Renungan Harian

Renungan Harian 16 Juli 2026

Bacaan Liturgis – Kamis, 16 Juli 2026 (Hari Biasa Pekan XV / Peringatan Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel)

  • Bacaan Pertama: Kitab Yesaya 26:7-9.12.16-19

  • Mazmur Tanggapan: Engkau, ya Tuhan, bangkit dan berbelas kasih kepada Sion.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 102:13-14ab.15.16-18.19-21

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Alleluya. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Matius 11:28-30.

Berjumpa Dengan Tuhan Selalu Melegakan Kehidupan

Santo Agustinus (354 –430) sang pujangga dan Bapa Gereja pernah mengatakan, ‘Hatiku gelisah, sebelum berjumpa dengan Tuhan’. Ungkapan ini hendak mengatakan bahwa manusia selalu berusaha mencari kelegaan, penghiburan dan kekuatan untuk menjalani kehidupannya. Hidup yang terkadang terasa berat, banyak tantangan dan persoalan ini kadang-kadang butuh mencari bantuan dari pihak luar untuk membantu mengatasi segala persolan hidup kita. Santo Agustinus mencapai kesadaran tertinggi bahwa hanya persatuan dengan Tuhan membuat manusia mampu menghadapi setiap persoalan hidup. Tuhan adalah jawaban dari setiap persoalan dan keresahan hidup kita.

Yesus hari ini bersabda, ‘Marilah kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu’. Tuhan sungguh memahami situasi kehidupan kita manusia. Maka Dia mengundang kita untuk selalu datang kepadaNya agar kita beroleh kelegaan hidup. Beban kehidupan yang ada pada kita bagaikan salib yang harus kita jalani dengan sikap terbuka. Salib dan penderitaan yang kita terima dalam kaca mata iman dan kita hidupi dalam semangat kerendahan hati serta terbuka akan pendampingan Tuhan dalam semua aspek hidup kita akan mendatangkan rasa damai dan suka cita dalam kehidupan ini.

Sebaga orang beriman, tentu kita harus punya komitmen untuk selalu berpaut hanya pada Tuhan saja. ‘Solo Dios basta’, hanya Allah saja cukup! Begitu kata-kata santa Teresa Avila untuk menegaskan bahwa Tuhanlah jawaban satu-satunya akan seluruh pergumulan hidup kita. Jangan pernah muncul godaan dalam hiudp kita untuk mencari penghiburan dan kekuatan dari luar yang bertentangan dengan iman kita. Di jaman sekarang masih ada beberapa umat yang ‘berjalan di dua kaki’. Di satu sisi dia percaya kepada Tuhan, tetapi di sisi lain masih mau pergi ke dukun dan ke ahli ramal untuk mencari bantuan dan solusi atas segala persoalan hidup. Maka mari sekarang memiliki komitmen yang kuat untuk beriman dan percaya sepenuhnya hanya pada Tuhan aja, karna Dialah dasar, pegangan dan tujuan akhir hidup kita.

@RP Tinto Hasugian O. Carm