Bacaan Liturgis – Rabu Pekan II Paskah, Rabu, 15 April 2026
Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 5:17-26
Mazmur Tanggapan: Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkan
Ayat Mazmur Tanggapan: Mazmur 34:2-3.4-5.6-7.8-9;
Ayat Bait Pengantar Injil: Alleluya. Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Alleluya
Bacaan Injil: Yohanes 3:16-2
UKURAN DARI CINTA ADALAH PENGORBANAN
Cinta Tuhan kepada alam semesta dan kita manusia secara khusus tak pernah putus. Sepanjang sejarah dunia ini ada penyertaanNya begitu nyata. Akan tetapi karena berbagai kerapuhan, kelemahan dan keterbatasan, kita tak mampu memahami Allah itu secara penuh. Kita banyak meraba-raba dan menafsir siapa Tuhan itu sesungguhnya yang telah menunjukkan cintaNya yang sangat sempurna untuk hidup kita. Kita gagal memahami Dia yang sebenar-benarnya. Meski para nabi, orang bijak, orang suci sudah banyak berusaha bersaksi tentang siapa Allah itu yang sesungguhnya, toh kita manusia gagal memahamiNya.
Akhirnya Allah Bapa dengan cinta yang sempurna ‘memutuskan’ bahwa harus Dia sendiri yang datang kedua ini dalam bentuk Allah Putra, yaitu Yesus Kristus ke dunia agar seluruh manusia tahu seutuhnya siapa Allah sebagai sang Pencipta sebagai dasar, awal dan tujuan hidup kita manusia. Maka benar dalam Injil yang hari ini kita renungkan diketengahkan kepada kita bahwa karna Cinta dan Kasih Allah yang besarlah maka Dia sendiri datang kedunia untuk mengajari kita tentang Tuhan, cinta dan tujuan hidup kita.
Yesus yang adalah cinta Tuhan yang sempurna di dunia ini kita imani sebagai terang yang menghalau kegelapan dunia ini. Maka kita manusia hendaknya mau hidup di dalam terang Kristus itu sehingga kitapun sebagai pengikutNya mampu menjadi terang dan saksi-saksi dari cinta Tuhan bagi sesama. Allah telah berkorban karna cintaNya selalu sempurna bagi kita. Maka kitapun harus belajar mencintai secara tulus dalam seluruh aspek hidup kita. untuk mampu mencintai secara tulus dalam hidup maka ukurannya adalah pengorbanan. Seberapa banyak kita berkorban dalam hidup ini, sebesar itulah cinta yang kita berikan dalam hidup ini. Betapa indahnya perngorbanan dari orang-orang yang mencintai secara tulus dalam hidup ini.
@RP. Tinto Hasugian O. Carm