Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Jumat 10 April 2026

Bacaan Liturgis – Jumat Dalam Oktaf Paskah, Jumat, 10 April 2026

  • Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 4:1-12

  • Mazmur Tanggapan: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mazmur 118:1-2.4.22-24.25-27a

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Alleluya. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya. Alleluya

  • Bacaan Injil: Yohanes 21:1-14

Mau Mendengarkan Tuhan Sehingga Berbuah

Injil hari ini mengetengahkan kepada kita bahwa setelah Yesus wafat di salib dan dimakamkan, para murid Yesus kembali ke aktifitas mereka yang dulu sebelum dipilih oleh Yesus menjadi murid-Nya. Mereka kembali ke danau Tiberias untuk menangkap ikan guna memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Mereka kembali menangkap ikan dengan membawa perasaan dan permenungan mereka masing-masing soal kematian Yesus di salib. Dalam situasi mereka yang sedang galau, takut dan mungkin kecewa, tiba-tiba Yesus yang bangkit datang menampakkan diri kepada mereka. Para murid ‘terlalu asik’ dengan pekerjaan dan hat mereka yang diliputi rasa galau dan takut, maka kedatangan Kristus yang telah bangkit tidak mampu mereka kenal dengan sungguh-sungguh. Pengalaman para murid juga seringkali menjadi pengalaman kita sendiri dalam perjalanan iman hidup kita. Ketika dalam keadaan galau, kecewa dan kehilangan pegangan hidup, sulit menemukan kehadiran Tuhan yang nyata dalam hidup kita.

Yesus mengingatkan dan meneguhkan para murid-Nya bahwa hidup hidup yang hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri tidak akan mendatangkan buah yang melimpah. Meskipun para murid sudah terbiasa sebelumnya ahli dalam menangkap ikan, akan tetapi mereka pada saat itu tidak menangkap apa-apa. Syukurlah mereka memiliki kerendahan hati untuk mau mendengarkan ajaran dan ide dari Yesus. Akhirnya mereka menemukan rejeki ikan melimpah sekaligus memperoleh kemampuan untuk mengenal Kristus yang telah bangkit dari kematian. Melalui Injil ini kita disadarkan bahwa hanya dengan sikap rendah hati mau mendengarkan Sabda Kristus maka hidup kita berbuah banyak serta mendatangkan berkat bagi kita. Dengan mendengarkan Allah bersabda juga maka kita akan mampu mengenal Kristus dengan sungguh-sungguh. Sebab Sabda Allah membuat kita memiliki mata yang bening dan hati yang hening untuk berjumpa dengan Kristus yang kita Imani.

@RP. Tinto Hasugian O. Carm

VIDEO HIGHLIGHT

Video Ucapan Selamat Paskah Dari Romo Romo Paroki Meruya