Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Rabu 21 Januari 2026

Bacaan Liturgis – PW Santa Agnes, Perawan dan Martir, Rabu, 21 Januari 2026

  • Bacaan Pertama: 1 Samuel 17:32-33.37.40-51

  • Mazmur Tanggapan: Terpujilah Tuhan, gunung batuku.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 144:1.2.9-10

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Markus 3:1-6

Renungan Singkat :

Berani Membela Kebenaran demi Kristus Junjungan Kita

Injil hari ini berkisah kepada kita bahwa saat Yesus sedang di bait Allah, Ia menyembuhkan seseorang yang mati sebelah tangannya, tepat pada saat hari Sabat. Orang-orang Farisi mempersalahkan Yesus karena mengadakan penyembuhan pada hari Sabat, yang dalam aturan tradisi Hukum Taurat tidak boleh diadakan. Orang-orang Farisi telah jatuh kepada kesucian palsu dan terjebak dalam kekakuan hidup dan menerapkan hukum dan aturan secara membabi buta sehingga belas kasih dan empati telah hilang dalam semangat hidup mereka. Kristus dengan tegas menegur sikap kemunafikan dan kehilangan belas kasih serta empati yang merasuki orang-orang Farisi tersebut. Kristus dengan tegas mengatakan bahwa berbuat baik, belas kasih dan cinta tulus adalah hukum tertinggi yang melampaui Hukum Taurat. Sikap tegas dari Kristus yang menegur orang-orang Farisi membuat mereka terjebak dan tersudut dengan jalan penghayatan iman mereka yang sesat. Sikap dan mentalitas iman mereka yang munafik justru mempermalukan diri mereka sendiri. Situasi ini membuat mereka semakin membenci Kristus dan berusaha dengan berbagai cara untuk menyingkirkan Yesus.

Hari ini, Gereja Universal memperingati seorang kudus yang memiliki keberanian untuk membela Kristus dan hidup seperti Kristus, berani mengatakan kebenaran iman. Dialah Santa Agnes yang lahir di Roma tahun 291 dan wafat tahun 304 sebagai martir. Santa Agnes digambarkan seoarang pribadi yang memiliki kecantikan yang menawan dan disertai sikap yang simpatik. Banyak lelaki ingin menikahinya akan tetapi hatinya teguh dan kuat ingin mempersembahkan hidupnya secara utuh dan murni bagi Kristus. Ketika dia kedapatan menjadi seorang pengikut Kristus dan menjadi seorang kristiani maka dia dihadapkan kepada pengadilan Romawi untuk mendapatkan hukuman mati. Secara heroik, Agnes sedikitpun tidak gentar dan takut, meski mengalami intimidasi dan siksaan. Akhirnya kepalanya dipenggal, sesaat setelah berdoa kepada Yesus. Santa Agnes berani membela kebenaran demi Kristus, Sang Junjungan hidupnya. Santa Agnes sering dilukiskan gambarnya sedang mendekap seekor anak domba (agnus) yang merupakan lambang kemurnian dan memegang daun palem sebagai lambang keberanian.

[RP Yohanes Tinto Tiopano Hasugian, O.Carm]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm