Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Kamis 19 Februari 2026

Bacaan Liturgi : Hari Sesudah Rabu Abu, Kamis, 19 Februari 2026

  • Bacaan Pertama : Ulangan 30:15-20

  • Mazmur Tanggapan : R. Berbahagialah orang yang menaruh kepercayaan pada Tuhan.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mazmur 1:1-2.3.4.6

  • Bait Pengantar Injil : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal. Bertobatlah, sabda Tuhan sebab Kerajaan Surga sudah dekat. Terpujilah.

  • Bacaan Injil : Lukas 9:22-25

Hidup itu Pilihan

Di dalam hidup kita selalu dihadapkan pada banyak pilihan atau tawaran. Setiap pilihan menawarkan sesuatu yang menjanjikan, tetapi sekaligus mengandung suatu konsekuensi. Hal ini juga dilakukan oleh Nabi Musa kepada bangsa Israel. Ketika sudah mendekati tanah terjanji, Nabi Musa menghadapkan kepada bangsa Israel, suatu pilihan antara kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk. Apabila mereka memilih kehidupan , maka konsekuensinya, mereka harus mengasihi Tuhan Allahnya dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkannya dan berpegang pada perintah serta ketetapan-ketetapan-Nya. Sebaliknya bila mereka berpaling kepada allah lain dan beribadah kepadanya, serta hidup dalam kesesatan, maka ia akan mengalami kematian atau kebinasaan.

Yesus juga menghadapkan kepada kita suatu pilihan mengikuti Dia atau mengikuti dunia. Kalau orang mengikuti Dia itu berarti harus berani menyangkal dirinya, artinya mau menolak segala sesuatu yang jahat dalam dirinya, yang membuat dirinya jauh dari kehendak Tuhan, dan memikul salibnya setiap hari, artinya mau menanggung penderitaan hidup sehari-hari dengan tabah demi cinta pada Yesus. Mau berkorban demi Yesus, bahkan mengorbankan nyawa demi Yesus. Dengan melakukan itu semua, kita akan menerima keselamatan dari Tuhan Yesus.

Sebaliknya bila orang mengikuti nafsu atau kecenderungan yang tidak baik, ia memiliki dan mendapatkan apa yang diinginkannya, seperti : kekayaan, kedudukan, prestasi dan sebagainya. Tetapi apa gunanya orang memiliki itu semua bila jauh dari Tuhan. Semuanya itu tidak ada artinya. Semuanya hanya akan merugikan dan membinasakan dirinya.

Dari sini kita melihat bahwa Tuhan tidak mau diduakan. Ia ingin kalau kita mengikuti Dia dengan sungguh-sungguh dan bukan setengah-setengah, supaya akhirnya kita dapat memiliki kehidupan kekal dalam Kerajaan Sorga.

Marilah berdoa :

Allah Bapa yang Mahabaik kami mengucap syukur kepada-Mu karena Kau perkenankan mengikuti Putra-Mu, Tuhan Yesus Kristus. Bantu kami agar kami mampu menjadi murid Putra-Mu yang baik dan setia. Mau menyangkal diri, memikul salib kami setiap hari dan mengikuti Putra-Mu dengan setia. Hanya dengan demikian kami beroleh keselamatan dalam Dikau dan Putra-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa,O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm