Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Sabtu 10 Januari 2026

Bacaan Liturgis – Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan, Sabtu, 10 Januari 2026

  • Bacaan Pertama: 1 Yohanes 5:14-21

  • Mazmur Tanggapan: Tuhan berkenan kepada umat-Nya.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-2.3-4.5.6a.9b

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Yohanes 3:22-30

Renungan Singkat : 

Kerendahan Hati adalah Ibu dari Semua Kebaikan dan Kesucian

Hari ini Gereja mengajak kita merenungkan tentang teladan kebaikan dan kesucian yang dihidupi oleh Yohanes Pembaptis. Kesaksian dan praktek hidupnya sehari-hari menunjukkan kepada kita sebuah teladan bahwa dia seorang pribadi yang tekun serius mencari perjumpaan dan persatuan dengan Tuhan.

Ada saat- saat tertentu dan menjadi salah satu moment terpenting dalam hidupnya ketika dia berani meninggalkan kenikmatan dan kemewahan duniawi, hidup di padang gurun dalam kesunyian dan jauh dari kenyamanan hidup. Menjalani semacam retret agung yang membawanya sampai pada transformasi hidup.

Hidup yang bertransformasi menuntun Yohanes Pembaptis menjadi pribadi yang sederhana, rendah hati, berani mengatakan kebenaran moral tanpa takut akan ancaman siapapun. Kata-kata indah dan mengagumkan dia ungkapkan untuk bersaksi kepada Yesus. “Biarlah Dia semakin besar, dan aku semakin kecil”. Inilah ungkapan kerendahan hati yang sangat menyentuh dan mendalam sebagai inspirasi bagi kita. Yohanes pembaptis telah sampai pada pribadi yang sudah selesai dengan diri sendiri.

Maka mari belajar dari Yohanes Pembaptis untuk senantiasa melatih terus-menerus semangat kerendahan hati dalam diri kita. Kerendahan hati adalah ibu dari semua kesucian dan kebaikan di dunia ini. Ketika kita sudah menghidupi kerendahan hati dalam diri kita, maka semua kebaikan hidup akan dengan sendirinya mampu kita hidupi dan jalankan dalam kehidupan kita sehari-hari.

[RP Yohanes Tinto Tiopano Hasugian, O.Carm]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm