Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Minggu 29 Maret 2026

Bacaan Liturgis – Hari Minggu Palma, 29 Maret 2026

  • Bacaan Pertama: Yesaya 50:4-7

  • Mazmur Tanggapan: Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan aku?

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24

  • Bacaan Kedua: Filipi 2:6-11

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Terpujilah. Kristus sudah taat bagi kita; Dia taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah meninggikan Dia, dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama. Terpujilah.

  • Bacaan Injil: Matius 26:14-27:66 (Singkat: 27:11-54)

Kasih dan Pengorbanan Yesus Maha Dahsyat

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hari ini kita memasuki Pekan Suci. Kongregasi Ibadat Ilahi menyebutkan bahwa dalam Pekan Suci Gereja merayakan misteri keselamatan yang diwujudkan Kristus pada hari-hari terakhir hidup-Nya, sejak Ia sebagai Almasih memasuki Yerusalem (No. 27).

Kongregasi Ibadat Ilahi juga mengatakan bahwa Pekan Suci dimulai pada Minggu Palma, yang menghubungkan perayaan kemenangan Kristus Raja dengan pewartaan akan penderitaan-Nya. Pengaitan kedua aspek misteri Paskah ini harus menjadi jelas dalam perayaan dan katekese (No. 28). Oleh karena itu, perayaan Minggu Palma terdiri dari dua bagian.

Pertama, Ritus Penyambutan peristiwa Kristus memasuki Kota Yerusalem yang bisa dilakukan secara sederhana tanpa perarakan atau secara meriah dengan perarakan dari luar gereja menuju ke dalam gereja.

Minggu Palma hari biasanya dirayakan dengan prosesi atau perarakan dari luar gereja. Di luar gereja, pada bagian Ritus Penyambutan ini diadakan doa dan pemberkatan daun palma, pembacaan Injil (Mat 11:1-11), homili singkat dan perarakan menuju gedung gereja. Selama perarakan, umat melagukan nyanyian-nyanyian yang sesuai (Kongregasi Ibadat Ilahi, No. 32). Misalnya, umat menyerukan “Hosana” seperti dahulu anak-anak Ibrani menyambut Kristus dan menyertai-Nya sampai di Kota Yerusalem.

Kedua, setelah seluruh umat berada di dalam gereja, dengan menghilangkan bagian awal dari Ritus Pembuka, Imam langsung mengucapkan Doa Kolekta. Selanjutnya Misa berlangsung seperti biasa. Pada bagian Liturgi Sabda, Injil diambil dari Matius 26:14-27:66 (Singkat: 27:11-54)

Hari ini, mengawali Pekan Suci, Gereja mengajak kita untuk mengenang sengsara Tuhan Yesus. Sengsara-Nya yang paling dahsyat yakni ketika Yesus bergantung pada kayu salib. Di sana Ia diolok-olok dan dihina oleh para lawan-Nya, meski Ia tidak melakukan kesalahan apa pun.

Istri Pilatus yang mendapatkan mimpi mengirim pesan kepada suaminya yang sedang duduk di kursi pengadilan, “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab dalam mimpi tadi malam aku sangat menderita karena Dia” (Mat 27:19).

Benar, ketika mengadili Yesus Pilatus tidak menemukan kesalahan apa pun dalam Diri-Nya. Apalagi, kesalahan yang bisa menjadi alasan untuk menjalani hukuman mati, dia tidak menjumpainya. Yesus memang orang benar.

Sebagai bukti bahwa Yesus adalah orang benar, Ia tidak takut menghadapi sidang pengadilan dan hukuman mati sekalipun. Jika Dia harus menghadapinya, hal itu karena Yesus memiliki misi khusus, untuk apa Ia rela menderita dengan bangga.

Santo Agustinus, dalam suatu khotbahnya tentang sengsara dan wafat Yesus, berkata, “Yesus mencintai kita sedemikian rupa, hingga Dia, yang tanpa dosa, menderita hukuman mati bagi para pendosa yang seharusnya dibebankan kepada kita karena dosa. Marilah kita mengakui tanpa takut atau bahkan mari kita mengumumkan secara nyata, bahwa Kristus telah disalib untuk kita. Marilah kita mewartakan peristiwa ini tidak dengan gemetar, tetapi dengan gembira, tidak dengan malu-malu, tetapi dengan bangga.”

Hal yang menarik di sini ialah ajakan Santo Agustinus untuk mewartakan Yesus yang tersalib dengan bangga. Bangga akan Yesus yang tersalib. Bangga karena telah percaya akan Yesus yang tersalib. Bangga karena telah ditebus dan diselamatkan dari dosa oleh Yesus yang tersalib. Seperti telah dialami oleh Rasul Paulus, “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus” (Gal 6:14).

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, kita mesti selalu menyadari bahwa kasih dan pengorbanan Yesus begitu dahsyat, yang Dia nyatakan di kayu salib. Maka, pada hari Minggu Palma ini kita sebenarnya bukan hanya mengenang sengsara Tuhan Yesus. Kita juga perlu menyatakan rasa syukur atas kasih dan pengorbanan Yesus bagi kita, para pendosa, seraya membangun komitmen untuk tetap setia hidup dalam iman akan Yesus.

Sebab, para saudara, orang yang setia hidup dalam iman akan Yesus, yang tidak meninggalkan Dia dan Gereja-Nya, adalah orang yang tahu bersyukur atas kasih dan pengorbanan Yesus yang maha dahsyat di kayu salib. Selamat memasuki Pekan Suci. [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Pertobatan untuk merawat bumi, Rumah kita bersama" Oleh RP Agustinus Ari Pawarto, O.Carm