Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Minggu 11 Januari 2026

Bacaan Liturgis – Pesta Pembaptisan Tuhan, Minggu, 11 Januari 2026

  • Bacaan Pertama: Kitab Yesaya 42:1-4.6-7

  • Mazmur Tanggapan: Kiranya Tuhan memberkati umat-Nya dengan sejahtera.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 29:1a.2.3ac-4.3d.9b-10

  • Bacaan Kedua: Kisah Para Rasul 10:34-38

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Langit terbuka, dan terdengarlah suara Bapa, “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia! Alleluya.

  • Bacaan Injil: Matius 3:13-17

Renungan Singkat :

Kristus Menguduskan Air di Dunia ini dengan Baptisan-Nya

Hari ini Gereja kita merayakan pesta Pembaptisan Tuhan sekaligus sebagai penutupan liturgi masa Natal. Yohanes Pembaptis tampil di sungai Yordan untuk membaptis banyak orang dan Yesus datang juga ke Sungai itu untuk dibaptis. Menarik peristiwa ini untuk kita renungkan. Manusia dibaptis agar bertobat dan menjadi anak-anak Allah. Anehnya, Kristus yang minta dibaptis oleh Yohanes padahal Dia tidak perlu mengalami pertobatan karena tidak berdosa. Dia juga tidak perlu dihapus dari dosa asal karena Dia tidak mengalami dosa asal dan segala kecenderungan manusia untuk berbuat dosa. Yesus juga tidak perlu dibaptis agar Dia menjadi Anak Allah, sebab tanpa baptisan-pun Dia memang sejak awal adalah Putera Allah. Bahkan Yohanes Pembaptis berkata kepada Yesus bahwa mestinya yang lebih layak dibaptis adalah dia sendiri oleh Yesus. Akan tetapi Yesus mempersilahkan Yohanes membaptis-Nya untuk menggenapi kehendak Allah. Lalu untuk apa Kristus harus menerima baptisan itu? Apa makna baptisan Kristus bagi pemaknaan iman kita?

Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa dia membaptis orang-orang yang datang kepadanya dengan air. Sementara itu dia bersaksi bahwa Yesus akan membaptis dengan Roh dan api. Air biasanya membersihkan bagian luar dari tubuh. Sementara api mengubah secara utuh dan memurnikan. Baptisan Roh yang Yesus bawa dari surga menunjukkan bahwa Kristus datang dengan membawa kekuatan sendiri dari Tuhan. Santo Agustinus memberikan refleksi yang mendalam tentang baptisan Yesus di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis ini. Dia mengatakan bahwa ketika Yesus dibaptis di Sungai Yordan, maka sebenarnya bukan Kristus yang disucikan dan dimurnikan. Sebab Kristus in se (dalam dirinya sendiri) adalah pribadi yang suci dan murni yang tidak membutuhkan pembaptisan air. Malah sebaliknya ketika Yesus masuk ke Sungai Yordan dan dibaptis, maka Kristus sendiri justru yang menyucikan air Sungai Yordan dan seluruh air di dunia ini untuk dapat dipakai dalam setiap tindakan ritus pembaptisan. Jadi Kristuslah yang menyucikan air, bukan sebaliknya air menyucikan Yesus. Peristiwa baptisan Kristus di sungai Yordan juga memberikan kepada kita pesan dan makna yang mendalam bahwa ketika Yesus di baptis keluar dari air, maka waktu itu juga langit terbuka dan Roh Allah seperti merpati turun atas Yesus. Ini menunjukan bahwa kuasa Allah melalui Yesus, mulai sekarang akan diwujudkan dalam bentuk kelemahlembutan dan kesederhanaan, bukan dalam kedahsyatan dan kekuatan yang menakutkan.

[RP Yohanes Tinto Tiopano Hasugian, O.Carm]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm