Berita dan Artikel

Kegiatan Bulan Keluarga 2025 - Pertemuan Pertama

Bulan Keluarga 2025 - Pertemuan Pertama: Keutuhan Alam Ciptaan

Lagu Pembuka - Nusantaraku - Cipt. A. Riyanto

Tiada lagi negeri seindah persada Nusantara
Hutan rimba menghijau tempat bersemayam burung margasatwa
Gunung api yang tinggi megah menambah semarak persadaku
Lembah ngarai dan sungai sungai mengukir keindahan abadi
Tanah pusaka aku pun dilahirkan disana

Penduduknya gagah tampan cantik molek tiada bandingnya
Terkenal manis budi bahasanya lemah lembut perangainya
Mereka saling menghomati saling menghargai hak asasi
Mereka bernaung di bawah pusaka Garuda Pancasila
Dan Sang Saka Merah Putih lambang Indonesia

Jagalah kelestarian sejarah budaya
Semua rahmat Tuhan yang maha esa
Mari bersama sama menjaga lingkungan hidup ini
Hutan dan rimba burung margasatwa sebagainya

Doa Pembuka

Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, Amin +

Bapa Yang Mahabaik, kami sungguh bersyukur karena Engkau karuniakan lagi kesempatan bagi kami untuk berkumpul dalam pertemuan pertama Bulan Keluarga tahun 2025 ini.

Dalam pertemuan yang pertama ini, bantulah kami agar sungguh menyadari martabat kami yang secitra dengan-Mu, sehingga kami mampu menjawab tugas dan panggilan kami dalam menjaga keutuhan alam dan semua makhluk hidup ciptaan-Mu.

Bimbinglah kami untuk saling mengingatkan dan bekerja-sama agar terbentuk pola hidup menjaga keutuhan alam ciptaan-Mu.

Doa ini kami mohon kepada-Mu melalui Putera-Mu Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami, yang bertahta bersama Engkau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, Amin +

Penjelasan Tema

Berbicara tentang keutuhan alam ciptaan, setiap keluarga Katolik diajak untuk kembali menyadari kehendak Allah ketika menciptakan segalanya. 

Pada awal mulanya, semua baik adanya dan manusia ada di dalam tatanan kehidupan yang baik adanya (Kejadian 1:10, 21, 25, 31). Manusia yang diciptakan secitra dengan-Nya, memiliki martabat dan tanggungjawab lebih tinggi untuk memastikan kesatuan utuh seluruh ciptaan Allah (bumi dan segala isinya, binatang, tanaman, alam semesta) dalam keadaan seimbang dan baik adanya.

Santo Fransiskus dari Asisi menjadi salah satu tokoh teladan yang mengingatkan manusia akan tanggung-jawabnya untuk menjaga keutuhan alam ciptaan: "Laudato Si', mi' Signore", - "Terpujilah Engkau, Tuhanku"

Dalam madah yang indah ini, Santo Fransiskus dari Asisi mengingatkan kita bahwa rumah kita bersama adalah seperti saudari yang berbagi hidup dengan kita, dan seperti seorang ibu rupawan yang menyambut kita dengan tangan terbuka.

"Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari kami, Ibu Pertiwi yang memelihara dan mengasuh kami, dan menumbuhkan aneka ragam buah-buahan, beserta bunga warna-warni dan rumput-rumputan".

Bumi dan lingkungan yang kita tempati adalah "rumah bersama" yang Tuhan anugerahkan bagi kita. Menjadi kewajiban dan tanggung-jawab umat manusia untuk terus berusaha menjaga "rumah bersama" ini agar tetap menjadi tempat yang layak, baik adanya, sehat dan menghadirkan kesejahteraan bagi anak cucu kita nanti.

Inspirasi Menarik

"We do not inherit the earth from our ancestors, we borrow it from our children" - Native American Proverb

Aktivitas - Merangkai Kalimat Dengan Angka

Biasanya merangkai kalimat tentunya dengan huruf ya, namun dalam aktivitas pertemuan minggu pertama BK 2025 ini, marilah kita belajar untuk merangkai kalimat, dengan angka dan tentunya bila ada angka, akan ada proses berhitung. Mari kita lakukan....

  1. Para Peserta dapat dibagi ke beberapa kelompok, idealnya per kelompok berisi 3-5 orang.
  2. Kemudian tiap kelompok, dibagikan sehelai kertas (disarankan menggunakan kertas bekas saja, yang masih ada bagian untuk bisa ditulisi) serta sebuah alat tulis.
  3.  Tiap kelompok menuliskan dulu penggantian huruf dengan angka: urutan dari huruf yang pertama, adalah angka pertama - sebagai contoh: A=1, B=2, C=3 dan seterusnya
  4. Kemudian per kelompok, segera bekerjasama di dalam kelompoknya untuk "menerjemahkan" susunan angka tersebut menjadi kalimat.
  5. Tiap lingkungan dapat membuat aktivitas ini menjadi sebuah perlombaan yang cukup seru, bagi yang menyelesaikan susunan kalimatnya terlebih dahulu, dapat dinobatkan menjadi pemenang.

Makna Aktivitas

Para peserta yang hadir di pertemuan pertama BK 2025 diajak untuk bekerja-sama melakukan suatu aktivitas yang seru. Melalui aktivitas ini, umat diajak untuk bekerja-sama, "menerjemahkan" dan mencoba mencerna sesuatu, dan pada akhirnya umat diharapkan menyadari tanggung-jawabnya untuk memiliki pola hidup yang senantiasa menjaga keutuhan alam ciptaan, sehingga manfaatnya tidak hanya untuk kita yang hidup saat ini, namun juga mampu memenuhi kebutuhan anak cucu kita.

Tindakan yang sederhana yang dimulai dari diri sendiri, bersama keluarga dan komunitas serta dilakukan secara konsisten, tentu akan memberikan dampak universal demi keutuhan alam ciptaan.

Fakta Seru

Satu botol plastik butuh 450 tahun untuk terurai. Tapi kalau kamu daur ulang satu saja, itu bisa menghemat energi cukup untuk menyalakan bola lampu selama 3 jam!

Bacaan Kitab Suci - Kejadian 1 : 28 - 31

1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." 1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. 1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Makna Kitab Suci

Kitab Kejadian 1:28-31 memberikan gambaran yang jelas mengenai tanggung-jawab manusia terhadap seluruh alam ciptaan. Manusia diciptakan secitra dengan Allah (Imago Dei) untuk "menaklukkan" dan "menguasai" bumi. Istilah ini tidak bermakna eksploitasi, melainkan untuk melindungi dan merawat, sebagaimana Allah yang juga melindungi dan merawat seluruh alam ciptaan-Nya dengan sungguh amat baik. Sebagai rekan kerja-Nya, manusia dipanggil untuk mengelola alam dengan kebijaksanaan, menjaga keseimbangan eksosistem, dan menghormati esensi ciptaan. Manusia diberi mandat untuk "menaklukkan" dan "menguasai" bumi secara bijaksana.

Kerusakan lingkungan mencerminkan adanya kegagalan dalam menjalankan perintah Allah. Kenyataan akan adanya kerusakan lingkungan, menuntut pertobatan secara utuh dan menyeluruh - mulai dari individu, bersama komunitas, hingga perubahan kebijakan oleh para pemimpin, agar terwujud tindakan nyata dalam memperbaiki relasi dengan sesama, Tuhan dan alam ciptaan-Nya.

Oleh karena itu, kebiasaan pribadi dalam kesadaran untuk pelestarian lingkungan, menjadi bentuk ibadah dan pertobatan yang konkret.

Fakta Seru

Bawa tas belanja sendiri = kurangi ratusan plastik setiap tahun. Simple tapi berdampak besar!

Lagu Peneguhan - SabdaMu Bapa Bagai Air Segar

SabdaMu Bapa bagai air segar, sejuk dan damai saat ku dengar
mengalir tenang, tiada henti, sumber hidup dan kasih sejati

SabdaMu Bapa bagai air segar, membasahi menyuburkan bumi
menggugah jiwa segarkan hati, kobarkan nurani 'tuk bersaksi.

Dorong diriku ini jadi saksi kasih ilahi
berbekal sabdaMu wartakan janji
bekerja di ladangMu jadi abdi abadi
hari ini sampai akhir nanti.

Membangun Niat

  • Tindakan nyata dan konsisten seperti apa yang akan kulakukan di rumah sebagai komitmen pribadi untuk menjaga keutuhan alam ciptaan?
  • Tindakan nyata dan konsisten seperti apa yang akan kulakukan bersama keluargaku dan komunitasku untuk menjaga keutuhan alam ciptaan?

Doa Penutup

Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, Amin. +

Allah Maha Pencipta, kami bersukacita telah menyelesaikan pertemuan pertama BK 2025 ini.

Utuslah Roh Kudus-Mu, agar kami senantiasa menyadari tugas dan panggilan kami, melakukan pola hidup dari kebiasaan sederhana namun konsisten dalam keseharian kami, untuk menjaga keutuhan alam ciptaan-Mu, agar anak cucu kami kelak tetap menikmati alam ciptaan-Mu yang baik adanya.

Doa ini kami unjukkan kepada-Mu, dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, Juruselamat dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa.

Santo/Santa ..... (sebutkan santo/santa pelindung lingkungan), doakanlah kami.

Santa Maria Kusuma Karmel, doakanlah kami.

Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, Amin. +

Doa Bulan Keluarga

Lagu Penutup - Betapa Tidak Kita Bersyukur (PS 707)

Betapa kita tidak bersyukur
Bertanah air kaya dan subur
Lautnya luas, gunungnya megah
Menghijau padang, bukit dan lembah

Itu semua berkat karunia Allah Yang Agung, Maha Kuasa
Itu semua berkat karunia Allah Yang Agung, Maha Kuasa

Alangkah indah pagi merekah
Bermandi cah'ya surya nan cerah
Ditingkah kicau burung tak henti
Bunga pun bangkit, harum berseri

Itu semua berkat karunia Allah Yang Agung, Maha Kuasa
Itu semua berkat karunia Allah Yang Agung, Maha Kuasa

Pertemuan Bulan Keluarga Lainnya:

  1. Pengantar Pertemuan (Klik Disini)
  2. Pertemuan Pertama - Keutuhan Alam Ciptaan (Klik Disini)
  3. Pertemuan Kedua - Panggilan Manusia (Klik Disini)
  4. Pertemuan Ketiga - Kenyataan Alam Sekitarku (Klik Disini)
  5. Pertemuan Keempat - Pertobatan Ekologis (Klik Disini)

Mari kita ikuti bersama pertemuan setiap minggunya. Tuhan Yesus Memberkati.