Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Jumat 16 Januari 2026

Bacaan Liturgis – Pekan Biasa I, Jumat, 16 Januari 2026

  • Bacaan Pertama: 1 Samuel 8:4-7.10-22a

  • Mazmur Tanggapan: Kasih setia-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selamanya.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 89:16-19

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Seorang nabi agung telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Markus 2:1-12

Renungan Singkat :

Berjalan Bersama Penuh Persaudaraan Dalam Iman

Saudari dan saudara, dalam mazmur ada ungkapan yang mengatakan, “Alangkah indah dan menyenangkan hidup bersama sebagai saudara.” Dalam Injil hari ini kita bisa menyaksikan indahnya sebuah persaudaraan dan persahabatan yang dihidupi oleh beberapa orang yang membawa sahabatnya yang sedang sakit untuk disembuhkan oleh Yesus. Mereka bahu membahu, dengan cinta yang tulus dan kasih sayang yang mendalam, berusaha membawa yang sakit tersebut di hadapan Yesus untuk disembuhkan. Bahkan ketika ada tantangan dan kesulitan bagi mereka untuk mendekati Yesus, mereka memiliki kreatifitas untuk memasukkan saudara mereka yang sakit lewat atap dari rumah tempat di mana Yesus sedang memberikan pengajaran. Betapa luar biasanya persaudaraan yang mereka miliki dan betapa mendalamnya iman dan keyakinan mereka kepada daya kuasa yang dimiliki oleh Kristus.

Yesus Kristus sembari melakukan penyembuhan secara fisik kepada orang yang lumpuh tersebut, Dia juga memberikan pengampunan dosa serta kesempatan untuk mengalami kerahiman Tuhan, untuk memulai hidup yang baru. Tuhan senantiasa menawarkan pengampunan dan kelegaan kepada kita manusia. Asalkan kita mau terbuka menerimanya dengan penuh kerendahan hati. Akan tetapi tidak semua manusia memiliki kerendahan hati untuk mau datang kepada Yesus, untuk beroleh kesembuhan dan pengampunan dari-Nya. Itu terjadi karena bisa jadi manusia sekarang masih tetap menganut mentalitas sifat ahli taurat, orang Farisi dan imam-imam kepala yang terlalu kaku dalam menghayati iman dan mendangkal memahami kebaikan dan kerahiman Tuhan.

Mari terus membangun persaudaraan yang sejati satu dengan yang lain. Menyadari betapa pentingnya hidup bersama dan berziarah bersama dalam perjalanan hidup rohani ini dengan semangat saling menyempurnakan dan saling melayani satu sama lain. Iman yang dihidupi secara bersama-sama pasti akan mempercepat pertumbuhan iman masing-masing pribadi yang ada dalam kebersamaan tersebut. Maka jangan pernah kita membangun kesucian hidup secara pribadi, tanpa mau saling mengisi dan melengkapi serta saling mendukung satu sama lain. Di sinilah letak indahnya persaudaraan iman yang Kristus kehendaki dalam peziarahan hidup kita ini.

[RP Yohanes Tinto Tiopano Hasugian, O.Carm]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm