Bacaan Liturgi : Pekan Biasa XIX , Sabtu, 15 Agustus 2026
Bacaan Pertama : Nubuat Yehezkiel 18:1-10.13b.30-32
Mazmur Tanggapan : R. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah.
Ayat Mazmur Tanggapan : Mazmur 51:12-15.18-19
Bait Pengantar Injil : Alleluya.Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana. Alleluya.
Bacaan Injil : Matius 19:13-15
Datang kepada Yesus dengan Hati Seorang Anak
Dalam Injil hari ini, orang-orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus supaya Ia meletakkan tangan-Nya dan mendoakan mereka. Namun, para murid justru memarahi orang-orang itu. Yesus kemudian berkata, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku.” Lalu Yesus memberkati mereka.
Sabda ini mengingatkan kita bahwa di hadapan Tuhan tidak ada seorang pun yang dianggap terlalu kecil, tidak penting, atau tidak layak. Justru anak-anak menjadi gambaran tentang sikap hati yang dikehendaki Yesus: sederhana, percaya, terbuka, dan bergantung kepada kasih.
Sering kali kita merasa harus menjadi kuat, mampu, dan sempurna agar layak datang kepada Tuhan. Padahal, Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna. Ia mengundang kita datang apa adanya, dengan segala kelemahan dan keterbatasan kita. Seperti seorang anak yang percaya penuh kepada orang tuanya, demikian pula kita dipanggil untuk percaya bahwa hidup kita selalu berada dalam kasih dan penyelenggaraan Tuhan.
Sabda Yesus juga menjadi teguran bagi kita agar jangan menjadi penghalang bagi orang lain untuk datang kepada-Nya. Melalui perkataan, sikap, atau penghakiman kita, jangan sampai orang lain justru merasa jauh dari Gereja dan dari Tuhan. Sebaliknya, hendaknya kehadiran kita menjadi jalan yang membuat orang lain mengalami keramahan, pengampunan, dan berkat Tuhan.
Marilah hari ini kita datang kepada Yesus dengan hati yang sederhana seperti seorang anak: percaya, rendah hati, dan terbuka. Dan marilah kita membawa orang-orang di sekitar kita semakin dekat kepada-Nya.
Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah kami memiliki hati yang sederhana dan penuh kepercayaan kepada-Mu. Jauhkan kami dari sikap yang menghalangi orang lain untuk datang kepada-Mu. Jadikanlah hidup kami saluran kasih dan berkat-Mu bagi sesama. Amin.
(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)