Bacaan Liturgis – PW Santo Yohanes Bosco, Imam, Sabtu, 31 Januari 2026
Bacaan Pertama: 2 Samuel 12:1-7a.10-17
Mazmur Tanggapan: Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah.
Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 51:12-13.14-15.16-17
Bait Pengantar Injil: Alleluya. Demikian besar kasih Allah kepada dunia, sehingga ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal. Setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki hidup abadi. Alleluya.
Bacaan Injil: Markus 4:35-41
Renungan Singkat :
Bersama Kristus Kita Aman, Tenang dan Damai
Saudari dan saudaraku yang terkasih, hari ini dalam Injil kita menyaksikan bahwa Yesus mengajak para murid-Nya untuk bertolak ke seberang danau. Kita memahami secara baik, bahwa yang mengajak mereka berlayar adalah Yesus sendiri, bukan karena kemauan para murid. Dalam perjalanan pelayaran itu tiba-tiba angin topan datang mengguncang perahu mereka. Para murid merasakan cemas dan ketakutan yang luar biasa, sementara Yesus dengan tenang dan nyenyak, tidur di buritan. Ketidakmampuan para murid untuk mengatasi persoalan ketakutan dan kecemasan mereka, akhirnya membuat mereka berinisiatif untuk membangunkan Yesus. Di tengah-tengah kecemasan, mereka menunjukkan kelemahan iman mereka dengan berkata, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Ungkapan dari para murid ini adalah sebuah ungkapan keputusasaan dan kelemahan iman. Mereka berada dalam situasi putus harapan dan kehilangan pegangan hidup. Padahal seandainya mereka memiliki kesaadaran yang sangat mendalam sejak awal bagaimana proses mereka untuk sampai pada tindakan berlayar menyeberangi danau, tentu mereka tidak perlu takut dan secemas itu.
Yesuslah yang berinisiatif dan mengajak pertama sekali para rasul untuk berlayar. Karena Yesus yang mengajak dan memprakarsai, mestinya mereka harus sangat yakin bahwa tidak mungkin tindakan Yesus itu membawa mereka kepada kehancuran dan kebinasaan. Tuhan tidak pernah membawa kita kepada kehancuran dan kematian yang sia-sia. Tuhan selalu mengusahakan kita berada dalam suasana damai, tenang dan hidup penuh suka cita dalam peziarahan hidup kita di dunia ini. Maka pertanyaan Yesus kepada para murid yang mengatakan, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” juga adalah pertanyaan yang pantas dialamatkan kepada kita masing-masing. Dalam hidup ini kita sering kali jatuh dalam kecemasan dan ketakutan yang tidak berdasar. Sering kita kehilangan iman dan merasa jauh dari Tuhan karena goncangan dan cobaan-cobaan hidup yang terus-menerus menerpa kita. Kita menjadi mempertanyakan eksistensi Allah dan kekuatan penyelenggaraan-Nya dalam hidup kita. Maka mari teguh dalam iman untuk tidak takut dan cemas dalam mengikuti Yesus dan melaksanakan semua ajaran-Nya. Dialah yang mengajak dan memanggil kita, Dia pulalah yang menuntun dan mendampingi kita. Bersama Yesus kita akan mendapatkan rasa aman, tenang dan damai.
[RP Yohanes Tinto Tiopano Hasugian, O.Carm]