Tahun Yubileum 2025

Peziarah Pengharapan

24 Desember 2024 - 06 Januari 2026

Maria Kusuma Karmel

Mengalami Kehadiran Allah bersama Maria, Bunda dan Kusuma Karmel

Sambutan Romo Paroki

Pengumuman Gereja

KEGIATAN MENDATANG

Misa Harian

Hari Senin - Sabtu

  • 05.30 WIB

Misa Jumat Pertama

Hari Jumat Pertama Setiap Bulan

  • 19.30 WIB

Misa Minggu

Hari Sabtu

  • 16.30 WIB

Hari Minggu

  • 06.00 WIB
  • 08.30 WIB
  • 11.00 WIB
  • 16.30 WIB
  • 19.00 WIB - Misa Bernuansa Karismatik (tiap Minggu Ke-3)

Misa Online

Ditiadakan

RENUNGAN HARIAN

Minggu 04 Januari 2026

Bacaan Liturgis – Hari Raya Penampakan Tuhan, Minggu, 04 Januari 2026

  • Bacaan Pertama: Kitab Yesaya 60:1-6

  • Mazmur Tanggapan: Kiranya segala bangsa menyembah Engkau, ya Tuhan.

  • Ayat Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2.7-8.10-13

  • Bacaan Kedua: Efesus 3:2-3a.5-6

  • Bait Pengantar Injil: Alleluya. Kami telah melihat bintang Tuhan di ufuk Timur, dan kami datang untuk menyembah Dia. Alleluya.

  • Bacaan Injil: Matius 2:1-12

Renungan Singkat :

Yang Tulus Hati yang Berjumpa dengan Tuhan

Hari ini kita merayakan Penampakan Tuhan. Kristus dikunjungi oleh tiga Majus dari Timur. Mereka datang menyembah sujud di hadapan Yesus dengan penuh rendah hati serta menaruh sikap hormat. Sebagai ungkapan rasa hormat dan cinta, mereka mempersembahkan juga kepada Yesus, emas, mur dan wangi-wangian. Orang Majus dari Timur kita pahami sebagai para ahli astrologi dan orang-orang cendikiawan yang juga mengharapkan kedatangan Mesias di dunia ini. Menarik bahwa mereka adalah orang-orang terpandang dan intelektual tetapi memiliki kerendahan hati dan keseriusan untuk berjumpa dengan Yesus. Para Majus yang menerima dan menghormati Yesus yang terbaring di palungan, menunjukkan bahwa manusia dari kalangan non Yahudi juga menerima Kristus dengan tangan terbuka dan dengan keyakinan akan hadirnya keselamatan Tuhan dalam diri Kristus sebagai Mesias.

Para Majus dari Timur dapat berjumpa dengan Yesus karena mereka serius dan sungguh-sungguh dengan hati yang tulus untuk berjumpa dengan Yesus, dengan sikap hormat dan semangat iman. Berbanding terbalik dengan Herodes. Dia akhirnya tidak berjumpa dengan Yesus karena memang dia tidak memiliki hati yang tulus bahkan memiliki hati yang culas untuk membinasakan Yesus. Herodes ketika menjadi raja membawa dirinya jatuh pada mentalitas gila kuasa serta ingin terus pada zona nyaman tersebut. Dia takut kehilangan jabatan dan kenyamanannya sehingga menjadi pribadi paranoid (menaruh rasa curiga berlebihan) pada siapapun yang hendak mengusik kedudukannya.

Kerendahan hati dan sikap yang tulus adalah jalan utama bagi kita manusia untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan, sebagaimana para Majus dari Timur yang mengalami perjumpaan dengan Yesus yang didasari oleh sikap kerendahan hati dan hati yang murni untuk menyembah Yesus. Melalui Injil kita bisa melihat kesaksian bahwa orang-orang yang berjumpa dengan Kristus, yang disertai dengan niat yang suci akan mengalami pertobatan sejati dan kelegaan hidup. Manusia yang rendah hati yang berjumpa dengan Yesus adalah manusia yang menjadi manusia baru, mengalami pertobatan yang sejati. Semoga kita serius dan sungguh-sungguh mencari pengalaman akan perjumpaan dengan Kristus yang menyembuhkan dan melegakan.

[RP Yohanes Tinto Tiopano Hasugian, O.Carm]

VIDEO HIGHLIGHT

Sebuah katekese singkat "Merayakan Pertobatan" Oleh Romo Agustinus Ari Pawarto O.Carm