Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Rabu 25 Februari 2026

Bacaan Liturgi : Pekan I Prapaskah, Rabu, 25 Februari 2026

  • Bacaan Pertama : Yunus 3:1-10

  • Mazmur Tanggapan : R. Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mazmur 51:3-4.12-13.18-19

  • Bait Pengantar Injil : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal. Sekarang juga, demikian firman Allah, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, sebab Aku ini pengasih dan penyayang. Terpujilah.

  • Bacaan Injil : Lukas 11:29-32

Menuntut Tanda

Yesus kecewa terhadap orang banyak yang mengerumuni-Nya karena mereka menuntut tanda atau mukjizat dari Yesus agar mereka dapat percaya pada pewartaan-Nya. Namun Yesus mengatakan bahwa mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab sebagaimana orang-orang Niniwe bertobat setelah mendengar pewartaan Nabi Yunus, demikian juga hendaknya orang banyak yang mengerumuni Yesus, hendaknya juga mau percaya dan bertobat setelah mendengar pewartaan Yesus. Sebab Yesus lebih dari Yunus. Ia adalah pemenuhan pewartaan para Nabi.

Kita pun seringkali bersikap seperti orang banyak (orang Yahudi). Kita baru mau percaya pada pewartaan Yesus, mau bertobat kalau kita melihat tanda atau mukjizat dalam hidup kita. Bila tidak ada tanda atau mukjizat dalam hidup kita, kita tidak mau percaya dan bertobat.

Memang tanda atau mukjizat diberikan oleh Tuhan, supaya orang mau percaya akan Tuhan yang diwartakan oleh para nabi. Namun kalau iman kita hanya didasari oleh tanda atau mukjizat, maka iman kita tidak akan dewasa.

Sebagai orang beriman kita harusnya tetap percaya akan pewartaan Tuhan. Ada atau tidak ada mukjizat atau tanda kita tetap harus percaya dan mau bertobat.

Kita bukan seperti anak kecil yang hanya mau melakukan apa yang menjadi kehendak orang tuanya kalau diawasi, diancam atau kalau diberi sesuatu. Kita adalah anak-anak Allah yang percaya dan melakukan kehendak Bapa. Bukan karena tanda atau mukjizat. Bukan pula karena takut akan ancaman atau hukuman dari Tuhan. Kita melakukan hal itu karena kita tahu bahwa Allah itu baik dan bahwa kehendak-Nya adalah baik adanya. Karena itu marilah kita berusaha untuk percaya dan bertobat dari tindakan kita yang jahat, meskipun kita tidak melihat tanda dalam hidup kita.

Marilah berdoa :

Allah Bapa yang Mahakuasa, seringkali kami menuntut tanda atau mukjizat dalam hidup kami, agar kami dapat mengimani Engkau dan bertobat dari cara hidup kami yang tidak baik. Bantu kami agar kami tidak terus-menerus menuntut tanda dari-Mu, melainkan senantiasa percaya kepada-Mu dan kepada pewartaan Putra-Mu. Mau bertobat dan melakukan apa yang menjadi kehendak-Mu karena percaya bahwa kehendak-Mu baik adanya bagi kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Harmoni Seluruh Ciptaan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm