Ziarah Porta Sancta

Paroki Meruya

08.00 WIB - 20.00 WIB

Tahun Yubileum 2025

Peziarah Pengharapan

24 Desember 2024 - 06 Januari 2026

Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Jumat 02 Januari 2026

Bacaan Liturgis – PW Santo Basilius Agung dan Santo Gregorius dari Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja, Jumat, 02 Januari 2026

  • Bacaan Pertama: 1 Yohanes 2:22-28

  • Mazmur Tanggapan: Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Dahulu kala dengan berbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Yohanes 1: 19-28

Renungan Harian :

Menjadi Pribadi yang sudah Selesai dengan Diri Sendiri

Hari ini dalam Injil kita diajak merenungkan kesaksian hidup Yohanes Pembaptis dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan ke dunia ini. Ketika banyak orang Israel menantikan sang Mesias untuk menyelamatkan bangsa Israel dari segala penindasan dan penderitaan, banyak yang menyangka bahwa Mesias yang lama dinanti-nantikan itu adalah Yohanes Pembaptis. Dia datang dari padang gurun, banyak mengalami hidup laku tapa dan berani mengatakan kebenaran serta tidak takut pada siapapun. Sebenarnya dia bisa saja mengaku sebagai Mesias sehingga dia akan dielu-elukan dan dihormati oleh banyak orang. Akan tetapi Yohanes Pembaptis adalah seorang yang memiliki kematangan emosional dan kematangan spiritual yang sangat mendalam. Dia berkata jujur dan terus terang mengaku bahwa dia bukanlah Mesias yang mereka nanti-nantikan.

Yohanes Pembaptis mengakui dirinya sebagai seorang sosok yang suaranya berasal dari padang gurun dan menyerukan sebuah pertobatan sejati dengan mengatakan, “Luruskan jalan Tuhan”. Sudah saatnya manusia berhenti terlena kepada hal-hal duniawi dan tidak tergoda pada pemujuaan kepada hal-hal yang bukan Allah. Sang Mesias yang kita nanti-nantikan telah tiba dalam diri Kristus Putera Allah, maka sudah selayaknya kita mendengarkan Dia serta mempersiapkan diri untuk terbuka sepenuhnya kepada pengajaran Kristus Sang Mesias. Yohanes Pembaptis sadar akan kemampuannya yang terbatas hanya mampu membaptis dengan air sedangkan Kristus sendiri membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api. Yohanes membaptis dengan air itu berarti dia hanya menggunakan sarana fisik, Yesus membaptis dengan Roh Kudus berarti Dia menggunakan sarana kekuatan Ilahi yang datang dari Allah. Api yang dipakai Yesus berguna untuk memurnikan dan menyucikan. Roh Kudus itu memang akan memurnikan seperti api.

Yohanes Pembaptis menunjukkan pribadinya sebagai orang yang rendah hati dan ‘sudah selesai dengan dirinya sendiri’. Maka kualitas pribadinya yang demikian, memampukan dia sebagai pembuka jalan bagi Kristus Sang Mesias. Memang kualitas pribadi Yohanes menunjukkan kematangan dan kesiapsediaannya dalam melayani Yesus. Maka pantaslah Yohanes dipuji oleh Yesus sebagai pribadi manusia yang paling besar, yang pernah dilahirkan oleh seorang perempuan di dunia ini. Semoga kita mampu meneladan kerendahan hati dan kematangan spiritual yang dihidupi oleh Yohanes Pembaptis.

[RP Yohanes Tinto Tiopano Hasugian, O.Carm]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm