Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Senin 06 April 2026

Bacaan Liturgis – Senin Dalam Oktaf Paskah, Senin, 06 April 2026

  • Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 2:14.22-32

  • Mazmur Tanggapan: Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mazmur 16:1-2a.5.7.8.9-10.11

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Alleluya. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya. Alleluya

  • Bacaan Injil: Matius 28:8-15

Pribadi Yang Tekun Dan Setia Mengikuti Yesus Akan Menjadi Saksi Kebangkitan-Nya

Dalam kitab Suci menjelaskan kepada kita ternyata para perempuan adalah saksi yang pertama akan kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus sebagai puncak dari iman kita sebagai orang kristiani justru pertama sekali dialami oleh perempuan-perempuan yang setia dan tangguh mendampingi Yesus. Sejak mulai pelayanan Yesus berkeliling keliling Galilea, sampai pada saat Yesus mulai dihadapkan kepada pengadilan di Yerusalem beberapa kaum perempuan tetap setia mendampingi Yesus. Bahkan sangat terkesan, justru saat Yesus sudah wafat dan telah dimakamkan disebuh gua, kaum perempuan ini tetap setia untuk berziarah ke makam-Nya. Situasi di saat nampaknya tidak ada lagi pengharapan, justru di situ kaum perempuan ini tetap menunjukkan iman dan kesetiaannya.

Beberapa kaum perempuan mengikuti Yesus dalam setiap perjalanan palayanan-Nya. Membantu mempermudah tugas-tugas pelayanan Kristus dan para rasul. Ketika situasi semakin genting akibat penangkapan dan penyaliban Yesus, kaum Perempuan para simpatisan Yesus ini tidak takut dan gentar sedikitpun dianggap sebagai pengikut Kristus. Bahkan dengan setia mereka menemani Yesus serta memberi dukungan kepada Yesus untuk kuat memanggul salib sampai ke Golgota. Sebaliknya, sangat ironis justru para rasul yang lari ketakutan dengan mengunci pintu-pintu rumah tempat mereka berkumpul karena takut mendapat intimidasi dan interogasi dari tentara Romawi, para imam kepala, orang Farisi dan para ahli Taurat. Dalam budaya patriarkat seperti di daerah Israel, ketika kaum laki-laki dianggap sebagai kelas satu dan kaum perempuan hanya dianggap sebelah mata, justru mereka tampil mengambil peran yang sangat penting dalam lahirnya iman mendasar di awal kekristenan. Kepada kaum perempuan yang setia, tekun dan sabar menghidupi iman-Nya akan Kristus sang Mesias, mereka menjadi saksi pertama dan utama dari kebangkitan Kristus sendiri. Melalui kaum perempuan kita dapat belajar apa arti kesetiaan dan ketekunan dalam beriman.

@RP. Tinto Hasugian O. Carm

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Pertobatan untuk merawat bumi, Rumah kita bersama" Oleh RP Agustinus Ari Pawarto, O.Carm