristus yang sanagat berkuasa absolut kepada kematian. Maka Kristus mampu bangkit dengan mengalahkan kematian yang sangat menakutkan bagi masunia.
@RP. Tinto Hasugian O. Carm