Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Jumat 05 Juni 2026

Bacaan Liturgis โ€“ PW Santo Bonifasius, Uskup dan Martir, Jumat, 05 Juni 2026

  • Bacaan Pertama: 2 Timotius 3:10-17

  • Mazmur Tanggapan: Besarlah ketenteraman orang-orang yang mencintai hukum-Mu.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 119:157.160.161.165.166.168

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Barangsiapa mengasihi Aku, akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Markus 12:35-37

Hidup yang Dituntun kepada Keselamatan

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hidup adalah sebuah anugerah dari Allah. Manakala hidup itu sudah dianugerahkan, manusia sebagai penerima anugerah cuma-cuma dari Allah mesti berjuang untuk menjalani dan melewatinya sebagai orang-orang beriman, yang selalu mengarahkan pandangan ke atas โ€œdi mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allahโ€ (Kol 3:1).

Santo Bonifasius, yang lahir pada tahun 680 di Crediton, Inggris, memiliki nama kecil Winfried. Ketika pergi ke Roma dan diterima baik oleh Paus Gregorius II (715-731), ia diberi nama baru: Bonifasius yang berarti โ€œyang mujurโ€. Tahun 722 ia diangkat dan ditahbiskan sebagai uskup. Selanjutnya ia bertugas sebagai utusan paus untuk melayani Gereja di Jerman.

Untuk memelihara hidup yang telah Allah anugerahkan kepadanya, terutama hidup rohani, Bonifasius menggunakan beberapa minggu dalam setahun untuk beristirahat dan berdoa di Kota Fulda. Dengan cara itu, ia menjadi seorang uskup yang saleh dan suci.

Ketika sudah lansia, ia pergi ke Frisia, tempat yang pernah didatangi ketika menjadi imam muda dan berkarya di sana. Ia pergi ke sana bersama beberapa imam untuk menerimakan Sakramen Krisma. Namun, di daerah Dokum, Frisia, ia bersama para imam yang menyertainya dan 53 orang Serani dibunuh karena iman mereka akan Kristus Yesus. Peristiwa kemartiran ini terjadi pada 5 Juni 754.

Bagi Uskup Bonifasius, hidup beriman akan Yesus adalah hidup yang mesti diperjuangkan agar tetap hidup di dalam Dia. Bagaiamana caranya? Dia mengambil waktu beberapa minggu dalam setahun untuk beristirahat dan berdoa; bisa disebut juga dengan retret pribadi tahunan. Inilah cara dia memperjuangkan hidup rohani agar tidak mengering sehingga bisa menggembalakan umat dengan kesegaran rohani. Itulah cara Uskup Bonifasius memperjuangkan imannya agar tetap hidup dalam Kristus Yesus dan melewati hari-hari hidupnya dengan gagah berani sebagai seorang martir Kristus.

Para saudara yang dikasihi Tuhan, hidup yang dijalani, diperjuangkan dan dilewati oleh Santo Bonifasius, yakni hidup saleh dalam Kristus Yesus, yang dimurnikan oleh penderitaan, jauh sebelumnya telah diserukan oleh Rasul Paulus sebagaimana dia katakan kepada Timotius dalam suratnya yang kedua.

Dalam suratnya itu Paulus berkata kepada Timotius, โ€œEngkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia, di Ikonium dan Listra. Semua penganiayaan itu telah kuderita, dan Tuhan telah melepaskan daku dari semua itu. Memang, setiap orang yang mau hidup saleh dalam Kristus Yesus akan menderita aniayaโ€ (2Tim 3:11-12).

Paulus telah mengalami derita dan aniaya, Timotius juga telah mengalaminya. Sebab itu dia menulis surat kepada Timotius, katanya, โ€œEngkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia, di Ikonium dan Listraโ€ (ay. 11).

Apa yang membuat Timotius mampu bertahan manakala harus mengalami berbagai penganiayaan dan sengsara? Membiasakan diri untuk membaca Kitab Suci sejak kecil. Itulah sebabnya Paulus meneguhkan kebiasaan Timotius, โ€œIngatlah bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman akan Kristus Yesusโ€ (ay. 15). Dia juga mengingatkan bahwa segala tulisan yang diilhamkan Allah bermanfaat untuk mendidik orang dalam kebenaran (ay. 16).

Para saudara yang dikasihi Tuhan, saya yakin bahwa orang yang besar jumlahnya, yang mendengarkan Yesus dengan penuh minat, seperti dikatakan dalam Injil (Mrk 12:37), jika mereka berpegang teguh pada kebenaran yang Yesus sampaikan kepada mereka, mereka juga mampu untuk hidup dalam kebenaran. Mereka tidak akan hidup dalam kejahatan dan kekerasan, tidak seperti yang dilakukan orang-orang yang menganiaya Paulus, Timotius dan Uskup Bonifasius.

Lantas apa yang mesti kita lakukan? Pertama, belajar dari Timotius yang mau membaca Kitab Suci sejak dini (kecil). Jika Anda merasa sudah dewasa, tua atau lansia, janganlah katakan bahwa Anda sudah terlambat, tidak. Mulailah dari sekarang. Selain itu, ajarlah anak-anak atau cucu-cucu untuk mengenal dan membaca Kitab Suci, seperti dulu dilakukan oleh Lois, neneknya Timotius dan Eunike, ibunya Timotius (2Tim 1:3).

Kedua, belajar dari Lois dan Eunike, yang mau mengajari anaknya membaca Kitab Suci. Lois mengajari anaknya, Eunike dan pada gilirannya Eunike juga mengajari anaknya, Timotius, sehingga anak bisa mengenal Kitab Suci sejak kecil.

Ketiga, belajar dari orang yang besar jumlahnya yang mau mengdengarkan Yesus dengan penuh minat. Mendengarkan Yesus yang bersabda atau membaca teks Injil dengan penuh minat sejatinya adalah pekerjaan harian yang mesti kita lakukan agar oleh Injil suci kita dituntun โ€œkepada keselamatan oleh iman akan Kristus Yesusโ€ (2Tim 3:15).

Mari, para saudara, kita terus mengupayakan hidup yang benar, hidup yang dituntun kepada keselamatan oleh iman akan Kristus Yesus. Tuhan memberkati! [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.