Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Rabu 25 Maret 2026

Bacaan Liturgis – Hari Rabu, Hari Raya Kabar Sukacita, 25 Maret 2026

  • Bacaan Pertama: Yesaya 7:10-14; 8:10b

  • Mazmur Tanggapan: Ya Tuhan, aku datang melakukan kehendak-Mu.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 40:7-8a.8b-9.10.11

  • Bacaan Kedua: Ibrani 10:4-10

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Terpujilah. Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya. Terpujilah.

  • Bacaan Injil: Lukas 1:26-38

Memilih dan Melakukan Kehendak Allah

Saudari dan saudara yang dikasihi Tuhan, hari ini Gereja merayakan hari raya Kabar Sukacita. Dalam suasana gembira ini ada baiknya kita mengambil waktu untuk berada bersama Maria, bersukacita bersama dia dan belajar dari dia tentang bagaimana melakukan kehendak Allah.

Dari pengalaman banyak orang, melakukan kehendak Allah bukanlah hal mudah. Namun, akan terasa indah jika berhasil meyakini bahwa sesuatu adalah kehendak Allah dan karena itu memilih untuk melakukan kehendak Allah tersebut ketimbang melakukan kehendak sendiri.

Ulangan Mazmur Tanggapan hari ini berbunyi, “Ya Tuhan, aku datang melakukan kehendak-Mu.” Kemudian mazmur diambil dari mazmur Daud (Mzm 40). Pada ayat 8-9 Daud berdoa demikian, “Sungguh aku datang; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku.” Luar biasa sang pemazmur ini karena kesukaannya adalah melakukan kehendak Allah yang dia temukan dalam Taurat Tuhan dan Taurat tersebut selalu ia simpan dalam dadanya (ay. 9b).

Hal yang menarik bahwa kata-kata Daud tersebut dikutip oleh penulis Surat Ibrani (10:5-7). Oleh karena itu, Mzm 40:8-9 mesti diitafsirkan sebagai nubuat tentang Mesias, sebagaimana dilakukan dalam Surat Ibrani, yang dipilih sebagai bacaan kedua hari raya Kabar Sukacita hari ini.

Penulis Surat Ibrani menekankan bahwa rencana dan kehendak Allah terpenuhi secara sempurna oleh kedatangan Yesus. Sebab itu, dalam Surat Ibrani dikatakan, “Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu” (Ibr 10:9). Kehendak Allah tersebut, yakni penebusan manusia dari segala dosa, bukan dengan persembahan darah lembu jantan atau darah domba jantan, melainkan oleh persembahan tubuh Yesus Kristus (ay. 10).

Dalam hal ini kita diingatkan akan kata-kata Santo Anastasius dari Antiokhia, seorang Patriark Antiokhia dan pembela kemurnian ajaran Gereja (+ 599). Dia mengatakan bahwa manusia yang telah berdosa tidak dapat diselamatkan dengan cara lain, selain dengan penderitaan dan wafat Yesus di salib.

Kalau demikian, jawaban Maria saat Malaikat Gabriel diutus untuk menyampaikan rencana dan kehendak Allah atas dirinya, seorang perawan dari Kota Nazaret di Galilea, adalah sebuah jawaban yang menentukan masa depan umat manusia. Seperti kita dengar pada akhir penampakan Malaikat Gabriel, Maria berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu” (Luk 1:38). Setelah mendengar jawaban Maria, malaikat itu meninggalkan dia. Sebuah perjumpaan, sebuah penampakan dengan ending yang indah. Luar biasa!

“Perkataanmu itu” yang dimaksudkan Maria adalah kehendak Allah sebagaimana telah malaikat sampaikan sebelumnya (ay. 30-33). Maka, jawaban Maria adalah sebuah jawaban yang berani karena imannya yang besar, karena kepercayaannya yang tak terbatas kepada Allah. Jawaban Maria adalah sebuah jawaban yang diberikan dengan bebas, tanpa tekanan dan paksaaan dari pihak mana pun.

Lebih lanjut, jawaban Maria adalah sebuah jawaban yang diberikan dengan penuh sukacita dalam Roh Kudus. Jawaban Maria adalah sebuah jawaban dari seorang yang mau bertanggung jawab, apa pun risikonya di kemudian hari, termasuk menyertai Putranya Yesus hingga di bawah salib, puncak penebusan manusia oleh kuasa darah Yesus. Dengan jawaban Maria, dia telah menjadi berkat bagi segenap umat manusia.

Saudara-saudari, hari ini adalah hari raya Maria, Maria Menerima Kabar Sukacita dari Allah melalui Malaikat Gabriel. Oleh karena itu, dalam doa Rosario hari ini, jangan menggunakan persitiwa mulia. Sentire cum Mariam, sehati dan seperasaanlah dengan Maria yang bersukacita. Maka, gunakanlah peristiwa gembira. Berdoalah dan renungkan lima peristiwa gembira tersebut dengan penuh perhatian, dengan penuh sukacita dan dengan penuh rasa syukur.

Semoga Bunda Maria senantiasa membimbing dan menuntun kita, anak-anaknya, untuk selalu memilih dan melakukan kehendak Allah, bukan pada kehendak sendiri alias maunya sendiri. [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Pertobatan untuk merawat bumi, Rumah kita bersama" Oleh RP Agustinus Ari Pawarto, O.Carm