Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Minggu 22 Februari 2026

Bacaan Liturgi : Hari Minggu Prapaskah I, Minggu 22 Februari 2026

  • Bacaan Pertama : Kejadian 2:7-9; 3:1-7

  • Mazmur Tanggapan : R. Kasihanilah kami, ya Allah, karena kami orang berdosa

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mazmur 51:3-3.5-6a. 12-13.14.17

  • Bacaan Kedua : Roma 5:12-19

  • Bait Pengantar Injil : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal. Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Terpujilah.

  • Bacaan Injil : Matius 4:1-11

Berani Menolak Godaan

Injil hari ini mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus dicobai di padang gurun .Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, Ia lapar. Dalam kondisi lemah itulah Iblis datang menggoda-Nya. Ada tiga godaan yang dialami oleh Yesus.

Godaan pertama: “Ubahlah batu-batu ini menjadi roti.”Iblis menggoda Yesus untuk memakai kuasa-Nya demi kepentingan diri sendiri. Namun Yesus menjawab, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Yesus menolak menjadikan kebutuhan jasmani sebagai yang utama. Ia memilih taat pada kehendak Bapa.

Godaan kedua: “Jatuhkanlah diri-Mu ke bawah.”Ini godaan untuk mencari sensasi rohani, untuk “menguji” Allah. Yesus menegaskan, “Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu.” Iman bukanlah pamer mukjizat, melainkan kesetiaan.

Godaan ketiga: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu jika Engkau sujud menyembah aku.”
Ini godaan kekuasaan dan kemuliaan instan tanpa salib. Tetapi Yesus dengan tegas berkata, “Enyahlah, Iblis!” Ia memilih jalan salib, bukan jalan pintas.

Godaan Yesus juga adalah godaan kita. Godaan itu bisa berupa : godaan materi dan kenyamanan, godaan popularitas dan pengakuan, godaan kekuasaan dan ambisi.

Godaan sering datang saat kita lelah, kecewa, atau sedang “lapar,” lapar perhatian, lapar penghargaan, lapar kasih. Di situlah kita diuji: apakah kita tetap berpegang pada firman Tuhan atau mencari jalan pintas?

Yang menarik, Yesus melawan godaan dengan Firman Tuhan. Ia tidak berdebat panjang, tidak marah, tidak kompromi. Ia teguh. Ia berani berkata tidak.

Berani menolak godaan berarti: berani setia meski tidak mudah, berani jujur meski ada risiko, berani memilih Tuhan meski dunia menawarkan jalan yang lebih cepat dan menyenangkan.

Renungan ini mengajak kita bertanya: Di mana godaan terbesar dalam hidup saya saat ini? Apakah saya berani berkata “tidak” demi kesetiaan kepada Tuhan?

Semoga di masa tobat ini, kita belajar dari Yesus di padang gurun: semakin dekat dengan firman, semakin kuat melawan godaan. Amin.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa. O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm