Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan 2026

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Selasa 27 Januari 2026

Bacaan Liturgis – Pekan Biasa III, Selasa, 27 Januari 2026

  • Bacaan Pertama: 2 Samuel 6:12b-15.17-19

  • Mazmur Tanggapan: Siapakah itu Raja Kemuliaan ? Tuhanlah Raja Kemuliaan.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 24:7-10

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Terpujilah Engkau, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Markus 3:31-35

Renungan SIngkat :

Dipanggil untuk Menjadi Pencinta dan Pelaku Sabda Allah

Kita sebagai orang Kristiani dipanggil untuk menjadi murid dan sekaligus menjadi saudara Yesus sendiri. Menjadi murid sekaligus menjadi saudara-Nya tentu harus memenuhi syarat tertentu yang harus dipenuhi, sebagai tanda kita memiliki antusisme yang tinggi mengikuti-Nya. Dalam injil yang kita dengarkan hari ini, Yesus hendak menyadarkan kita semua bahwa menjadi murid-Nya pertama-tama tidak ditentukan karena hubungan darah dan berada dalam lingkup keluarga dekat. Kita mampu menjadi murid dan menjadi saudara-Nya yang sejati ketika kita tekun mendengarkan sabda Allah dan setia juga melaksanakan dan menghayati sabda Allah itu dalam praktek hidup sehari-hari. Gereja kita mengangkat dan memberi penghargaan kepada Bunda Maria sebagai murid Kristus yang pertama dan terutama serta sebagai teladan, bukan pertama-tama dan melulu hanya karena dia sebagai ibu yang melahirkan Yesus. Akan tetapi Maria menjadi ibu sekaligus menjadi murid Kristus yang sejati karena Marialah teladan bagi kaum Kristiani bagaimana cara hidup mengikuti Kristus secara benar dan bagaimana menghidupi Sabda Allah dengan tekun dan setia.

Melalui Injil hari ini Yesus hendak membuka cakrawala berpikir kita secara lebih mendalam untuk memaknai arti relasi secara kekeluargaan yang sejati. Yesus sebenarnya tidak ada niat sedikitpun untuk menyangkal bahwa Maria itu adalah ibunya, dan orang-orang yang datang hendak menjumpai Yesus itu adalah saudara-saudaranya. Akan tetapi dengan kata-kata, β€œIbu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya”, Yesus hendak mengajarkan bahwa relasi secara spiritual dengan Yesus jauh lebih penting dan lebih berhasil guna dari pada sekedar relasi hubungan darah dan memiliki garis keturunan yang sama. Kita semua akan menjadi saudara dan saudari Yesus meskipun kita tidak memiliki hubungan darah dengan Yesus. Yesus memperluas hubungan lingkup masuk dalam keluarga-Nya dan mengundang semua orang menjadi bagian dari keluarga-Nya, ketika setiap orang taat dan setia kepada Sabda Allah. Maka kita disadarkan bahwa adalah lebih penting membina ikatan dengan Tuhan serta menomorsatukan Tuhan dengan semua Sabda-Nya, di atas relasi kemanusiaan kita satu dengan yang lain, yang sering dipengaruhi secara kuat hanya karena relasi ikatan famili, ikatan kesenangan dan hobby yang sama semata. Ikatan seperti ini adalah ikatan yang mendangkal. Ikatan yang sejati bagi kita orang Kristiani adalah ikatan orang-orang yang hidup dari Sabda Allah dan menjadikan Sabda Allah itu sebagai pegangan hidup.

[RP Yohanes Tinto Tiopano Hasugian, O.Carm]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm