Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan

Informasi lebih lanjut

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Minggu 28 Juni 2026

Bacaan Liturgis – Hari Minggu Biasa XIII, 28 Juni 2026

  • Bacaan Pertama: Kitab Kedua Raja-Raja 4:8-11.14-16a

  • Mazmur Tanggapan: Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 89:2-3.16-17.18-19

  • Bacaan Kedua: Roma 6:3-4.8-11

  • Ayat Bait Pengantar Injil: Alleluya. Kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi dan bangsa yang kudus. Kamu harus memaklumkan perbuatan-perbuatan agung Allah, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan, masuk ke dalam terang-Nya yang menakjubkan. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Matius 10:37-42

Menerima Upah Nabi

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, selamat berhari Minggu. Hari ini kita memasuki hari Minggu Biasa ke-13. Pada hari ini saya mengajak Anda sekalian untuk merenung sejenak tentang upah. Hal ini penting, karena bagaimana pun juga kita tidak akan pernah lepas dari upah; syukur, jika kita kelak diizinkan Tuhan untuk menerima upah di surga.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, dalam Injil hari ini Yesus berkata, β€œSiapa saja yang menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan siapa saja yang menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar” (Mat 10:41). Apakah Anda adalah seorang nabi, artinya seorang utusan Allah? Apakah Anda disambut sebagai seorang nabi, yang diutus oleh Kristus? Jika Anda telah disambut sebagai seorang nabi, maka orang yang menyambut Anda akan menerima upah nabi. Itu juga berarti Anda telah memberi kesempatan bagi orang lain untuk memperoleh upah dalam hidupnya, dan upah itu bisa membuat bertambah kaya di mata Tuhan.

Bahkan, jika Anda pernah dicela, dianiaya atau difitnah karena Anda adalah seorang pengikut Yesus, Anda pun tidak akan lepas dari upah. Hal ini dikatakan oleh Yesus ketika Dia berkhotbah di Bukit, kata-Nya, β€œBerbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu” (Mat 5:11-12).

Kesetiaan kepada Yesus, komitmen untuk hidup benar sebagai pengikut Yesus tidak pernah akan sia-sia. Sebab, kesetiaan kepada Yesus dan komitmen untuk hidup benar sebagai pengikut Yesus adalah bagian dari kesaksian sebagai orang yang karena pembaptisan telah mengambil bagian dalam tugas kenabian Yesus.

Seperti dikatakan oleh para Bapa Konsili Vatikan II dalam Konstitusi Dogmatis tentang Gereja, β€œUmat Allah yang kudus mengambil bagian juga dalam tugas kenabian Kristus, dengan menyebarluaskan kesaksian hidup tentang-Nya terutama melalui hidup iman dan cinta kasih, pun pula dengan mempersembah-kan kepada Allah kurban pujian, buah hasil bibir yang mengakui nama-Nya (Ibr 13:15)” (No. 12).

Seperti misalnya, ketika dicela namun tidak menghina, ketika dimaki namun memberkati, ketika dianiaya namun tetap sabar, dan ketika difitnah namun tetap menjawab dengan sabar (bdk. 1Kor 4:12-13). Semua itu adalah bukti-bukti otentik dari kesaksian hidup iman dan cinta kasih, yang kelak akan mendatangkan upah di surga.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan dan mengasihi Dia, dari bacaan pertama kita juga menemukan sosok orang-orang yang menyambut seorang nabi sebagai nabi. Mereka itu adalah sepasang suami istri yang sudah lanjut umurnya dan mereka tidak punya anak.

Adalah sang istri, seorang perempuan kaya yang tinggal di Sunem, yang tahu bahwa orang yang selalu datang ke rumah mereka dan makan di situ, adalah seorang abdi Allah yang kudus. Maka, mereka menyambut dia, yang disebut Nabi Elisa, sebagai seorang nabi; dan mereka menyambutnya dengan ramah, penuh kasih. Mereka membuatkan kamar tersendiri di lantai atas, yang dilengkapi dengan tempat tidur, meja, kursi dan sebuah kandil. Fasilitas di kamar itu bisa dikatakan lengkap untuk ukuran zaman itu.

Benarlah yang dikatakan Yesus dalam Injil, kalau mereka telah menyambut seorang nabi sebagai nabi, mereka akan menerima upah nabi, berupa mendapatkan keturunan. β€œTahun depan, pada waktu seperti itu juga, engkau akan menggendong seorang anak laki-laki” (2Raj 4:16a).

Oleh karena itu, saudara-saudari, karena setiap orang yang dibaptis ikut ambil bagian dalam tugas kenabian Yesus, menjadi seorang nabi, utusan Yesus, maka kalau kita menyambut mereka sebagai utusan-utusan Yesus, kita akan menerima upah nabi. Dengan menyambut mereka, kita menyambut Yesus yang mengutus mereka dan dengan menyambut Yesus, kita menyambut Bapa yang mengutus Dia (bdk. Mat 10:40). Luar biasa, bukan?

Saudara-saudari, mari kita terus belajar dan berusaha untuk saling menyambut kehadiran sesama dan menjauhkan diri dari sikap mencela, menganiaya dan memfitnah sesama, apa pun cara dan bentuknya. Sebab, jika kita menyambut sesama saudara seiman sebagai utusan-utusan Kristus, kita akan menerima upah nabi. Menerima upah nabi adalah hasil atau akibat dari perbuatan baik berupa menyambut para utusan Kristus. [RP. A. Ari Pawarto, O.Carm.]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Kenaikan Tuhan Yesus" Oleh RP Titus Brandsma Pantjaja Adji Wiloso, O.Carm.