Ziarah Porta Sancta

Paroki Meruya

08.00 WIB - 20.00 WIB

Tahun Yubileum 2025

Peziarah Pengharapan

24 Desember 2024 - 06 Januari 2026

Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Kamis 01 Januari 2026

Bacaan Liturgis – Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah, Kamis, 01 Januari 2026

  • Bacaan Pertama: Kitab Bilangan 6:22-27

  • Mazmur Tanggapan: Kiranya Allah mengasihi dan memberkati kita.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 67:2-3.5.6.8

  • Bacaan Kedua: Galatia 4:4-7

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam berbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi. Pada zaman akhir ini Allah telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Lukas 2:16-21

Renungan Singkat :

Menjadi Pribadi yang Kontemplatif seperti Bunda Maria

Selamat Tahun Baru bagi seluruh umat yang terkasih. Di awal tahun 2026 ini Gereja mengajak kita semua untuk merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah. Mengapa Maria disebut Bunda Allah? Perayaan Maria Bunda Allah oleh Gereja pertama sekali ditetapkan dalam Konsili Efesus tahun 431 di bawah pemerintahan Paus ke-43, St. Celestinus I (10 September 422 – 27 Juli 432). Hingga kini Gereja merayakan Hari Raya Maria Bunda Allah pada setiap tanggal 1 Januari.

Santa Perawan Maria adalah Ibunda Yesus. Bagi orang Katolik, Yesus yang adalah Kristus, merupakan Sabda Allah yang hidup, yang hadir di dunia dan menyejarah. Yesus adalah pribadi kedua Tritunggal (Allah Putera) yang menjelma menjadi manusia, berarti Allah sendiri yang mengambil wujud seorang manusia. Itulah iman Katolik akan Yesus Kristus. Dalam hal itulah maka Santa Maria kita sebut sebagai ‘Bunda Allah’, bukan karena ia melahirkan ke-Allah-an Yesus, tetapi karena Allah berkenan memilih Maria secara manusiawi sebagai ibu Yesus, Putera Tunggal Allah itu. Jadi karena melalui Perawan Maria kemanusiaan Kristus (Putera) terlaksana seutuhnya.

Maria layak dipilih oleh Allah sebagai ibu yang mengandung dan melahirkan Yesus Putra Allah karena dia selalu mengagungkan nama Tuhan disepanjang hidupnya. Maria adalah pribadi yang selalu berpasrah dan berjalan dalam iman yang mendalam serta penuh pada Tuhan Allah. Salah satu sikap keutamaan Maria yang membuat dia menjadi pribadi unggul dan kebanggaan Allah adalah bahwa dia “selalu menyimpan semua perkara di dalam hati dan merenungkannya”. Bunda Maria selalu mampu mendampingi Yesus dan memahami semua pengajaran Yesus dengan setia tanpa sedikitpun jatuh dalam dosa atau tercela. Memang pantas dan layak Maria menjadi Bunda pilihan Allah yang membawa Allah Putra hadir ke dunia ini dan menjadi Penebus dan Penyelamat bagi kita.

[RP Yohanes Tinto Tiopano Hasugian, O.Carm]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm