Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Senin 16 Februari 2026

Bacaan Liturgi : Pekan Biasa VI, Senin, 16 Februari 2026

  • Bacaan Pertama : Yakobus 1:1-11

  • Mazmur Tanggapan : R. Semoga rahmat-Mu sampai kepadaku, ya Tuhan, supaya aku hidup

  • Ayat Mazmur Tanggapan : Mzm 119:67.68.71.72.75.76

  • Bait Pengantar Injil : Alleluya, Aku ini jalan, kebenaran, dan kehidupan, sabda Tuhan. Tiada orang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku, Alleluya.

  • Bacaan Injil : Markus 8:11-13

Tuhan itu Otonom dan Berdaulat

Yesus merasa jengkel terhadap orang-orang Farisi karena mereka meminta suatu tanda dari Surga. Suatu tanda keajaiban yang mencolok, yang membuat mereka percaya bahwa Yesus itu Mesias yang mereka nantikan dan dijanjikan oleh Allah melalui para Nabi. Namun Yesus tidak mau menuruti keinginan mereka. Ia tidak mau memberikan tanda kepada mereka. Mengapa Yesus tidak mau memberikan tanda kepada mereka?

Pertama, Yesus sudah merasa cukup membuktikan siapa diri-Nya dengan sabda dan perbuatan-Nya. Melalui sabda dan perbuatan-Nya terhadap orang sakit, lapar, menderita bahkan terhadap orang mati mereka seharusnya sudah dapat menyimpulkan bahwa Yesus itu lebih dari manusia biasa. Dia itu Mesias, Putra Allah yang dijanjikan Allah melalui para Nabi. Namun meskipun mereka telah mendengarkan sabda-Nya dan melihat perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan oleh Yesus, mereka tetap tidak percaya. Mereka melihat kebenaran dihadapan mereka, tetapi mereka tidak percaya dan mengakui kebenaran itu. Mereka menutup diri dari terang kebenaran Roh Allah, sehingga meskipun Yesus membuat tanda-tanda yang luar biasa, mereka tetap tidak percaya dan menolak kebenaran yang ada pada Yesus. Maka percuma saja dibuat tanda-tanda.

Kedua, Tuhan tidak mau tunduk terhadap tuntutan manusia yang sesat dan menghojat Roh Allah. Tuhan itu otonom dan berdaulat.Dia bebas melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Ia tidak dapat diatur oleh manusia atau tunduk pada manusia. Apalagi manusia yang sesat dan menghojat Roh Allah. Bukan Allah yang tunduk pada manusia, tetapi manusia yang seharusnya tunduk kepada Allah dan percaya akan Dia. “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”(Yoh 20;29)

(RP. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm.)

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm