Renungan Harian

Renungan Harian 04 Januari 2025

Bacaan Liturgis – Hari Biasa Masa Natal, Sabtu, 04 Januari 2025

  • Bacaan Pertama: 1 Yohanes 3:7-10

  • Mazmur Tanggapan: Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1.7-8.9

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Dahulu kala dengan berbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi. Pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Yohanes 1:35-42

Renungan Singkat : Perjumpaan yang Evangelis

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hidup adalah sebuah perjumpaan. Perjumpaan dengan ciptaan alam, dengan hewan, dengan teman sekolah SMA, dengan teman baru di tempat kerja atau perjumpaan dengan orang yang ternyata masih family dan sejak itu hubungan kekeluargaan bertambah akrab dan hidup. Sebuah perjumpaan dengan sesuatu atau orang baru bisa mengubah hidup seseorang.

Seperti perjumpaan dua murid Yohanes dengan Yesus yang disertai dengan pertanyaan, “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” (Yoh 1:38b), pada akhirnya juga mengubah hidup mereka. Setelah diundang oleh Yesus, “Marilah, dan kamu akan melihatnya” (ay. 39a), “Mereka pun datang, dan melihat di mana Yesus tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia” (ay. 39b).

Peristiwa perjumpaan antara Yesus dan kedua murid Yohanes itu amat mengesan, sehingga penginjil pun menulis, “Waktu itu kira-kira pukul empat”, tentu saja pukul empat sore. Penginjil juga mencatat, “Salah seorang dari kedua murid yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus” (ay. 40). Perjumpaan dengan Yesus sore itu meneguhkan keinginannya untuk mengikut Yesus.

Namun, ternyata perjumpaan dengan Yesus bukan hanya meneguhkan Andreas untuk mengikuti Yesus. Lebih dari itu. Ia punya pengalaman iman yang mendalam sehingga pengalaman tersebut menggerakkan dia untuk membawa saudaranya, Simon, agar dia juga memiliki pengalaman iman yang sama dengan Yesus, yang oleh Yohanes diperkenalkan sebagai Anak Domba Allah (ay. 36).

“Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya, ‘Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).’ Lalu Andreas membawa Simon kepada Yesus” (ay. 41-42a). Perjumpaan pribadi dengan Yesus, dia ceritakan kepada saudaranya. Simon adalah orang pertama yang mendapat pewartaan Andreas tentang Yesus dan perjumpaan penuh kasih dengan-Nya. Simon pun kemudian mengikuti Yesus sebagai salah seorang murid-Nya.

Para saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, dalam Seruan Apostolik Sukacita Injil Paus Fransiskus mengatakan, “Para rasul tidak pernah melupakan saat ketika Yesus menyentuh hati mereka, ‘Waktu itu kira-kira pukul empat’ (Yoh 1:39). Bersama-sama dengan Yesus, kenangan ini menghadirkan bagi kita ‘banyak saksi’ (Ibr 12:1), beberapa di antaranya, sebagai kaum beriman, kita kenang kembali dengan sukacita besar, ‘Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu’ (Ibr 13:7). Beberapa dari mereka adalah orang-orang biasa yang dekat dengan kita dan mengenalkan kita pada kehidupan iman” (No. 13).

Perjumpaan dengan Yesus sungguh menyentuh hati para rasul, Andreas dan Simon, saudaranya. Itulah sebabnya, mereka tidak mau menjadi murid-murid Yesus yang egois dan apatis. Mereka mau mensharingkan pengalaman perjumpaan dengan Yesus yang menyentuh hati tersebut kepada orang-orang terdekat dan Andreas pertama-tama melakukannya kepada saudaranya sendiri. “Lalu Andreas membawa Simon kepada Yesus,” demikian penginjil menulisnya.

Bapak-ibu dan para saudara sekalian, cara Andreas mewartakan pengalaman imannya kepada Simon, anak Yohanes, yang juga dinamakan Kefas (artinya: Petrus) menginspirasi Gereja zaman ini untuk mengadakan pembinaan iman umat agar mereka terlibat dalam evangelisasi melalui Sekolah Evangelisasi Pribadi (SEP) dan Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP).

Di Paroki Meruya, Kursus Evangelisasi Pribadi diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Untuk program KEP 2025 ini, KEP akan dimulai bulan depan, Februari. Sedangkan Bina Lanjut Kursus Evangelisasi Pribadi (BLKEP) saat ini sedang berlangsung dan akan berakhir dengan RETUS (Rekoleksi dan Pengutusan) pada 24-25 Mei 2025 mendatang.

Para saudara, jika saudara belum pernah ikut KEP, silakan segera mendaftar dan membekali diri dengan banyak pengetahuan dan latihan bagaimana menjadi orang Katolik yang evangelis, yang bisa (karena tahu caranya) mewartakan Yesus dan Injil-Nya secara informal kepada orang-orang terdekat yang saudara jumpai dalam keseharian, mulai dari lingkup keluarga.

Mari kita mohon kepada Maria, Bintang Evangelisasi, agar dia menuntun banyak anaknya, warga Gereja, umat Allah, untuk terus membina diri dalam iman yang hidup, yang ditandai dengan kesediaan untuk membawa orang lain kepada Yesus. Ingat akan pesan Santo Paus Paulus VI, “Salah satu tanda dari kasih ialah kesediaan berbakti pada pewartaan Yesus Kristus” (Imbauan Apostolik Evangelii Nuntiandi, No. 79). Dengan demikian, hidup bisa menjadi sebuah perjumpaan yang evangelis, yang membawa orang kepada Yesus.

[RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]