Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Sabtu 21 Februari 2026

Bacaan Liturgi : Hari Sesudah Rabu Abu, Sabtu, 21 Februari 2026

  • Bacaan Pertama : Yesaya 58:9b-14

  • Mazmur Tanggapan : R. Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu.

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mazmur 86:1-2.3-4.5-6

  • Bait Pengantar Injil : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal. Aku tidak berkenan akan kematian orang fasik, melankan akan pertobatannya supaya ia hidup. Terpujilah.

  • Bacaan Injil : Luk 5:27-32

Sapaan Kasih

Sering orang berpikir bahwa hanya orang baik dan suci saja yang dipanggil Tuhan untuk menjadi murid-Nya. Namun tidak demikian yang kita lihat dalam kenyataannya. Banyak pemuda dan pemudi yang dipanggil Tuhan untuk menjadi murid-Nya, termasuk menjadi imam dan biarawan-biarawati, kendati dia tidak begitu baik dan suci. Salah satu contoh yang bisa kita lihat dalam diri Lewi atau Matius, si pemungut cukai yang kita dengar dalam bacaan Injil tadi. Sebagai pemungut cukai atau penarik pajak, ia dipandang sebagai orang pendosa karena dia menarik pajak untuk kepentingan penjajah Romawi dan menarik pajak melebihi ketentuan yang ada. Karena itu ia dimusuhi dan diasingkan oleh orang-orang Yahudi. Namun Ketika Yesus menyapa dia dengan sapaan yang lembut,”Ikutlah Aku!” Ia berdiri dan meninggalkan segala segala-galanya untuk mengikuti Yesus.

Begitu indahnya pengalaman perjumpaannya dengan Yesus yang mengubah hidupnya. Sampai-sampai ia melukiskan pengalamannya serta pengalaman pelayanan Yesus Kristus dalam suatu tulisan yang sekarang kita kenal dengan sebutan Injil Matius.

Kita pun tentu pernah mengalami kasih dan sapaan Yesus yang lembut dalam hidup kita, yang kemudian mengubah hidup kita. Kita yang semula hidup dalam dosa, setelah mengenal dan mengalami kasih Yesus secara pribadi, tidak hanya bertobat dari cara hidup yang tidak baik, tetapi juga mengikuti Yesus dengan menjadi orang Kristen. Beberapa dari kita bahkan ada yang menanggapi kasih Yesus dengan suatu tindakan yang radikal, yaitu meninggalkan segala sesuatu, keluarga dan harta bendanya untuk mengabdikan hidup mereka selama-lamanya kepada Tuhan dengan menjadi imam, biarawan dan biarawati.

Seperti Lewi dan juga diri kita yang setelah mengalami sapaan kasih Yesus secara pribadi lewat orang lain maupun pengalaman hidup kita, kemudian bertobat dan mengikuti Yesus, demikian juga hendaknya kita menjadi saluran berkat Tuhan bagi orang lain, lewat sapaan kita yang lembut dan penuh kasih kepada orang-orang ada disekitar kita. Agar lewat sapaan kasih kita, orang lain merasakan sapaan kasih Tuhan sendiri, yang menghibur, menguatkan dan mendorongnya mereka untuk bertobat dan mengikuti Yesus.

Marilah berdoa :

Allah Bapa yang Maha Pengasih, berkat sapaan kasih Yesus Putra-Mu, si pemungut cukai akhirnya bertobat, mengikuti Putra-Mu, bahkan menjadi penulis dan pewarta Injil. Bantu kami agar kami mampu menjadi perpanjangan kasih-Mu, denganmemberikan sapaan kasih kepada sesama yang kami jumpai, terutama kepada mereka yang dijauhi oleh masyarakt karena kelemahan dan dosa mereka. Semoga lewat sapaan kasih kami, mereka akhirnya terdorong untuk bertobatan dan kembali ke jalan yang benar. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm