Bulan Keluarga 2025 - Pertemuan Keempat: Pertobatan Ekologis
Lagu Pembuka - Jangan Lelah
Jangan lelah
Bekerja di ladangNya Tuhan
Roh Kudus yang bri kekuatan
Yang mengajar dan menopang
Tiada lelah
Bekerja bersamaMu Tuhan
Yang selalu mencukupkan
Akan segalanya
Ratakan tanah bergelombang
Timbunlah tanah yang berlubang
Menjadi siap dibangun
Di atas dasar iman
Doa Pembuka
Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, Amin. +
Allah Bapa Pencipta langit dan bumi, kami bersyukur atas kasih-Mu yang tak berkesudahan, sehingga kami boleh dengan bebas menghirup udara hingga hari ini, dan dapat berkumpul bersama saudara-saudara di lingkungan kami.
Bapa, saat ini kami hendak belajar lagi dalam kegiatan Bulan Keluarga di pertemuan minggu ke-4. Mohon berkat-Mu agar hati dan pikiran kami dapat terbuka pada pesan-Mu melalui modul Bulan Keluarga ini. Mohon berkat pula untuk segenap peralatan yang akan kami pergunakan, sehingga semuanya benar-benar menjadi perpanjangan tangan-Mu. Secara khusus kami mohon berkat-Mu untuk saudara kami yang saat ini belum dapat bergabung dalam pertemuan ini karena tugas maupun kondisi kesehatan.
Sertai kami sepanjang pertemuan terakhir Bulan Keluarga 2025, sehingga segenap pikiran dan akal budi kami senantiasa tercurah untuk memuliakan nama-Mu melalui pertobatan kami pada alam ciptaan-Mu.
Doa ini kami sampaikan dengan perantaraan Kristus Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam Persekutuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, Amin. +
Penjelasan Tema
Pertobatan Ekologis yang menjadi tema Bulan Keluarga 2025 pertemuan minggu ke-4 ini merupakan bahasa khas dari Ensiklik Laudato Si yang mau mengajak umat Katolik untuk melihat dua hal:
- Pertama, adanya keprihatinan ekologis (lingkungan hidup) dimana manusia memiliki andil yang nyata terhadap kerusakan lingkungan hidup karena adanya dorongan "rasa berkuasa" atas alam sehingga mengeksploitasi lingkungan hidup tanpa kendali.
- Kedua, ajakan Paus Fransiskus terhadap umat manusia untuk bertobat, memperbaiki perilaku, dan merawat alam semesta. Pertobatan terhadap perilaku tidak ramah kepada lingkungan hidup harus dimulai dari diri sendiri. Dalam hal ini, kita, keluarga-keluarga Katolik di KAJ didorong memiliki kesadaran dan aksi nyata untuk mengasihi lingkungan hidup sekitar kita.
Kita percaya bahwa gereja Katolik mempunyai daya, kekuatan untuk memulai gerakan pertobatan ekologis, merawat dan mengupayakan kebaikan bagi bumi sehingga menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi kita semua.
Bagaimana manusia sampai pada pertobatan?
Gereja Katolik memandang bahwa setiap orang yang percaya kepada Kristus dan dibaptis, dipanggil untuk terus-menerus mengusahakan pertobatan. Seruan Yesus Kristus untuk bertobat (Markus 1:15) tidak hanya berlaku bagi para murid yang hidup pada masa Yesus, tetapi juga berlaku bagi kita, orang Katolik pada masa kini. Seruan pertobatan itu pertama-tama mengarah kepada pertobatan batin sebagai landasan untuk membangun tindakan pertobatan yang jujur dan berbuah. Dalam hal ini, kita yang sudah mengalami pertobatan. batin akan membawa kita pada kerinduan dan keputusan untuk mengubah perilaku ke jalan yang benar.
Mengingat segala kelemahannya, manusia memerlukan bantuan Allah untuk bertobat. Gereja Katolik meyakini bahwa pertobatan, pertama-tama adalah karya rahmat Allah, yang membalikkan hati manusia dari yang semula menjauh, menjadi mendekat kepada Allah. Rahmat Allah sendiri bekerja melalui Roh Kudus, Dialah penolong yang membantu manusia untuk melihat dosa-dosa, memberi rahmat penyesalan, dan pertobatan ke dalam hati setiap orang. (KGK 1427-1428, 1430-1433)
Dengan kata lain, kesadaran akan dosa-dosa menjadi hal yang mutlak perlu untuk pertobatan. Kesadaran ini memerlukan kerendahan hati untuk mengakui perbuatan-perbuatan yang salah atau dosa. Dari kesadaran itu muncullah penyesalan untuk tidak melakukan perbuatan dosa karena dampak dari perbuatan dosa tidak hanya menjauhkan seseorang dari Allah, tetapi juga merugikan sesama. (Bdk. KGK 1869)
Aktivitas 1 - Start Small, Start Now
Setelah bersama melakukan refleksi pribadi dan membangun niat dari minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-3, di minggu ke-4 ini saatnya melakukan aksi nyata. Langkah-langkah untuk memulai pertobatan ekologis dari diri sendiri:
GAME: "Refleksi Perilaku Tak Ramah Lingkungan"
Tujuan permainan ini untuk penyadaran kebiasaan kita yang tidak ramah lingkungan misalnya: penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah sembarangan, pemakaian bahan bakar, air, dan listrik yang kurang bijak, dsb.
Cara bermain:
- Siapkan benda ringan yang mudah dan aman untuk dipegang. Misalnya bola, buku, tempat pensil, boneka, dsb.
- Siapkan lagu sebagai pengiring game: "Jalan Serta Yesus" atau "Yesus Besertaku" (bisa dari playlist Youtube KOMKK).
- Umat membentuk lingkaran utuh, jarak antar umat dapat dijangkau dengan tangan. Fasilitator berada di tengah sambil memegang benda yang disiapkan pada poin diatas.
- Fasilitator memberikan benda di tangannya tersebut ke salah satu umat yang dipilih acak. Kemudian memutar lagu yang dipilh.
- Umat yang menerima benda dari fasilitator segera mengoper ke umat di sebelah kanannya. Seterusnya umat yang menerima benda tersebut mengoper lagi ke umat di kanannya.
- Pada saat benda berpindah tempat, fasilitator selalu dalam posisi membelakangi benda tersebut. Dapat juga pada saat ini fasilitator menggunakan penutup mata.
- Fasilitator secara suka-suka (sesuai intuisi) mematikan lagu sementara (pause).
- Umat yang menerima benda saat lagu berhenti, WAJIB menyebutkan 1 (satu) kegiatan/ tindakan keseharian yang tidak ramah lingkungan.
- Setelah umat menjawab, fasilitator menanyakan ke semua umat: "Apakah jawabannya diterima?" Jika dijawab lya, maka fasilitator kembali memutar lagu, dan benda bergerak kembali ke umat berikutnya.
- Permainan dilakukan hingga 1 lagu yang diputar selesai. Atau bila perlu dapat diulang hingga jumlah umat yang menjawab lebih dari setengah yang hadir.
Aktivitas 2 - Yuk, Bersama Kita Bisa
Tujuan: Melakukan aksi nyata (tindakan) yang peduli lingkungan hidup sebagai wujud pertobatan ekologis. Karena memulai pertobatan ekologis dari diri sendiri, keluarga, dan umat lingkungan, kita dapat membuat perubahan dan berkontribusi dalam upaya menjaga dan menjadikan lingkungan hidup yang lebih baik.
Bagaimana caranya? Yakni melalui:
- Aksi nyata (tindakan) yang dilakukan oleh keluarga di rumah masing-masing, sebanyak 2 (dua) aksi yang akan dilakukan secara konsisten terus-menerus.
- Aksi nyata (tindakan) bersama umat se-lingkungan, sebanyak 2 (dua) aksi, yang akan dilakukan sesuai kesepakatan bersama.
Cara Bertindak:
- Yuk rencanakan aksi nyata (tindakan) yang dilakukan keluargi, di rumah masing-masing:
- Tentukan aksi nyata/ tindakan dari yang kecil yang dapat dilakukan tidak hanya saat Bulan Keluarga namun akan menjadi kebiasaan baru seterusnya.
- Diskusikan bersama dengan anggota keluarga di rumah, tuliskan rencana aksi nyata minimal 2 (dua) aksi, dan mulailah sesegera mungkin.
- Boleh bikin foto/ video ringkas, upload di sosial media dan jangan lupa tag ke Instagram KomKK (@komkk.kaj) untuk menjadi inspirasi umat lain.
- Jika keluarga sudah memulai aksi nyata, dan ingin melakukan aksi-aksi yang lain, silakan diteruskan menjadi kebiasaan keluarga.
- Setelah diskusi atau mempunyai niat untuk melakukan aksi nyata (tindakan) di rumah, mari kita lanjutkan berdiskusi bersama untuk merencanakan aksi nyata (tindakan) yang dapat dilakukan bersama umat lingkungan:
- Diskusikan dengan umat lingkungan untuk kegiatan yang akan dilakukan bersama-sama. Tulislah rencana aksi nyata, tetapkan jenis kegiatan, kapan pelaksanaannya, dan kebutuhan (sumber daya) yang diperlukan untuk kegiatan tersebut. Jika perlu bekerjasama dengan pihak RT atau RW, perlu didiskusikan agar tidak terjadi mis komunikasi antar umat.
- Buatlah foto/ video ringkas, upload di sosial media dan jangan lupa tag ke Instagram KomKK (@komkk.kaj) untuk menjadi inspirasi umat/ lingkungan lain.
Setelah melakukan pembahasan untuk aksi nyata, sharingkan 2 (dua) hal berikut:
- Peserta dipersilahkan untuk sharing tentang: "Apa yang Saudara dan Keluarga akan lakukan sebagai bentuk pertobatan ekologis?"
- Fasilitator menegaskan kembali hasil diskusi tentang rencana aksi nyata/kegiatan lingkungan yang akan dilakukan bersama.
Bacaan Kitab Suci - Roma 18:19-21
8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, 8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.
Makna Kitab Suci
Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma menggambarkan bahwa seluruh ciptaan merasakan penderitaan akibat dosa dan kerusakan yang disebabkan oleh manusia. Dalam perspektif historis-sakramental, alam semesta tidak hanya berfungsi sebagai latar belakang fisik, tetapi juga sebagai entitas yang mengalami akibat langsung dari setiap tindakan manusia. Kesadaran akan penderitaan ini mendorong umat beriman untuk merenungkan bagaimana tindakan kita berkontribusi pada kerusakan lingkungan. Kesadaran ini pada gilirannya berbuah pada ajakan manusia untuk bertobat dari perilaku yang merusak alam.
Pertobatan ekologis menjadi bagian dari partisipasi kita sebagai umat beriman dalam rencana penyelamatan Allah yang lebih besar, dimana kita dipanggil untuk berperan aktif dalam proses pemulihan alam semesta. Pertobatan ekologis mencakup perubahan sikap dan tindakan yang lebih bertanggung jawab terhadap alam, sebagai wujud kasih kepada Sang Pencipta.
Gagasan dalam Roma 8:19-21 mengajak kita sebagai umat beriman untuk terlibat dalam proses penyembuhan lingkungan. Dengan memahami bahwa seluruh ciptaan merindukan pembebasan dari kebinasaan, umat beriman dipanggil untuk bertindak secara konkret dalam menjaga lingkungan hidup. Hal ini mencakup upaya-upaya nyata melalui konservasi sumber daya alam, pengurangan limbah, dan tindakan lain secara kreatif yang mendukung keberlanjutan ekosistem seluruh alam semesta.
Refleksi Pribadi
Mari luangkan waktu 3 menit untuk memeriksa batin kita, melihat kembali apa saja kegiatan kita dalam keseharian yang telah bertindak tidak ramah terhadap lingkungan hidup sekitar kita, dan kita akan nyatakan dalam pertobatan ekologis secara pribadi.
Lagu Peneguhan - Jika Kita Mencintai Alam
Jika kita mencintai alam
Tak kan kita dicelakainya
Jika kita mencintai alam
Kita pun hidup damai sejahtera
Tuhan telah menciptakan alam
Untuk mencukupi hidup kita
Tuhan tanam cinta pada alam
Untuk menyejukan hidup kita
Fakta Seru
Tisu basah merupakan penyumbat saluran air no.1 di dunia! Walau tampak sepele, tisu basah tidak larut seperti tisu toilet dan bisa bikin "gunung sampah" di bawah tanah kota.
Doa Penutup
Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, Amin. +
Allah Bapa Sumber Kehidupan Sejati, kami bersyukur pertemuan Bulan Keluarga minggu ke-4 sudah terlaksana dengan baik. Kami juga bersyukur dan menyadari keagungan-Mu melalui alam raya ciptaan-Mu yang begitu luas dan megah.
Bapa, kami juga mohon ampun jika selama ini kami kurang bersyukur atas anugerah kekayaan bumi dan isinya. Ampuni kami yang sering egois, hanya memikirkan kepentingan pribadi, dan berperilaku merusak alam sekitar kami.
Bantu kami dalam masa Adven 2025 ini dan seterusnya, menjadi pribadi yang semakin ramah dan peduli terhadap alam ciptaan-Mu. Kami ingin mewujudkan pertobatan kami, bersama saudara di lingkungan melalui kegiatan yang sudah kami rencanakan.
Semoga rencana kami berkenan dan Kau terima sebagai silih pertobatan ekologis kami.
Doa yang tidak sempurna ini kami panjatkan melalui perantaraan Putera-Mu, Tuhan Kami Yesus Kristus. Amin.
Santo/Santa ..... (sebutkan santo/santa pelindung lingkungan), doakanlah kami.
Santa Maria Kusuma Karmel, doakanlah kami.
Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, Amin. +
Fakta Seru
Tanaman bisa membuatmu lebih bahagia! Penelitiaan menunjukkan bahwa berkebun dan merawat tanaman bisa menurunkan stress, meningkatkan mood, dan bahkan menambah fokus.
Doa Bulan Keluarga
Lagu Peneguhan - Alam Raya Karya Bapa
Alam raya karya Bapa bagi manusia
Megah dan perkasa subur serta kaya
hingga sluruh bangsa memuji pada-Nya
Hosana pada Allah Bapa.
Manusia ciptaan-Nya namun dicinta-Nya
Walaupun durhaka tak ditinggalkan-Nya
hingga sluruh bangsa memuji pada-Nya
Hasana pada Allah Bapa.
Putra tunggal diutus-Nya membebaskan kita
wafat bagi kita namun bangkit pula
Hingga sluruh bangsa memuji pada-Nya
Hosana pada Allah Bapa.
Pertemuan Bulan Keluarga Lainnya:
- Pengantar Pertemuan (Klik Disini)
- Pertemuan Pertama - Keutuhan Alam Ciptaan (Klik Disini)
- Pertemuan Kedua - Panggilan Manusia (Klik Disini)
- Pertemuan Ketiga - Kenyataan Alam Sekitarku (Klik Disini)
Mari kita ikuti bersama pertemuan setiap minggunya. Tuhan Yesus Memberkati.