Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Senin 02 Februari 2026

Bacaan Liturgis - Hari Minggu Biasa IV, 02 Februari 2026

  • Bacaan Liturgi : Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah, Senin 2 Februari 2026

    • Bacaan Pertama : Maleakhi 3:1-4
    • Mazmur Tanggapan : Tuhan semesta alam Dialah Raja kemuliaan
    • Ayat Mazmur Tanggapan : Mzm 24:7-10
    • Bait Pengantar Injil : Alleluya. Dialah terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain, dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel. Alleluya.
    • Bacaan Injil : Lukas 2:22-40

Yesus Dipersembahkan di Bait Allah

Setelah empat puluh hari kelahiran Yesus, Yusuf dan Maria membawa kanak-kanak Yesus ke Yerusalem untuk dipersembahkan kepada Allah di Bait Allah, di Yerusalem sesuai yang tertulis dalam hukum Tuhan. “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.”(Luk 2:23).

Dengan mempersembahkan Yesus kepada Allah, Yusuf dan Maria menghendaki agar Yesus menjadi milik Allah. Artinya membiarkan Yesus untuk dipakai, dibimbing dan dibentuk oleh Allah seturut kehendak-Nya. Dengan mempersembahkan Yesus kepada Allah, Yusuf dan Maria menghendaki agar Yesus mau mengabdikan hidup-Nya sepenuhnya untuk Allah dan sesama.

Dan memang setelah Yesus mulai beranjak dewasa Dia sungguh menjadi pribadi yang mengabdikan hidupnya sepenuhnya untuk Allah dalam pelayanan terhadap sesama. Bahkan Dia berani mengorbankan nyawa-Nya demi cinta-Nya kepada Bapa-Nya dan demi penebusan dosa-dosa manusia.

Kita pun sebenarnya juga dipersembahkan oleh orang tua kita dalam sakramen pembaptisan dan secara khusus beberapa dari kita secara pribadi mempersembahkan hidupnya secara total dalam kaul-kaul kebiaraan. Dengan mempersembahkan diri kita kepada Allah dalam sakramen baptis dan pengikraran kaul-kaul kebiaraan, kita mau membiarkan diri kita menjadi milik Allah. Artinya kita tidak bisa lagi bebas berbuat sekehendak hati kita, melainkan membiarkan kehendak Allah terjadi atas kita. Membiarkan diri kita dikuasai, dibimbing dan dibentuk oleh Allah. Dengan mempersembahkan diri kita kepada Allah dalam pembaptisan dan kaul kebiaraan, kita mau mempersembahkan hidup kita secara total kepada Allah. Menjadi abdi Allah yang siap melaksanakan kehendak Allah, bahkan mengorbankan diri atau nyawa kita kepada Allah yang kita abdi.

Pertanyaannya sekarang apakah kita selama ini sungguh sudah mempersembahkan hidup kita secara total kepada Allah ataukah hanya setengah-setengah saja. Apakah kita sudah membiarkan diri kita menjadi milik Allah. Membiarkan diri kita untuk dibimbing dan dibentuk oleh Allah. Ataukah kita masih dikuasai oleh ego kita, kelemahan dan kecenderungan kita yang tidak baik?

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm