Renungan Harian

Renungan Harian 25 Oktober 2026

Bacaan Liturgis – Hari Minggu Biasa XXX, Minggu, 25 Oktober 2026

  • Bacaan Pertama: Keluaran 22:21-27

  • Mazmur Tanggapan: Aku mengasihi Engkau, ya Allah, kekuatanku.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 18:2-3a.3bc-4.47.51ab

  • Bacaan Kedua: 1 Tesalonika 1:5c-10

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Matius 22:34-40

Mengasihi Dengan Segenap Kekuatan Kita

Hari ini Yesus mengajarkan kepada kita arti dan makna mencintai dengan kualitas yang penuh dan sejati. Yesus berkata, “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Mencintai Tuhan dan mencintai sesama itu harus berbanding lurus. Ketika kita mencintai Tuhan dengan sepenuh kekuatan kita, maka dengan sendirinya kita juga akan mencintai sesama kita dengan kualitas dan kadar yang sama. Hatidalam dalam Bahasa Yunani itu kardia. Dalam bahasa Ibrani: lèb. Merupakan pusat dari kekuatan vital manusia karena merupakan sumber kualitas kepribadian manusia. Pergerakan dan dinamika dalam hati umumnya tersembunyi dan sulit dideteksi dan dinilai dari luar (fenomen).

Maka hati ini sering dikontraskan dengan wajah dan bibir yang ekspresi dan pergerakan dinamikanya dapat dilihat secara jelas dan tak tersembunyi. Hati hampir memiliki padanan arti yang sama dengan roh. Roh itu sendiri adalah daya penggerak dan daya dinamis dari tubuh kita manusia untuk melakukan refleksi dan keputusan-keputusan yang menentukan gerak langkah hidup kita. Hati juga adalah tempat kita berjumpa dengan Allah. Allah yang adalah Roh itu hanya dapat disentuh dan dijumpai dalam hati manusia yang adalah roh. Maka Roh Allah berjumpa dengan roh manusia dalam hati manusia. Hati yang murni akan selalu mencari dan melaksanakan kehendak Tuhan, bukan memenuhi keinginan dan kesenangan pribadi.

Mencintai dengan segenap hati, jiwa dan akal budi berarti mencintai dengan keseluruhan jati diri kita sebagai manusia. Manusia merupakan satu kesatuan yang utuh maka mengasihi dan mencintai bagi manusia berarti mencintai dengan seluruh totalitas hidup. Mencintai sampai tuntas dan dengan mencurahkan semua daya dan kekuatan yang ada pada kita. Betapa indah, agung dan mulai mencintai dengan cara yang demikian. Manusia akan sampai kepada kualitas demikian ketika kita telah mampu menempatkan Allah di atas segala-galanya dan mematikan ego serta cinta diri yang ada pada diri kita. Memang ketika kita hidup dalam cinta yang sejati, maka seluruh kekuatan yang ada pada diri kita akan memampukan kita untuk menghadapi setiap rintangan dan persoalan apapun yang menghadang. Cinta mampu mengatasi segala persoalan hidup, sebab cinta itu dahsyat dan sekuat maut seperti kata Kidung Agung.

@RP Tinto Hasugian O. Carm