Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Kamis 29 Januari 2026

Bacaan Liturgis โ€“ Pekan Biasa III, Kamis, 29 Januari 2026

  • Bacaan Pertama: 2 Samuel 7:18-19.24-29

  • Mazmur Tanggapan: Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhurnya.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 132:1-2.3-5.11.12.13-14

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Sabda-Mu adalah pelita bagi langkahku, dan cahaya bagi jalanku. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Markus 4:21-25

Renungan Singkat :

Hidup Harus Memancarkan Terang yang Mampu Menunjukkan Jalan

Sebagai orang beriman yang tahu mensyukuri hidup, kita harus menyadari bahwa kita semua diciptakan Tuhan dan diberi kesempatan hidup di dunia ini, pasti sudah dibekali dengan bakat, talenta dan kemampuan kita masing-masing yang sangat khas, unik dan tiada duanya. Maka sebagai pribadi beriman dan tahu bersyukur serta tahu menghargai anugerah Tuhan, kita harus mampu mengaktualisasikan segala bakat, kemampuan dan karisma pribadi kita demi untuk kesejahteraan bersama. Bakat dan kemampuan kita itu bagaikan cahaya yang mampu bersinar terang memberikan penerang dan penunjuk jalan bagi banyak orang di sekitar kita. Jadi hidup kita untuk sesama juga. Kita diharapkan oleh Tuhan menjadi pribadi yang altruis (berguna dan mengabdi bagi sesama), serta mematikan sikap egois dan cinta diri kita yang berlebihan. Bakat dan kemampuan kita yang bagaikan pelita harus kita tunjukkan dan aktualisasikan secara jelas dan terang benderang sehingga semua orang mampu menikmati aktualisasi kemampuan dan talenta kita.

Hidup yang memancarkan cahaya bagi sesama adalah hidup yang memberikan diri kepada dunia ini dengan hati yang tulus, riang gembira. Kita tidak boleh hidup hanya asyik terfokus pada diri sendiri. Sebab ketika kita menahan diri untuk berbuat baik dan menjadi jalan berkat bagi sesama, maka semua berkat-berkat lain yang kita miliki akan tidak akan berbuah apapun bagi kita. Maka benar sabda Yesus hari ini dalam Injil yang mengatakan, โ€œSiapa yang mempunyai, akan diberi lagi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil.โ€ Hidup yang bermakna adalah hidup yang berbuah bagi sesama. Hidup menjadi berkat ketika mampu memancarkan cahaya dan terang dengan menjadi inspirasi bagi sesama untuk mengalami pengalaman akan Allah yang membahagiakan. Maka pelita yang kita miliki, yaitu bakat, kemampuan, talenta serta kharisma yang adalah anugerah dari Tuhan secara cuma-Cuma, harus kita bagikan juga kepada sesama secara cuma-cuma. Hanya dengan demikian kita menjadi pribadi yang tahu bersyukur kepada Tuhan dan sekaligus pribadi yang rendah hati yang menjadikan Rahmat dari Tuhan sebagai jalan untuk melayani dan mengabdi.

[RP Yohanes Tinto Tiopano Hasugian, O.Carm]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm